Lupa Sandi?

Indonesia yang merdeka dan berdaulat digital. Mari wujudkan

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
 Indonesia yang merdeka dan berdaulat digital. Mari wujudkan

Tak terasa Indonesia telah berusia 71 tahun pada 17 Agustus 2016.
Sebagai sebuah bangsa, jatuh bangun telah dirasakan bersama sehingga menjadi makin kuat dalam menghadapi tantangan ke depan. 


Banyak tantangan yang dihadapi untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Untuk mengatasi tantangan juga tersedia berbagai cara agar Indonesia tetap kompetitif, salah satunya dengan bermain di ekonomi digital. 

“Di Asia Tenggara kita bersaing dengan Singapura dalam menjadi raja di ekonomi digital. Sekarang kita memang masih tertinggal, tetapi dengan digebernya pembangunan infrastruktur broadband dan sejumlah insentif dari pemerintah, kita bisa menjadi Energi Digital Asia seperti yang diimpikan Presiden Joko Widodo,” kata Direktur Enterprise dan Business Service Telkom Muhammad Awaluddin.

Muhammad Awaluddin | swa.co.id
Muhammad Awaluddin | swa.co.id


Dikatakannya, Telkom sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus konsisten menjadi agen perubahan, termasuk di era ekonomi digital. 


“Salah satu fokus kita tentu membangun konektifitas. Kita punya jalan tol broadband (Backbone) dengan panjang 83 ribu km, 10 juta home passed, dan ratusan ribu BTS. Kita juga mulai bawa Indonesia ke era ultrabroadband dengan layanan Smart Office Pro (Safiro). Selain itu kita juga bangun ekosistem aplikasi dan lainnya. Semua sebagai bakti Telkom bagi negeri,” tutupnya.

Baca Juga


Tak lupa, sebagai anak bangsa, Awaluddin pun membuat puisi tentang Ekonomi Digital dalam rangka HUT RI ke-71, berikut kutipannya:


Energi Bernama Digital

Dulu, guru mengajar sebatas kelas,
Kini, guru menebar ilmu tak terbatas.
Dulu, pelajar mencari ilmu di perpustakaan,
Kini, pelajar menggali pengetahuan di genggaman.
Dulu, nelayan mencari ikan dengan memandang bulan,
Kini, nelayan dipandu menuju tempat berkumpulnya ikan.
Dulu, seniman mencari inspirasi sebatas pandangan,
Kini, seniman menggali inspirasi tanpa tantangan.
Dulu, saudagar menyeberangi lautan dengan kapal,
Kini, saudagar merambah benua lain dengan digital.
Dulu, UKM hanya memandang pasar lokal,
Kini, UKM bebas menjangkau pasar global.
Itulah sumber Energi bernama Digital,
Energi memperkaya makna Merdeka dengan Digital.
Dunia harus tahu Indonesia bangsa yang hebat,
Indonesia Digital yang berdaulat
#Merdeka Digital & Berdaulat
(Muhammad Awaluddin)

(Indotelko.com)

Gambar utama : desktopwallpaper.com

Label:
digital
Telkom
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara