Lupa Sandi?

Pandji Pragiwaksono: Indonesia Diberi Kehormatan Jaga Keanekaragaman Hayati Milik Dunia

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Pandji Pragiwaksono: Indonesia Diberi Kehormatan Jaga Keanekaragaman Hayati Milik Dunia

Keanekaragaman hayati di Indonesia disebut-sebut sebagai yang terkaya di dunia. Mulai dari hewan purba seperti komodo hingga hewan yang memiliki genetik terdekat dengan manusia ada di Tanah Air ini. Memang tidak seluruh flora dan fauna di dunia ada di Indonesia, namun di negeri yang membentang dari Sabang hingga Merauke ini ada ribuan jenis spesies yang hidup dan berinteraksi sama lain. Menyadari hal tersebut sejatinya Indonesia menyandang status sebagai penjaga kekayaan hayati yang dimiliki oleh Bumi ini. 

Hal serupa disampaikan oleh Artis multi-bidang, Padji Pragiwaksono yang mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara yang memiliki biodiversitas terkaya di dunia mengemban amanah untuk menjaga kekayaan tersebut. 

"Setelah beberapa waktu lalu saya berkeliling Indonesia kemudian dunia, saya menyadari bahwa semua keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia itu bukan milik Indonesia tapi milik dunia yang dititipkan pada kita untuk kita kelola, ini adalah sebuah kehormatan," ujar Pandji siang tadi dalam Konferensi Pers "Pandji Pragiwaksono Dukung Kampanye Lingkungan Hidup Conservation International (CI) Indonesia Lewat Juru Bicara World Tour" di Jakarta. 

Konferensi pers Pandji Pragiwaksono Dukung Kampanye Lingkungan Hidup Conservation International (CI) Indonesia Lewat Juru Bicara World Tour (Foto: Bagus DR / GNFI)
Konferensi pers Pandji Pragiwaksono Dukung Kampanye Lingkungan Hidup Conservation International (CI) Indonesia Lewat Juru Bicara World Tour (Foto: Bagus DR / GNFI)

Pandji yang mengaku sangat tersentuh ketika terlibat dengan kampanye Alam Berbicara yang digagas oleh CI Indonesia sekitar satu tahun yang lalu itu akhirnya menjadi sadar bahwa tema-tema konservasi sangat perlu untuk disampaikan lewat pertunjukan stand-up comedy. Pada saat itu Pandji berkesempatan untuk mengisi suara dalam sebuah film pendek dan berperan sebagai Hutan yang pada kampanye aslinya Nature Speaking diperankan oleh aktor Hollywood, Kevin Spacey. Itulah mengapa kemudian dirinya berkomitmen untuk memasukkan materi lawak dengan pesan konvervasi lingkungan dalam tur dunianya yang sedang berlangsung tahun ini. 

Tur dunia yang bertajuk Juru Bicara itu akan berlangsung di 24 kota di beberapa negara. Pandji bersama timnya akan menyampaikan berbagai macam isu di Indonesia dalam gaya yang renyah dan kocak. Hal itu dilakukan dengan harapan, para penonton yang hadir akan memahami bahwa sejatinya ada banyak masalah penting yang harus diselesaikan. Bahkan masalah itu bukan hanya dihadapi Indonesia saja, namun juga negara-negara lain di dunia seperti masalah konservasi lingkungan misalnya.

"Melalui komedi, masyarakat bisa memahami bagaimana garis merah antara hewan seperti Owa Jawa di Gunung Gede Pangrango dengan sumber air di Bogor dan relasinya terhadap Jakarta," ungkap Pandji.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ir. Moh. Haryono, M.Si, Kepala Sub-Direktorat Sumber Daya Genetik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini harus beranjak dari pemanfaatan hutan berbasis kayu menjadi pemanfaatan sumberdaya jasa lingkungan hutan.

Tidak hanya itu, dirinya juga mengungkapkan bahwa hutan di Indonesia juga berpotensi memiliki ribuan sumberdaya genetik yang mampu digunakan sebagai obat-obatan. Oleh karena itu kampanye konservasi lingkungan, khususnya hutan sangat perlu dilakukan.

Sementara itu, dari pihak Conservation International Indonesia, Iman Santoso mengungkapkan bahwa selama ini CI telah melakukan kajian ilmiah dan menjalankan program-program terkait dengan konservasi lingkungan di Indonesia dengan menggandeng masyarakat lokal. 

"Selama ini, CI telah melakukan kajian dan program di kawasan yang memiliki keragaman hayati dengan nilai yang tinggi seperti di habitat Pari Manta dan Hiu Paus," ujarnya.

Iman juga menambahkan bahwa untuk meningkatkan kesadaran dan melibatkan masyarakat lokal dalam usaha konservasi, CI harus memahami apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat. 

"Cara untuk meyakinkan masyarakat adalah dengan mengetahui kebutuhan dia (masyarakat), bahasa dia. Saat sudah diketahui kebutuhan dia ada di situ (alam), maka dia harus tahu cara untuk melindunginya. Itulah kemudian kita (CI) membantu dia untuk bisa menjaga dan membuatnya produktif," jelasnya.

Mengingat program yang dilakukan CI memerlukan penyampaian yang efektif pada masyarakat, itulah kemudian CI menggandeng Pandji yang juga sebagai stand-up comedian untuk menyuarakan kampanye Alam Berbicara. Tidak itu saja, Iman juga kemudian terinspirasi untuk menggandeng seni lawak lain seperti ketoprak, lenong, dan semacamnya untuk turut menyampaikan pesan konservasi. Diharapakan melalui seni tersebut pesan untuk menyadari garis merah dampak kerusakan lingkungan pada masyarakat di kota akan semakin dipahami.

Sumber : GNFI
Sumber Gambar Sampul : Bagus DR / GNFI

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Seorang copywriter dan penulis konten yang bermimpi mampu menebar inspirasi dan semangat lewat konten-konten berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

Wajib Tahu! Tiga Satwa Yang Menjadi Maskot Indonesia

Agatha Olivia Victoria3 minggu yang lalu

Satu-Satunya Ikan Yang Bisa Berjalan Ini Hidup di Kalimantan

Agatha Olivia Victoriasatu bulan yang lalu

Pulau di Bima ini Penuh Dengan Ular. Tak Berbisa

Akhyari Hanantosatu bulan yang lalu

Tanaman Rempah Indonesia Hadir di Belanda

Adriani Zulivansatu bulan yang lalu
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara