apakah layak ?

apakah layak ?
info gambar utama

Pahlawan dalam bahasa Sanskerta berarti phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala)yang berkualitas bagi (bangsa, negara, dan agama) adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani.

Orang yang bisa dikatakan pahlawan bukan lah dia yang semasa hidupnya tidak pernah melakukan salah sama sekali karna tidak mungkin ada manusia yang tidak pernah melakuan salah.

Akan tetapi seseorag bisa di katakan pahalawan apabila dia memiliki jasa dalam mempertahan kan bangsa ini tetap dengan nama nya tetap dengan kemerdekaan nya.

Akan tetapi dalam pemberian gelar pahlawan ini selalu saja ada yang pro dan ada yang kontra.

Ada saja yang menghitung apa saja kebaikan dan pasti ada saja yang menghitug apa saja kejelekan.

Dulu pada tahun 2010 gubernur jawa tengah pernah mewacanakan mantan presiden kedua kita untuk mendapat gelar pahalwan nasional.

Tapi sampai saat ini masih mengambang dan masih sering di lakukan pengendapan padahal sudah selesai dan memenuhi persyaratan di mentri social akan tetapi setelah sampai di dewan gelar selalu di lakukan pengendapan dengan alasan terlalu dini saya rasa ini adalah bukan pertimbang objek tetapi prtimbagan politis.

Pada saat persiden kedua ini meninggal dunia jenazah mantan presiden kedua ini diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Cendana, Jakarta, Senin, 28 Januari 2008, pukul 07.30 WIB menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Selanjutnya jenazah akan diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Solo pukul 10.00 WIB untuk kemudian dimakamkan di Astana Giri Bangun, Solo, Senin (28/1). Jenazah tiba di Astana Giri Bangun siang itu sebelum pukul 12.00 WIB. Almarhum diturunkan ke liang lahad pada pukul 12.15 WIB bersamaan dengan berkumandangnya azan zuhur. Almarhum sudah berada di liang lahat siang itu pukul 12.17 WIB. Upacara pemakaman Soeharto tersebut dipimpin oleh inspektur upacara Susilo Bambang Yudhoyono.

Dan pada saat itu pun Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan

“kita telah kehilagan salah satu putra baik bangsa Salah satu pejuang setia dan seorang negarawan terhormat.”

Akan tetapi pada saat itu dan sampai sekarang tidak ada upaya untuk mengabul kan wacana menjadikan mantan presiden kedua itu sebagi pahlawan nasional.

Ada yang mengatakan bahwa Seorang pahlawan adalah orang yang memberikan hidup nya untuk sesuatu yg lebih besar dari pada diri nya sendiri( josseb hembbel)

Kalau kita menilai dan menimbang apa saja yang telah mantan presiden kedua ini berikan ke pada Negara ini pasti banyak perdebatan yang tidak akan pernah terselesaikan karna kita melihat dan memikirkan dengan pikiran masing –masing akan tetapi yang di butuhkan bukan lah pertimbagan tentang baik dan buruk tapi layak kah tidaknya.

Jika kita melakukan Pertimbagan secara objektif

kala itu mantan presiden kedua dia mampu meletakkan sendi-sendi pembagunan nasional baik jangka panjang atau pun jangka pendek dan dia melakukan Akslerasi di segala bidang ekonomi ter-utama.

Masih banyak lagi sepeti Stbilitas politik, Integrasi nasional ingat pada masa ke-pemimpinan nya tidak ada satu pun pulau lepas dari gengaman Indonesia.

Di masa kepempinan nya pun Indonesia sangat di segani kala itu bukan di ukur dari personal tetapi Negara.

Namun perlu di ingat pemimpin ada masa nya ada peluang dan tantangan di dalam masa sendiri.

Di balik banyak hal kebaikan yang dapat di lakukan oleh mantan persiden kedua di pandagan sebagian orang masih ada juga sebaliknya artinya keburukan-nya.

Kehancuran HAM kala itu banyak yang menggap mantan presiden kedua inilah penyebabnya.

Pembungkaman media kala itu mungki bila saat itu tidak ada reformasi mungkin saya tidak bisa berkata seperti ini dan mungkin juga kalian tidak akan pernah bisa membaca ini.

Mantan presiden kedua memang sntralistik akan tetapi sntralistik belum tentu oteriter

Andai saja mantan presiden kedua ini tidak Bejiwa ke-arifan mungki saja tidak akan ada yang nama reformasi sangat mudah bagi nya untuk mempertahan kan kala itu jika ia ingin.

Lihat lah banyak anak muda yang bisa menikmati pendidikan di Yayasan supersemar berkat beliau.

Akan tetapi selama 32 tahun iya menjabat banyak yang memandang tidak terlalu banyak ia meninggal kan warisan.

Banyak yang berfatwa bahwa yang hanya di tinggal kan Ketidak adilan hokum,KKN,Dan lain sebagai nya.

Jika Kita tempat kan mantan persiden kedua pada fakta sejarah 1998 tuntuan masyarakat yang di plopori mahasiswa adalah

-turunkan pak harto - meminta penghapusan KKN dan dwi fungsi ABRI –pembubaran partai golkar

TAP MPR/ no 11 tahun 1998 pasal 4 meletakan nama soeharto akan tetapi hukum ini normatif artinya sampai kapan pun itu memang harus dilakukan

Kalau kita mau melihat Apa jasa nya dalam mem-pertahan kan kemrdekaan ,Berjuang sejara fisisk mempertahan kan Negara.

Ingat tahun 48-49

Agresi meliter ke-dua pada 19 desember 1948 dan Seragan 1 maret 1949 soeharto ada terlibat di dalam nya.

Dan ingat soeharto adalah anak buah kesayagan Jenderal sudirman .

Dan dia lah yang bisa membujuk kembali jendral sudirman untuk kembali ke yogjakarta melakukan rekonsliasi antara soekarno dan sudirman

Itu di lihat pada masa sebelum kepemimpinan-nya bagaiman pada masa kepemimpinan-nya.

Pertama Inflasi di awal bisa di netralisirkan dalam waktu singkat di sealmatkan

Kedua Kemesikinan absolut tahun 1975 kala itu sebesar 75% bisa di turunkan 11 % itu dimasa kepemimpinan soeharto.

Ketiga Indonesia sebagai suasembada pangan

Namun apakah layak jika masih banyak yang mengatakan

dia adalah pelengar ham berat,Pembunuh pahlawan revolusi,Dia pembunuh ketua pni dan masanya pembunuh ketua pki dan masanya.,penganiyaya mentri Kabinet Dewikaro

bahkan soekarno mengatakan pada tahun 65 lingkara ring 1 penculikan dan pembunuhan pahalwan revolusi konflik internal angkatan darat ini gambaran jelas.

Menjelang perayaan hari pahlawan

Kita selaku masyarkat Indonesia sama-sama memutuskan layak kah ia mendapatkan gelar pahlawan nasional.

Lakukan lah pertimbagan secara objektif jangan gunakan pertimbagan secara politis.

Putuskan ,layakkah iya ?



Sumber :
Sumber Gambar Sampul : https://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini