Warkop DKI adalah grub lawak legendaris Indonesia. Beranggotakan 3 personil, banyak yang mengenal grub ini dengan sebutan ketiga personilnya, yakni Dono Kasino Indro. Setiap anggota Warkop memiliki peran masing-masing dalam hal komedi. Dari ketiga anggota Warkop, Dono memiliki peran yang kocak dan paling sering mendapat kesialan. Pria yang bernama lengkap Drs. H. Wahyu Sardono ini lahir di Solo 30 September 1951 dan meninggal di akhir tahun 2001.

Al.Dono bersama anggota grub lawak Warkop. Sumber:1.bp.blogspot
Al.Dono bersama anggota grub lawak Warkop. Sumber:1.bp.blogspot

Namun siapa sangka, dibalik tingkah bodoh dan jenaka sang komedian, almarhum Dono adalah seorang dosen sekaligus aktivis politik tulen. Bahkan sebelum menjabat sebagai dosen di jurusan Sosisologi, FISIP UI, almarhum pernah menjadi asisten dosen di Sosiologi UI.

Menurut Hanna, putri sulung dari almarhum Kasino, Dono adalah sosok seniman yang cerdas. Tidak heran jika kecerdasan almarhum menurun ke anak kedua Dono, yakni Damar Canggih Wicaksono. Damar menyelesaikan studi S2 di Swiss, dan saat ini sedang menempuh S3 untuk ahli Teknik Nuklir di École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), Swiss.

Damar Canggih Wicaksono, putra kedua dr alm.Dono. Sumber:bataranews
Damar Canggih Wicaksono, putra kedua dr alm.Dono. Sumber:bataranews

Jejak almarhum sebagai kaum intelektual terlihat di beberapa film Warkop. Tidak hanya membawakan selera komedi biasa, Warkop juga dikenal dengan humor satire yang menyentil kondisi politik di Indonesia. Bahkan Dono beserta ketiga personil Warkop lainnya kerap turun ke jalan menyuarakan kekecewaan mereka terhadap pemerintahan saat itu.

Ketika masih berstatus mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Indonesia , Dono bersama anggota Warkop lainnya, Kasino dan Nanu, turut serta dalam aksi 1974. Peristiwa tersebut dikenal dengan Malapetaka 17 Januari atau Malari.

Dalam aksi demontrasi tersebut, Dono beserta mahasiswa lain menolak dominasi ekonomi Jepang di Indonesia. Aksi tersebut berakhir dengan ditangkapnya sejumlah mahasiswa UI oleh pihak keamanan Orde Baru, salah satunya Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) UI Hariman Siregar.

Almarhum Dono kembali memperlihatkan kepeduliannya saat ikut serta berdemonstrasi dengan mahasiswa meskipun telah menjabat sebagai dosen UI. Menurut wartawan senior Budiarto Shambazy, beliau mengingat bagaimana Dono dengan berani menghadang serbuan tentara yang saat itu menyerbu kampus Universitas Katolik Atmajaya, Semanggi, Jakarta.

Saat itu, Dono tak gentar melawan para tentara dengan menggunakan selang hydrant demi menyelematkan ribuan mahasiswa yang lari tunggang langgan masuk ke dalam kampus. Begitu juga saat Dono mengarahkan selang hydrant ke barisan tentara yang berada di jalur kanan Jalan Jenderal Sudirman.

Menurut Budiarjo yang menjadi saksi mata pada peristiwa Trisakti itu terjadi, ratusan mahasiswa yang berlindung di UAJ saat diberondong senjata api selama satu jam. Rentetan tembakan tersebut berlangsung sejak pukul 20.30 WIB. Dan Dono adalah salah satu sosok yang berani terlibat dalam peristiwa berdarah tersebut untuk menyelamatkan para mahasiswa yang turun aksi.

Budiarto juga menjelaskan, selain sebagai komedian, almarhum Dono memiliki peran besar dalam perubahan Indonesia. Beliau termasuk orang yang berperan besar dalam menyusun lahirnya Reformasi 1998. Selain itu, beliau juga lah yang ikut menyiapkan terms of reference untuk seminar-seminar, mengatur kunjungan ke DPR, hingga menyiasati demo-demo mahasiswa.

Alm.Dono beserta keluarga. Sumber:kapanlagi.com
Alm.Dono beserta keluarga. Sumber:kapanlagi.com

Saat ini, Falcon Pictures sedang menggarap film "Warkop DKI Reborn" yang merupakan garapan ulang dari Film grup lawak Warkop DKI. Dalam film yang akan tayang pada September 2016 ini, tokoh Dono Kasino Indro akan diperankan oleh Vino G. Bastian, Abimana Aryasaty dan Tora Sudiro.

Sumber:

merdeka

wikipedia

Sumber sampul:

cdn.klimg.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu