Mengapa Api di Kawah Ijen Menjadi Biru? Ini Dia Jawabannya

Mengapa Api di Kawah Ijen Menjadi Biru? Ini Dia Jawabannya

Mengapa Api di Kawah Ijen Menjadi Biru? Ini Dia Jawabannya

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kawah Gunung Ijen yang berada di Kabupaten Banyuwangi tidak henti-hentinya membuat wisatawan di seluruh dunia penasaran. Pasalnya, kawah ini menampilkan kejadian alam yang sangat sulit ditemukan dimanapun, sebuah pertunjukan alam berupa api berwarna biru yang menari-nari ditengah gelapnya malam.

Api biru di kawah ijen juga membuat penasaran para ilmuwan di dunia, pertanyaan mengapa kawah tersebut bisa memunculkan api berwarna biru menjadi pertanyaan yang lumrah. Kawan juga pasti bertanya-tanya mengapa hal itu bisa terjadi. Nah sebuah majalah museum terkenal di dunia Smithsonian Magazine ternyata telah membuat ulasannya. Berikut adalah jawaban dari pertanyaan mengapa api di Kawah Ijen berwarna biru.

Pada umumnya setiap gunung api mengeluarkan gas sulfur atau lebih umum dikenal sebagai belerang yang berinteraksi dengan udara pada suhu mencapai 360 derajat Celsius. Umumnya warna pendaran dari gunung adalah berwarna merah atau oranye akibat lava dari perut bumi. Namun pendaran warna di Kawah Ijen bukan diakibatkan oleh lava panas melainkan akibat gas belerang dengan kuantitas yang tinggi dengan tekanan dan suhu yang juga tinggi (mencapai 600 derajat Celsius).

Oksigen yang ada di udara kemudian terpantik oleh panas lava sehingga belerang akan langsung terbakar dan menghasilkan warna berwarna biru. Belerang yang terbakar di Kawah Ijen muncul dalam jumlah yang tinggi dan mengalir melalui bebatuan terlihat seperti lava berwarna biru. Namun karena warna apinya biru dan api itu bukan dari lava, membuat api biru hanya terlihat di malam hari. Di siang hari, api yang berekasi karena belerang ini akan berwarna kekuning-kuningan.

Kawah Ijen saat matahari terbit (Foto: Bagus DR / GNFI)
Kawah Ijen saat matahari terbit (Foto: Bagus DR / GNFI)

Beberapa orang menyebutkan bahwa peristiwa dan suasana Kawah Ijen disaat api biru itu muncul terkesan seperti suasana planet lain. Seperti yang dikatakan fotografer asal Perancis Olivier Grunewald yang hasil foto dan dokumenternya bersama Regis Etienne tentang api biru di Kawah Ijen sempat booming dikalangan wisatawan mancanegara.

"Penampakan dari api itu dimalam hari terlihat aneh dan tidak biasa, setelah beberapa hari di kawah kami merasa seperti hidup di planet yang lain," ujar Grunewald

Sumber : Smithsonian Magazine
Sumber Gambar Sampul : blueflametour.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga66%
Pilih SedihSedih1%
Pilih SenangSenang4%
Pilih Tak PeduliTak Peduli2%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi6%
Pilih TerpukauTerpukau22%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Indonesia Luncurkan Sukuk Tabungan Untuk Pertama Kalinya Sebelummnya

Indonesia Luncurkan Sukuk Tabungan Untuk Pertama Kalinya

Buku Pintar, "Wikipedia-nya" Orang Indonesia Sebelum Era Internet Selanjutnya

Buku Pintar, "Wikipedia-nya" Orang Indonesia Sebelum Era Internet

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.