Mengenang Pidato Kenegaraan Setengah Abad Kemerdekaan Indonesia oleh Presiden Soeharto

Mengenang Pidato Kenegaraan Setengah Abad Kemerdekaan Indonesia oleh Presiden Soeharto
info gambar utama
Pidato Kenegaraan Presiden Soeharto
info gambar

Berikut adalah pidato kenegaraan Setengah Abad Kemerdekaan Indonesia oleh Presiden Soeharto pada tanggal 16 Agustus 1995

Saudara Ketua, para Wakil Ketua dan para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang saya hormati;

Para undangan dan hadirin yang berbahagia; Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air;

Besok pagi, 17 Agustus '95, Insya Allah, seluruh Bangsa Indonesia akan memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaannya. Peringatan kali ini mempunyai arti khusus. Sebab, kita akan genap berusia setengah abad sebagai Bangsa Merdeka.

Telah 50 tahun kita berjuang, mengalami suka duka dan bekerja keras. Tahun ini kita boleh bersuka cita. Namun di atas segalanya, sebagai bangsa yang kuat rasa keagamaannya, kita semua bersujud dan menyatakan rasa syukur yang sedalam-dalamnya ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa.

Menjelang 17 Agustus '95 besok, marilah kita melihat ke belakang untuk merenungkan sejenak pengalaman kita bersama sejak Proklamasi Kemerdekaan 50 tahun yang lalu. Dan, sekaligus kita melihat ke depan dengan cakrawala yang jauh menembus abad ke-21.

Selama 20 tahun sejak Proklamasi Kemerdekaan kita telah mengalami Perang Kemerdekaan, Revolusi dan pergolakan bersenjata. Tetapi pengalaman selama 20 tahun itu juga telah memberi modal yang sangat berharga bagi kelanjutan hidup kita sebagai bangsa.

Perjalanan bangsa kita di masa depan akan berada di tengah-tengah suasana dunia yang berubah dengan cepat, dan mengandung ketidakpastian. Menghadapi perkembangan dunia yang serba tidak pasti, maka di satu pihak, kita ikut berupaya agar perkembangan ke arah perdamaian dan pembangunan bertambah kuat.

Telah lima puluh tahun kita hidup sebagai bangsa merdeka. Telah dua puluh lima tahun bangsa ini kita bangun dengan penuh kesungguhan. Sekarang, bangsa kita lebih maju kehidupannya, lebih baik kesejahteraannya dan lebih tinggi taraf kecerdasannya. Kita juga bertambah kaya dengan pengalaman.

Sekarang kita berada pada awal PJP II, yang kita mulai dengan REPELITA VI. Kita berusaha untuk menghapuskan kemiskinan absolut jauh sebelum masa PJP II berakhir. Pertumbuhan ekonomi dan sumber daya manusia yang makin berkualitas akan membuat bangsa Indonesia pada akhir PJP II menjadi bangsa industri yang maju dan bangsa niaga yang tangguh.

Industrialisasi adalah proses budaya. Karena itu, kita harus membangun budaya masyarakat yang memiliki ciri-ciri masyarakat industri; seperti kerja keras, hemat, cermat, tanggung jawab, disiplin, menghargai waktu dan tekad untuk menghasilkan yang terbaik.

Pada tahun kita memperingati setengah abad Kemerdekaan Nasional, pada waktu kita berada pada awal tahap tinggal landas sekarang ini, putra-putri bangsa kita telah mulai menguasai teknologi canggih. Enam hari yang lalu bangsa Indonesia menjadi saksi penerbangan perdana pesawat N-250, Gatotkaca. Pesawat ini dirancang dan dibuat oleh putra-putri Indonesia. Pesawat ini penuh dengan peralatan teknologi mutakhir.

Dalam masa Perang dan Revolusi kaum muda kita menjadi pelopor dalam merebut, menegakkan dan mempertahankan Republik Proklamasi. Mereka adalah Generasi 45, Generasi Pembebas.

Sekarang, 50 tahun kemudian, dalam zaman pembangunan lahir batin, pada saat bangsa kita mulai memasuki tahap tinggal landas pembangunan, kaum muda Indonesia menjadi pelopor dalam merebut dan menguasai teknologi canggih.

Kami, Generasi Pembebas, Generasi 45, yang ikut melahirkan dan mempertahankan Republik Proklamasi, yang menyaksikan teman-teman seperjuangan kami para syuhada gugur sebagai tumbal dalam perjuangan kemerdekaan, sekarang ini merasakan ketentraman kalbu yang sangat dalam.

Saya ingin menyampaikan penghargaan yang tulus, kepada segenap Generasi Penerus di seluruh Tanah Air yang sedang giat-giatnya membangun di segala bidang demi kejayaan negaranya, demi kebesaran bangsanya, demi kemandirian masyarakatnya dan demi kesejahteraan rakyatnya.

Demikianlah perjalanan kita sebagai bangsa selama setengah abad. Sekarang kita tahu di mana kita berdiri dalam perjalanan sejarah.

Menjelang peringatan Hari Proklamasi besok, kita sampaikan rasa hormat yang setinggi-tingginya dan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada pendahulu-pendahulu kita, kepada pendiri-pendiri Republik ini, kepada mereka yang gugur di medan juang, kepada pahlawan yang terkenal dan kepada pahlawan yang tidak dikenal.

Marilah kita lanjutkan perjalanan bersama kita sebagai bangsa, makin mendekati cita-cita luhur kemerdekaan kita.

Awal abad ini kita mulai dengan Kebangkitan Nasional pertama, yang telah melahirkan Indonesia Merdeka. Menjelang akhir abad ini, kita memasuki Kebangkitan Nasional kedua, kita masuki tahap tinggal landas pembangunan kita.

Sebagai bangsa telah kita tunjukkan, bahwa kita mampu membangun.

Kita memiliki rasa percaya diri. Bukan yang takabur, melainkan yang bersyukur.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkahi perjalanan bangsa kita selanjutnya.

Terima kasih.




Sumber : perpusnas.go.id
Sumber Gambar : wikimedia.org

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini