City Branding Sebagai Identitas Daerah

City Branding Sebagai Identitas Daerah
info gambar utama

Istilah brand awalnya merupakan temuan dari ilmu pemasaran yang diterapkan pada sebuah produk (barang atau jasa). seiring dengan perkembangannya konsep branding kemudian meluas ke berbagai obyek seperti event,orang dan tempat.

sementara itu branding adalah proses merancang perencanaan dan menceritakan nama serta identitas dalam rangka membangun atau mengelola reputasi (Anholt,pp.4-6 dalam Kerelin And Schneider,2009)

Dalam dunia bisnis, Brand atau merk sangat menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Makanya banyak perusahaan mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk dapat mempromosikan brand-nya ke masyarakat luas. Dengan kata lain agar brand-nya dapat menjadi Brand Equity.

Di sektor publik, diakui atau tidak, dengan penerapan otonomi daerah dan semakin nyata serta meluasnya trend globalisasi saat ini, daerah pun harus saling berebut satu sama lain dalam hal:

  • Perhatian (attention)
  • Pengaruh (influence)
  • Pasar (market)
  • Tujuan Bisnis & Investasi (business & investment destination)
  • Turis (tourist)
  • Tempat tinggal penduduk (residents)
  • Orang-orang berbakat (talents), dan
  • Pelaksanaan kegiatan (events)

Oleh karena itu sebuah daerah membutuhkan Brand yang kuat. Secara definisi, City Branding adalah indentitas, symbol, logo, atau merk yang melekat pada suatu daerah.

Caption (Sumber Gambar)

"orang pintar" Rhenald Kasali pernah mengatakan city branding sama sekali tidak untuk menggantikan strategi pembangunan daerah. ia hanya menjadi pelengkap. meski begitu city branding ibarat brand promise. ia juga janji,jadi harus ditepati. karena itu slogan sebuah kota harus menjadi mimpi bersama seluruh warganya.

branding kota menjadi semakin penting sebagai kota di seluruh dunia bersaing untuk perhatian konsumen,wisatawan,investor dan pemangku kepentingan lain yang menghasilkan uang untuk kebutuhan kota. kavaratzis menjelaskan bahwa dinamika kota terdiri dari investasi,pariwisata,sumber daya dan isu-isu sosial serta menciptakan lingkungan yang unik yang membedakan antara kota satu dengan yang lainnya. (Kavaratzis 2004;Alvarez,2010).

ini merupakan strategi untuk meningkatkan daya saing kota dengan identitas. hal ini sejalan dengan konsep multisinergi dalam Jatimnomics oleh gubernur Jatim, Soekarwo. dimana pemerintah melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk warga kota untuk berbartisipasi. menurutnya tiga hal utama yang dilakukan adalah menemukan identitas kota, perlibatan dan kerjasama dengan pihak non pemerintah serta tindak lanjut dari konsep yang telah dibentuk bersama.

Banyak kota besar ataupun kota kecil di Indonesia yang sudah membranding kotanya dengan baik, seperti Enjoy Jakarta, Bandung Kota Kreatif, Yogya Istimewa,dan pekalongan kota batik. lalu bagaimana dengan branding yang ada di kotamu?

Caption (Sumber Gambar)

"Bojonegoro Kota Impian Dengan Sejuta Kehangatan". Bojonegoro adalah sebuah kota di Jawa Timur Indonesia yang memiliki keunikan dan berlimpah akan potensi baik sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya.

kota ini merupakan kota yang terbentuk dari berbagai elemen dan karakter masyarakat yang menjadikan sebuah peradaban dengan keunikan tersendiri. welas asih, jujur, ramah, sopan, toleransi dan gotong royong masih menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dari kota ini, sehingga hal ini yang dapat menjadikan Bojonegoro sebagai kota yang aman,tentram serta nyaman.

44% luas wilayah kabupaten ini adalah kawasan hutan,yang termasuk hutan jati didalamnya dan sisanya adalah area pertanian,perkebunan,peternakan,industri,dan pemukiman penduduk. jumalah penduduk kabupaten ini sebesar 1.3juta jiwa, yang 80% nya adalah bermata pencarian sebagai petani.

kota jati ini kemudian menjadi pusat perhatian secara nasional maupun internasional sejak ditemukannya Minyak Dan Gas (migas) yang berkontribusi sebesar 20% untuk produksi minyak Nasional. dapat dibayangkan betapa hangatnya suhu udara dikota ini dengan kota lainnya.

Bojonegoro tak hanya bergantung pada migas, industri kreatif kerajinan sudah ada sebelum minyak kota ini di eksploitasi. kerajinan akar jati margomulyo,meubeler sukorejo, bubut kayu kasiman dan gerabah malo, serta sentra kerajinan batik khas bojonegoro menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di masyarakat.

selain industri, daerah yang telah di nobatkan sebagai prototype Open Government Partenrship atau kota yang telah dianggap berhasil menjalakan pemerintahan yang terbuka di dunia ini juga memiliki berbagai macam keunikan lain yang sekiranya dapat menarik minat wisatawan. sumur tua wonocolo yang di jadikan wisata geoherritage, perkebunan salak dan belimbing, festival bengawan solo, serta pengambilan api abadi dari kayangan api untuk di semayamkan dalam acara Hari Jadi Bojonegoro dan grebek berkah jonegaran.

Kota ini sudah memiliki Modal dasar untuk melakukan city branding masyarakat tinggal mengembangkannya. branding tak perlu mahal, hal itu dapat diatasi dengan sebuah inovasi, kreatifitas, kemauan dan kesdaran darj masyarakat itu sendiri dan di support oleh pemerintah. Dalam membangun dan mengembangkan City Branding yang kuat,pemerintah harus mampu mengidentifikasikan brand attributes yang jelas dari kotanya, sehingga dapat membentuk prespektif yang positif dari publiknya. imajinasi dan open mind sangat dibutuhkan untuk mengidentifikasi keunikan lainnya yang menjadi karakter yang kuat dari sebuah kota.

Sumber :
Sumber Gambar Sampul :bayu.yoggi

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini