Lupa Sandi?

Pasoa & Sang Pemberani, Animasi 3D Karya Anak Negeri

Isniyah Zulfah
Isniyah Zulfah
0 Komentar
Pasoa & Sang Pemberani, Animasi 3D  Karya Anak Negeri

Generasi muda semakin menunjukkan kiprahnya di bidang teknologi. Kali ini angin segar datang dari dunia animasi Indonesia. Karya animasi siswa –siswi SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus, Jawa Tengah mendapat apresiasi tinggi dari para pengunjung acara dan rumah-rumah produksi di acara “Popcon Asia 2016”, yang berlangsung 12-14 Agustus 2016, di Jakarta Convention Center.

Animasi berjudul “Pasoa dan Sang Pemberani” ini merupakan karya yang tercipta berkat kerja 16 siswa dari jurusan Animasi, Desain Komunikasi Visual, serta Rekayasa Perangkat Lunak SMK RUS Kudus. Walau ketiga jurusan ini baru dibuka pada tahun ajaran 2015/2016 lalu, tapi kualitas mereka tidak bisa diragukan.

“Pasoa & Sang Pemberani” merupakan proyek utama dari RUS Animation Studio, wadah binaan Djarum Foundation yang menampung siswa-siswa kreatif pecinta animasi. Wadah ini dimentori oleh Daniel Harjanto, Technical Advisor SMK RUS. Selain Daniel, ke 16 murid ini dibantu oleh 4 orang guru profesional dalam dunia animasi, dua guru DKV dan juga praktisi yang berpengalaman dari Walt Disney Animation Studio, Woddy Woodman (yang terlibat dalam pembuatan animasi Mulan, Tarzan, dan Brother Bear).

Dalam membuat film animasi berbasis 3 dimensi ini, para tim kreator belia SMK RUS didukung software “Autodesk Maya”, seperti yang digunakan untuk membuat film animasi terkenal Big Hero 6 dan Good Dinosaur.
Animasi “Pasoa & sang Pemberani, mengisahkan tentang seekor hewan mitologi bernama Pasoa, perwujudan dari perpaduan beberapa hewan di Indonesia. Pasoa hadir untuk melindungi kekayaan hayati negeri ini. Kisah Pasoa diharapkan dapat mengenalkan lebih dalam tentang nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga alam Indonesia, sekaligus menyebarkan kekayaan dongeng tradisional yang berakar di masyarakat Indonesia. “Pasoa dan Sang Pemberani mengandung moral akan keseimbangan alam. Kita melihat dari banyaknya manusia yang lupa ketika mengeksploitasi alam, justru lupa dengan keseimbangan itu sendiri,” tegas Agam Amintaha, guru SMK RUS dikutip dari Zetizen.com

Salah satu siswa sedang mengerjakan proses pembuatan animasi Pasoa & Sang Pemberani (sumber:rus-animation.com)
Salah satu siswa sedang mengerjakan proses pembuatan animasi Pasoa & Sang Pemberani (sumber:rus-animation.com)

Proses penggarapan film ini dimulai pada oktober 2015 lalu. Hingga kini, proses pengerjaannya mencapai 60%. Rencananya, launching film akan digelar pada pertengahan November 2016. “Kita akan melakukan launching di salah satu bioskop di Jakarta. Nanti durasi film berkisar 30 menit,” lanjut Agam. Soal kemungkinan bakal tayang di TV swasta atau tidak, Agam mengaku harus melihat dari animo masyarakat terlebih dulu.

Ramainya pengunjung booth SMK Rus di Popcon Asia 2016 (Sumber: zetizen.com)
Ramainya pengunjung booth SMK Rus di Popcon Asia 2016 (Sumber: zetizen.com)

Ajang festival kreatif Asia, Popcon Asia 2016 merupakan salah satu sarana untuk memperkenalkan diri kepada komunitas kreatif animasi dan industri animasi di Indonesia. Lewat acara ini karya-karya kreatif anak bangsa lebih mudah ditemukan dan bisa mulai kondang di negeri sendiri. Selain itu., ajang ini merupakan sebuah ajang bertemu, berjejaring dan berkolaborasinya para pelaku industri kreatif lokal dan internasional.

Untuk mengobati rasa penasaran pembaca, berikut ini cuplikan teaser animasi yang akan tayang November nanti.



Sumber :
Sumber Gambar :

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ISNIYAH ZULFAH

A learner. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

7 Selebriti Internasional Keturunan Indonesia

Good News From Indonesia2 minggu yang lalu

Inilah 7 Cara ASEAN Tahan Hadapi Bencana

Good News From Indonesia2 minggu yang lalu

7 Film Indonesia di Ajang Oscar

Good News From Indonesia3 minggu yang lalu
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata