Lupa Sandi?

Reog Ponorogo Siap Pukau Davao dan Manila Filipina

Agustina  Suminar
Agustina Suminar
0 Komentar
Reog Ponorogo Siap Pukau Davao dan Manila Filipina

Kehebatan Reog tidak hanya berhasil memukau masyarakat Indonesia disetiap parade budaya, namun juga setiap evet luar negeri. Begitu juga saat reog tampil di upacara penutupan Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Pertunjukan yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur ini berhasil memukau para atlet di kancah Asia.

Beberapa saat yang lalu, KBRI di Manila yang bekerjasama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan Kementrian Pariwisata untuk mengadakan acara ini. Pertunjukan reog di Filipina  sendiri terdapat di 2 titik, yakni di Davao City, tepatnya di University Of Mindanao pada tanggal 20-23 Agustus. Sedangkan pada tanggal 24-27 Agustus 2016 pertunjukan reog diadakan di Mall Of Asia Manila.

Reog Tebar Pesona di Manila, Filipina. Sumber:http://moneter.co.id
Reog Tebar Pesona di Manila, Filipina. Sumber:http://moneter.co.id

Untuk mensukseskan acara ini, penyelenggara yang diwakili pihak KBRI, KJRI dan Kemenpar meminta Rusdy Kiranas selaku pendiri Lion Air untuk bersedia membuka jalur penerbangan Cebu Island-Manado, dan atau Davao-Manado.

Jalur Cebu Island dipilih karena disana terdapat banyak turis Cina dan Kore. Sehingga membuka jalur disana merupakan strategi penyelenggara agar lebih banyak lagi turis asing yang datang mengunjungi pertunjukan reog di Filipina. Aried Yahya mengungkapkan, untuk mensukseskan acara ini,  airlanes ikut bekerjasama dengan membuat paket sampai ke Manado dan beberapa kota di sekitar Manado, seperti Gorontalo, Morotai, Sangihe, Ambon, Halmahera, dan lainnya.

Baca Juga

Upaya yang diupayakan oleh Kemenpar ini didukung banyak pihak. I Gede Pitana, selaku Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kemenpar mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan Reog Ponorogo beserta 30 orang. Diharapkan, setelah pertunjukkan ini sukses di luar negeri, maka semakin banyak  turis yang datang ke Indonesia dengan benda dan seni budaya Indonesia yang lain.

Acara dibuka dengan diadakannya Parade Seni sepanjang 2 kilometer yang diisi oleh para penari dan pemain musik berjalan maupun alat musik yang diangkut mobil truk. Sedangkan pada tanggal 22 Agustus kemarin diakan workshop interaktif di University Of Mindanao. Workshop ineraktif tersebut membahas tentang seni dan budaya antara Indonesia dan Filipina. Dan saat workshop itulah peserta dihibur dengan penampilan reog.

Reog dalam Festival Budaya Kadayawan di Filipina.
Reog dalam Festival Budaya Kadayawan di Filipina.

Berbeda dengan pertunjukkan di Davao City, pertunjukan reog di Manila selang satu hari setelahnya menampilkan ragam budaya Indonesia yang lain. Tidak hanya Reog Ponorogo, KBRI bersama Pemkab Ponorogo juga menampilkan Tari Piring Sumatera Barat, Tari Pendet Bali, dan Tari Saman Aceh. Upaya ini dilakukan untuk lebih mengenalkan lagi beragam pesona budaya Indonesia di Filipina.

Sedangkan untuk pada tanggal 26 Agustus, pementasan reog ponorogo dan tarian Sumatera Barat ditampilkan oleh ISI Padang Panjang dan Nursilah UNJ. Pementasan diadakan melalui workshop Seni Budaya Indonesia di Manila. Dari serangkain acara ini, ditargetkan sekitar 275.000 wisatawan mancanegara (wisman) asal Filipina sampai akhir tahun 2016.

Selanjutnya, pihak Kemenpar mewacanakan untuk menggenjot promosi  budaya Indonesia di 10 destinasi prioritas di Filipina pada bulan Mei dan Oktober. Pada Peak season tersebut banyak masyarakat Filipina yang menghabiskan waktu untuk berlibur.



Sumber :

liputan6

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang33%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau33%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AGUSTINA SUMINAR

We write to taste life twice. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara