Lupa Sandi?
Java Jazz Single

2025, Sejarah Baru akan Tercatat di Dunia Digital Indonesia

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
2025, Sejarah Baru akan Tercatat di Dunia Digital Indonesia
2025, Sejarah Baru akan Tercatat di Dunia Digital Indonesia

Google memprediksi, pada 2025 Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Hal ini disampaikan Henky Prihatna selaku Kepala Industri Google Indonesia (Country Industri Head Google Indonesia), dalam seminar wining the digital war yang berlangsung di Jakarta, Senin (22/8/2016).

Perkembangan Indonesia di bidang internet cukup pesat, meski saat ini, digital ekonominya jauh tertinggal dibandingkan China dan India.

Dia menyampaikan, Indonesia telah memiliki 100 juta pengguna internet. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia pada posisi lima terbesar dunia.

Baca Juga

Menurut Henky, pengembangan broadband dan penetrasi perangkat ponsel akan dapat membantu percepatan pengguna internet di Indonesia.

Yang menjadi tantangan bagi Indonesia, katanya, adalah kondisi geografisnya. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan ribuan pulau yang tersebar.

"Indonesia itu kepulauan, China lebih continen, jadi logistik lebih berat secara geografis," ujarnya.

Upaya pemerintah melalui pembangunan infrastruktur broadband internet melalui proyek Palapa ring, menurutnya, patut diapresiasi.

Diharapkan, dengan adanya koneksi internet di berbagai daerah, penetrasi ekonomi digital akan semakin dalam dan meluas. (Times Indonesia)

Pilih BanggaBangga58%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang33%
Pilih Tak PeduliTak Peduli8%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie