Belum lama ini PT Barata Indonesia (Persero) mengekspor komponen kereta api ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Nilai kontrak ekspor ini mencapai US$ 10 juta setiap tahunnya atau setara dengan Rp 130,95 miliar per tahun (estimasi kurs 13.095 per dolar AS). Ekspor tersebut untuk memenuhi kontrak jangka panjang tahun 2011-2021 yang telah disepakati oleh Barata Indonesia.

Salah satu perusahaan BUMN ini mengirim komponen kereta api berupa bogie (roda KA) tipe S2HD-9C. Tujuan salah satunya adalah untuk perusahaan Standart Car Truck Company yang berada di Illinois, Amerika Serikat. Total ekspor yang kirim ke Amerika Serikat dan Meksiko ada 509 komponen bogie. Sedangkan ke Kanada ada 204 komponen bogie. Total 713 bogie ini akan dikirim secara bertahap.

komponen kereta api berupa bogie. foto: mediaindonesia.com
komponen kereta api berupa bogie. foto: mediaindonesia.com

Kegiatan ekspor komponen kereta api ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh Barata Indonesia. Sebelumnya mereka pernah ekspor ke Australia dan Malaysia. Selain fokus ke pasar ekspor, Barata Indonesia juga memasok komponen kereta api untuk kebutuhan domestik. Seperti PT KAI yang tahun lalu memesan sebanyak 200 hingga 400 unit komponen coupler, atau penggandeng kereta api. Dan PT Inka yang memesan 600 unit komponen coupler. Setiap bulannya perusahaan ini membutuhkan 1000 ton besi tua sebagai bahan baku pembuatan baja.

foto: barata.co.id
foto: barata.co.id

Perusahaan yang berkantor pusat di Gresik, Jawa Timur ini memiliki beberapa bidang usaha, salah satunya di bidang casting (pengecoran logam). Besarnya ekspor Barata Indonesia per tahun sekitar 20% dari total penjualan. Untuk memenuhi standar kualitas ekspor, Barata Indonesia telah memiliki sertifikat AAR (Association of America Railroads) sebagai syarat untuk menembus pasar ekspor AS dan Kanada.

Kedepannya perusahaan ini masih akan terus menggenjot penjualan ekspor. Untuk itu berbagai perbaikan pun dilakukan, salah satunya dengan merehabilitasi dan meningkatkan kapasitas produksi pabrik Barata Indonesia. Peningkatan fasilitas tersebut agar siap mendukung ekspor dan program-program yang sedang digalakkan oleh pemerintah, seperti infrastruktur pembangkit listrik, infrastruktur logistik pelabuhan, pembangunan dan perawatan pabrik-pabrik besar seperti gula, semen, termasuk fasilitas minyak dan gas Pertamina dan PGN.




Sumber : liputan6.com beritajatim.com
Sumber Gambar : keretaapi.co.id

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu