Lupa Sandi?

Kepulangan Peraih Emas Olimpiade Rio 2016 Disambut Meriah di Terminal 3 Soeta

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Kepulangan Peraih Emas Olimpiade Rio 2016 Disambut Meriah di Terminal 3 Soeta
Kepulangan Peraih Emas Olimpiade Rio 2016 Disambut Meriah di Terminal 3 Soeta

Ada yang berbeda dengan proses pendaratan sebuah pesawat Qatar Air Ways berkode penerbangan QR 956 di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng Tangerang kemarin, Selasa (23/8/2016). Pesawat itu tampak disemprot air dari sebuah unit mobil pemadam kebakaran bandara meski di dalamnya masih terdapat penumpang. Tidak ada kebakaran atau apapun, itu tentu mengundang pertanyaan. Ada apa sebenarnya?

Ternyata semprotan air itu adalah proses water salutation atau semprotan air untuk menyambut tamu istimewa yang mendarat di bandara. Tamu istimewa itu adalah dua anak bangsa peraih medali emas di ajang Olimpiade Rio 2016. Siapa lagi kalau bukan Tontowi Ahmad dan Liliayan Natsir yang berhasil menyingkirkan Malaysia di ajang final Ganda Campuran Cabang olahraga Badminton 17 Agustus yang lalu.

Baca Juga
Water Salutation yang dilakukan di Bandara Soekarno Hatta kemarin (Foto: dok. Angkasa Pura II)
Water Salutation yang dilakukan di Bandara Soekarno Hatta kemarin (Foto: dok. Angkasa Pura II)

Penyambutan keduanya tampak sangat meriah di terminal kebanggaan Indonesia yang juga baru saja di resmikan tersebut. Setelah turun dari pesawat, Owi dan Butet begitu keduanya akrab disapa langsung digiring ke Terminal 3 kemudian menuju sebuah bus unik bertingkat yang berhias merah putih lengkap dengan atribut bertuliskan "Selamat Datang Pahlawan Olahraga Indonesia" di bagian depan.

Bus bernama Bandros itu sejatinya adalah bus milik pemerintah kota Bandung yang sempat digunakan untuk mengarak kemenangan Persib Bandung dalam kejuaraan sepak bola setahun silam. Dulu bus tersebut berwarna biru dan kini bus disulap menjadi berwarna merah dan putih demi menyambut dua pahlawan olahraga Indonesia.

Bus Bandros yang digunakan untuk mengarak Pahlawan Olahraga Indonesia (Foto: dok. Angkasa Pura II)
Bus Bandros yang digunakan untuk mengarak Pahlawan Olahraga Indonesia (Foto: dok. Angkasa Pura II)

Perjalanan arak-arakan Owi dan Butet tidak hanya dilakukan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, namun juga dilakukan menuju Jakarta. Diantara rombongan itu juga terlihat dua peraih medali perak dari ajang angkat besi, Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan yang berangkat menuju tengah kota lewat jalan tol, keluar di pintu Semanggi, lalu berputar di jembatan TVRI dan berlanjut ke kawasan Gelora Bung Karno mulai Hotel Mulia, lampu merah Hotel Fairmont, FX Plaza, Hotel The Sultan, JCC, dan finis di kantor Kemenpora.

Pagi hari tadi rombongan peraih medali olimpiade juga kembali diarak menuju Istana Presiden dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo . Berangkat dari kantor Kemenpora bus Bandros berjalan menuju Pintu VII GBK Senayan, menuju Jln. Sudirman, Jln. MH. Thamrin, dan langsung ke Istana.

Seperti diketahui pada ajang Olimpiade Rio 2016 Indonesia mengirimkan sebanyak 75 kontingen untuk berbagai cabang olahraga. Dari puluhan kontingen tersebut, Indonesia berhasil membawa pulang satu medali emas dan dua medali perak. Raihan tersebut menempatkan Merah Putih di peringkat 46 diatas Vietnam dan Malaysia.

Meski hanya tiga medali yang diperoleh pada ajang Olimpiade kali ini, sudah sepatutnya seluruh kontingen yang telah berjuang diberi apresiasi dan terus didukung. Semoga di tahun 2020, Indonesia akan mampu membawa pulang lebih banyak medali dalam Olimpiade Tokyo, Jepang. Terima kasih para pahlawan olahraga.

Sumber : AngkasaPuraII
Sumber Gambar Sampul : dok. Angkasa Pura II

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Pencerita yang tiada habisnya. Mencari makna untuk cipta karya. Pembelajar yang kerap lapar. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas