Lupa Sandi?

Temukan Hutan Purba hingga Cahaya Surga di Goa Jomblang

Widya LestariN
Widya LestariN
0 Komentar
Temukan Hutan Purba hingga Cahaya Surga di Goa Jomblang

Goa Jomblang terletak di desa Jetis Wetan, Gunung Kidul, Yogyakarta. Goa ini merupakan salah satu goa dari 500 goa yang terhubung di wilayah pegunungan karst Gunung Kidul. Adrenalin anda akan diuji ketika menuruni gua vertikal yang bertipe collapse doline ini. Seperti yang diketahui, goa ini mempunyai kedalaman sekitar 80 meter. Fenomena Goa Jomblang ini dinilai sebagai satu-satunya didunia, karena dalam area ini terdapat goa, hutan purba, sungai bawah tanah, hingga yang populer adalah fenomena ‘cahaya dari surga’.

teknik untuk menuruni goa jomblang. foto: initempatwisata.com
teknik untuk menuruni goa jomblang. foto: initempatwisata.com

Bibir Goa Jomblang memiliki diameter kurang lebih 50 meter. Untuk menyusuri goa vertikal ini pengunjung harus memakai peralatan standar SRT. Single Rope Technique (SRT) adalah teknik untuk menuruni gua vertikal dengan memakai satu tali sebagai lintasan yang dipakai untuk jalan naik dan turun. Jarak antara bibir goa dengan dasarnya cukup bervariasi, yang paling dalam sekitar 80 meter. Untuk mencapai dasar goa pengelola menyediakan berbagai variasi jalur untuk memudahkan pengunjung.

hutan purba di dalam goa jomblang. foto: initempatwisata.com
hutan purba di dalam goa jomblang. foto: initempatwisata.com

Pemandangan yang dapat dilihat selama menuruni goa adalah dinding goa yang unik karena memang kawasan perbukitan karst. Dinding ini juga ditumbuhi berbagai pohon dan tanaman yang menempel. Hutan purba yang subur kemudian akan menyambut anda di perut Goa Jomblang. Vegetasinya jauh berbeda dengan kondisi diatas, aneka lumut, tumbuhan paku, semak, hingga pohon-pohon besar tumbuh dengan rindang dan berwarna hijau.

Perjalanan belum berakhir, untuk menuju sungai bawah tanah dan ‘cahaya surga’ anda harus masuk luweng Grubug. Jomblang dan Grubug ini dihubungkan sebuah lorong sepanjang 300 meter. Melewati lorong ini, senter sangat diperlukan karena tidak ada cahaya lagi. Setelah bertemu sungai bahwah tanah, disitulah petualangan berakhir. ‘Cahaya surga’ akan muncul sekitar pukul 11 hingga 1 siang. Hal ini terjadi ketika sinar matahari masuk menerobos Luweng Grubug. Fenomena ini  membentuk satu tirai cahaya yang sangat indah, inilah yang sering disebut pengunjung sebagai cahaya surga.

Baca Juga
fenomena tirai cahaya yang sering disebut cahaya surga. foto: telusurindonesia.com
fenomena tirai cahaya yang sering disebut cahaya surga. foto: telusurindonesia.com

Guna melindungi ekosistem dan pertimbangan keselamatan, pengelola goa membatasi jumlah pengunjung yang masuk, yaitu hanya 25 orang dalam satu waktu. Ketangguhan Goa Jomblang sebagai area uji adrenalin juga telah diakui dunia internasional. Hal ini terbukti dengan dipakainya Goa Jomblang untuk salah satu rute diselenggarakannya “Amazing Race America” pada tahun 2011.




Sumber : tempo.co kompas.com.
Sumber Gambar Sampul : spotunik.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG WIDYA LESTARIN

i am happy ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata