Kebijakan Deregulasi Ekonomi Indonesia Tuai Pujian dari Banyak Negara

Kebijakan Deregulasi Ekonomi Indonesia Tuai Pujian dari Banyak Negara
info gambar utama

Kebijakan paket deregulasi ekonomi yang diumumkan Presiden Joko Widodo beberapa saat yang lalu ternyata menuai banyak apresiasi dari banyak negara. Setelah kebijakan ini dikeluarkan, banyak negara asing yang merapat dan menyatakan bahawa akan menjalin kerja sama di berbagai sektor.

Baca juga: 10 Poin Deregulasi Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XII

Semenjak pergantian beberapa nama kabinet pada resuffle kabinet jilid 2, proses pengembangan ekonomi terus mengalami kenaikan. Salah satunya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, kinerja perdagangan, dan investasi bagi Indonesia Untuk meningkatkan hubungan dagang kedua negara, beberapa negara asing berencana membuka perwakilan dagang dan investasi di Indonesia.

Hasilnya sangat positif. Lembaga Riset The Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) menyambut positif kebijakan ini. Bahkan menurut Iman Pambagyo, Diretur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional , menyatakan tidak ada lagi hambatan dalam urusan perdagangan maupun investasi setelah kebijakan deregulasi ekonomi ditetapkan.

Pada tanggal 3-6 Agustus 2016 lalu, Indonesia menjadi salah satu negara yang mendatangi pertemuan para menteri ASEAN ke-48 di Vientiane, Laos. Pertemuan tersebut membahas tentang perdagangan, investasi, peluang akses pasar dan strategi pengembangan ekonomi dari berbagai negara. Tentu hal ini tidak disia-siakan oleh Indonesia untuk menjalin hubungan bilateral dengan negara-negara yang memiliki pengaruh besar dalam bidang ekonomi di Indonesia seperti Amerika, Hongkong dan Kanada.

Iman juga menjelaskan bahwa posisi Indonesia dimata dunia dianggap penting sebagai mitra dagang. Mengingat negara Indonesia menjadi target pasar terbesar di dunia. Alhasil, banyak negara yang melakukan kerja sama perdagangan dengan Indonesia. Berdasarkan data yang dilansir dari situs kemendag.co.id, pihak-pihak yang memutuskan untuk menjalin kerjasama antara lain Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), Indonesia European Free Trade Association-Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA), dan Indonesia European Union-Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Saat ini, Indonesia mendapat tuntutan dan tantangan global megenai era ekonomi digital dan global value chain (GVC). Untuk menjawab tantangan tersebut, Indonesia berencana bergabung dalam Kemitraan Trans-Pasifik (Trans-Pacific Partnership/TPP) .

Melalui program specific project strategy, kedua belah pihak fokus untuk meningkatkan perdagangan di bidang jasa pada pada pertemuan ERIA. Ini dilakukan karena perdagangan jasa diproyeksikan memiliki kendali besar dalam perdagangan global kedepan. Respon positif yang diterima tentu meningkatkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Setelah kebijakan ini, diharapkan kondisi ekonomi dalam negeri dapat terus berkembang melalui sektor perdagangan dan investasi.




Sumber : kemendag.go.id
Sumber Gambar Sampul : fiskal.co.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini