Membangun Peluang Bagi Start Up Indonesia

Membangun Peluang Bagi Start Up Indonesia
info gambar utama

Permodalan menjadi salah satu tantangan yang besar bagi bisnis start up digital. Banyak yang berpikir bahwa dengan semakin pesatnya start up, maka pendapatan pun akan meningkat dan tentunya laba perusahaan cukup untuk memenuhi kebutuhan akan modal. Namun kenyataannya hal itu belumlah cukup. Suntikan modal dari luar tetap dibutuhkan untuk memenuhi permintaan customer, pembenahan sistem, dan kebutuhan lain untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Kredit dari lembaga keuangan seperti bank tentunya menjadi salah satu pilihan bagi start up yang membutuhkan suntikan dana. Namun tetap tidak ada yang mengalahkan suntikan dana dari investor yang memiliki visi sama dengan start up yang dibangunnya.

Hal itulah yang menjadi landasan bagi PT Metra Digital Investama (MDI), Corporate Venture Capital (CVC) untuk TelkomGroup dan Telstra Ventures menandatangani nota kesepahaman untuk bersama-sama mengeksplorasi kesempatan investasi di sektor perusahaan teknologi start-up yang sedang berkembang pesat di Asia Tenggara.

Penandatanganan dilakukan oleh Presiden Direktur PT Metra Digital Investama Nicko Widjaja dan Group Executive International & New Businesses Telstra Cynthia Whelan disaksikan Direktur Innovation & Strategic Portofolio Telkom Indra Utoyo di Jakarta, Kamis (4/8).

Dalam nota kesepahaman ini, TelkomGroup dan Telstra akan membangun komite penanaman modal bersama untuk menjajaki kesempatan investasi dalam perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tinggi dan berbagi informasi, sumber, serta gagasan bisnis dan teknologi.

Direktur Innovation & Strategic Portofolio Telkom Indra Utoyo menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman tersebut. Menurut Indra, perjanjian nota kesepahaman ini memberikan akses kepada Telkom mempelajari pengalaman dan hubungan dengan pusat start-up global di Silicon Valley AS, Tiongkok dan negara lain.


“Selama dua tahun terakhir kerjasama, Telkom dan Telstra berhasil membangun hubungan yang baik, antara lain membawa aplikasi jaringan dan jasa ke bisnis-bisnis di Indonesia,” ujar Indra Utoyo.

Kerjasama kedua perusahaan telah berkembang menjadi sebuah kolaborasi terutama untuk menjajaki pengembangan bisnis di Asia Tenggara. “TelkomGroup akan terus berbagi khususnya mengenai praktek bisnis di Indonesia, sementara Telstra membawa pengalamannya yang mumpuni dalam investasi di tingkat global,” demikian jelas Indra Utoyo.

Sementara itu Group Executive International & New Businesses Telstra Cynthia Whelan mengatakan nota kesepahaman ini mempererat kerjasama antara Telstra dan TelkomGroup yang telah terjalin baik selama ini dan membuka kesempatan bagi Telstra untuk mengembangkan bisnis ke Asia Tenggara.

penandatanganan MoU
info gambar


Menurut Whelan, dengan banyaknya pelaku usaha dan populasi 600 juta orang di Asia Tenggara, termasuk sebagian pengguna media sosial dan pengguna telepon seluler terbesar di dunia, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk Telstra bekerjasama dengan Telkom yang merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.

Telstra melihat kesempatan itu utamanya dalam sektor e-commerce, aplikasi internet, dan solusi mobilitas. “Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan Telkom dan dapat berkenalan dengan perusahaan-perusahaan teknologi terbaik yang di wilayah Asia Tenggara,” pungkas Cynthia Whelan.

Kerjasama ini tentunya bisa menjadi peluang bagi banyak start up di Indonesia untuk terus berkembang, dimana Indonesia sendiri juga merupakan salah satu negara dengan pasar digital yang besar di dunia. Dengan bantuan permodalan dan pasar yang besar, bukan tidak mungkin start up di Indonesia kedepannya dapat menjadi perusahaan berkelas dunia.



Sumber : telkom.co.id
Sumber Gambar Sampul : business.lesechos.fr

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini