Supermentor 14 Hadirkan 4 Anak Bangsa Cemerlang Yang Bawa Indonesia Mendunia

Supermentor 14 Hadirkan 4 Anak Bangsa Cemerlang Yang Bawa Indonesia Mendunia
info gambar utama

Mentor adalah sosok yang dibutuhkan bagi siapapun yang menginginkan pengembangan diri. Menerima masukan dan inspirasi termasuk kritik. Tanpa itu semua, seseorang mungkin akan terlalu mudah cepat puas diri dan akhirnya tidak berkembang. Itulah mengapa seseorang perlu mencari mentor utamannya mentor yang super.

Bagi kawan yang mengira bahwa mencari mentor super itu sulit, pasti belum mengenal even yang bernama Supermentor. Even ini berusaha menghadirkan mentor-mentor luar biasa yang sering kali sulit untuk diakses oleh kawan yang masih merintis karir ataupun dalam posisi profesional yang masih rendah. Di even ini ada banyak mentor yang berbagi ide, wawasan dan gagasan.

Di ajang Supermentor ke-14 bertajuk Abad 21 Sebagai Abad Kecemerlangan Indonesia yang diselerenggarakan pada hari Minggu, 19 Agustus 2016 yang lalu menghadirkan empat mentor Dino Patti Djalal, Ridwan Kamil, Shamsi Ali dan Agus Yudhoyono. Mereka adalah anak-anak bangsa Indonesia yang telah mendunia yang hadir untuk berbagi pengetahuan dan gagasan tentang Indonesia dengan para anak-anak muda yang hadir di Ballrom XXI Djakarta Theater. Acara tersebut diadakan khusus sebagai bagian dari merayakan Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71.

Antusiasme anak-anak muda menghadiri Supermentor terlihat sangat tinggi. 500 lebih hadirin memadati ruangan. Bahkan jumlah itu terus bertambah hingga kursi tidak lagi cukup untuk menampung. Beberapa akhirnya harus rela untuk duduk diatas karpet untuk turut menyimak inspirasi dari para mentor.

Dino Patti Djalal (Foto: Bagus DR/GNFI)
info gambar

Malam itu sesi dibuka oleh Dino Patti Djalal yang juga pendiri dari Supermentor, memaparkan bahwa abad 21 merupakan abad kecemerlangan Indonesia. Dirinya menganggap bahwa Indonesia saat ini memiliki berbagai modal untuk mewujudkan mimpi para pendiri bangsa. Oleh karena itu tidak ada alasan lagi bagi masyarakat Indonesia untuk pesimis bahwa Indonesia akan mampu menjadi bangsa besar di dunia.

Dirinya juga menjelaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang selalu dikagumi oleh negara lain. Bahkan para diaspora Indonesia juga mengagumi bangsa ini. Penyebabnya adalah karena Indonesia memiliki paket yang unik bagi sebuah bangsa. Indonesia memiliki Islam dengan demokrasi serta adanya partisipasi perempuan yang tidak dimiliki bangsa lain dimanapun.

Dino diakhir pemaparannya menantang para pemuda Indonesia untuk berani mengupgrade sumpah pemuda sehingga memiliki poin keempat yang kira-kira begini bunyinya "Terus menjaga Keindonesiaan sepanjang masa".

Terkait dengan Islam sebagai sebuah paket Negara Kesatuan Republik Indonesia, supermentor juga mendatangkan Shamsi Ali, seorang imam Masjid Al-Hikmah di New York Amerika Serikat. Shamsi yang dikenal sebagai seorang imam yang kerap diundang dalam dialog antar agama di Negeri Paman Sam menuturkan bahwa Islam merupakan bagian dari karakter Indonesia sebagaimana sejarah menjelaskan.

Tidak hanya itu, Shamsi yang telah berada di Amerika selama hampir 30 tahun juga menjelaskan bahwa umat Islam dari Indonesia adalah umat yang paling siap untuk menghadapi dunia global. Sebab umat Islam Indonesia selain memiliki wawasan keduniaan yang unggul tetapi juga memiliki karakter spiritual yang kuat.

Pria asal Bulukumba, Sulawesi Selatan itu juga membayangkan kembali (reimaginate) mimpi kejayaan Indonesia. Bahwa sesungguhnya kejayaan Indonesia adalah sebuah mimpi yang dibangun bersama-sama namun Shamsi menekankan agar Indonesia tidak hanya larut dalam mimpi sebab "Mimpi orang yang terjaga, adalah mimpi yang akan menggoncang dunia," ucap Shamsi.

Ridwan Kamil (Foto: Bagus DR/GNFI)
info gambar

Mentor selanjutnya adalah seorang Walikota Bandung, arsitek Indonesia yang telah mengawali karirnya di Amerika Serikat, Ridwan Kamil. Walikota yang akrab disapa dengan sebutan Kang Emil itu menjelaskan bahwa Indonesia akan menjadi negeri yang luar biasa karena memiliki generasi muda yang melimpah. Namun tantangan masa depan adalah dunia yang semakin ekstrim dan berpotensi menghilangkan rasa kemanusiaan oleh karena itu menurut Emil, masyarakat Indonesia perlu memiliki nilai, nilai-nilai kebaikan dan positif.

Selain itu Emil menjelaskan, masyarakat Indonesia juga harus memiliki perubahan menjadi lebih baik yang datang dari kepedulian. Dia juga menjelaskan bahwa untuk menjadi orang yang unggul, Indonesia perlu berani mengambil resiko. Sehingga untuk masa depan seseorang harus bisa berfikir jauh kedepan bukan hanya satu atau dua tahun mendatang. Disanalah kemudian, inovasi dibutuhkan. "Inovasi adalah yang membedakan antara pemenang dengan pecundang," ujar Emil.

Agus H. Yudhoyono (Foto: Bagus DR / GNFI)
info gambar

Belum cukup sampai disitu, di sesi terakhir perbincangan tentang patriotisme dibawakan oleh Putra dari Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Yudhoyono.

Di sesi ini, Agus yang merupakan Komandan Batallion Infanteri Mekanis 203 banyak mengajak hadirin yang hadir untuk membangun imajinasi bagaimana bila Indonesia mampu bersaing dan tampil di dunia global. Seperti apa kira-kira Indonesia di masa 1 abad tepatnya di tahun 2045.

Meski banyak mengajak hadirin untuk bermimpi besar, pria yang tercatat pernah menjadi bagian dari Pasukan Perdamaian PBB itu menekankan bahwa mimpi itu tidak akan bisa dicapai bila setiap orang di Indonesia tidak berjiwa patriot. Sebab menurutnya bahwa setiap orang bisa menjadi patriot. Sebab patriot bukan hanya terbatas pada orang-orang yang mengangkat senjata untuk berjuang membela negara. Tetapi setiap orang yang berjuang untuk memajukan Indonesia.

Nada Lutfia (Foto: Bagus DR / GNFI)
info gambar

Di acara tersebut juga seorang yang mengejutkan ditampilkan, seorang perempuan bernama Nada Lutfia seorang korban Tsunami Aceh tahun 2004 yang kehilangan kedua orang tuanya. Di even tersebut, Nada menyampaikan pengalaman dan perjuangannya untuk meraih cita-cita

Nada yang bercita-cita menjadi seorang bankir tersebut mengungkapkan bahwa pengalaman hidupnya memang sesuatu yang menyedihkan namun dirinya menegaskan bahwa sebagai orang yang unggul kita semua tidak boleh untuk larut dalam kesediah. Itulah mengapa Nada semenjak Tsunami 2004 berhasil meraih prestasi menjadi yang terbaik disetiap jenjang pendidikan yang dia jalani.

Merekalah mentor-mentor hebat yang telah membawa Indonesia mendunia berkat karya-karyanya. Kini giliran kawan untuk turut berkontribusi bagi Tanah Air wujudkan impian!

Sumber : GNFI
Sumber Gambar Sampul : Bagus DR/GNFI

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini