Lupa Sandi?

Masih Penasaran Siapa Sosok Mukidi? Kenali Dulu Pria Warga Bekasi Ini

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Masih Penasaran Siapa Sosok Mukidi? Kenali Dulu Pria Warga Bekasi Ini

Belakangan ini sebuah sosok fiksi berkarakter ndeso namun jenaka bernama Mukidi tenar diperbincangkan. Meski tidak ada yang tahu seperti apa gambaran sosoknya, setiap orang tahu tingkah polahnya yang kocak. Entah apa pemicunya, setiap orang kini seakan-akan mengenal Mukidi. Di jejaring sosial bertebaran dialog-dialog singkat ataupun meme tentang Mukidi. Bagi orang yang baru mendengar tentang Mukidi pasti bakal bertanya-tanya siapakah dia gerangan?

Seperti diberitakan oleh Republika.co.id, Mukidi adalah karakter yang dikreasikan oleh Soetantyo Moechlas seorang warga Jatibening, Bekasi. Karakter tersebut terinspirasi dari sebuah adegan dari Warkop DKI yang saat itu dilontarkan oleh Dono Warkop dan mulai beredar sejak 90-an. Saat itu lawakan Mukidi sering dikirim oleh Pak Yoyo, sapaan Soetantyo ke program Ida Krisna Show di Radio Prambors.

Pak Yoyo mengaku mengambil nama Mukidi karena terkesan ndeso dan terasa sekali kesan Jawa-nya. "Nama Mukidi itu gampang diingat dan sangat Jawa," ucap lelaki asal Purwokerto itu.

Soetantyo Moechlas dan bukunya yang bercerita tentang Mukidi dan Wakijan (Foto: Risky Andrianto / ANTARA)
Soetantyo Moechlas dan bukunya yang bercerita tentang Mukidi dan Wakijan (Foto: Risky Andrianto / ANTARA)

Dirinya menggambarkan ciri sosok Mukidi sebagai seorang lelaki umur 40-an dan memiliki tinggi tubuh yang sedang. Tidak ganteng, tidak juga jelek. Mukidi diandaikan sebagai orang Cilacap atau orang jawa Banyumas.

Baca Juga

Berkat kreasinya tersebut Pak Yoyo juga memiliki julukan baru di kantor, masjid, atau pertemuan keluarga. "Saya di panggil Pak Mukidi," ungkap pria 52 tahun itu.

Tidak cukup hanya karakter Mukidi, Yoyo juga beberapa karakter pelengkap di dalam cerita Mukidi. Ada Wakijan, sahabat karib Mukidi; Markonah, istri Mukidi; Mukirin dan Mukiran, kedua anak Mukidi. Ada lagi Sukilah (orang yang suka berkilah), Wakilah istri Wakijan, Mbah Marto Kapiran paman Mukidi, kemudian teman Mukidi, Mbah Karto Mengkono.

"Tokoh-tokoh itu berbau jawa banget. Dan itu tipikal orang Jawa semua. Mukidi juga orang Jawa. Tidak terlalu pintar dan tidak terlalu bodoh, tapi ya kadang-kadang nakal. Kadang-kadang cerdas, sangat manusiawi," jelas pria pensiunan perusahaan farmasi Boehringer Ingelheim itu.

Baca juga: Belajar Indonesia dari Gelak Tawa Mukidi

Diakui Pak Yoyo bahwa sebenarnya sosok Mukidi tidaklah pakem. Dirinya sendiri tidak menentukan pekerjaan Mukidi sebagai apa setiap kali kreasinya itu muncul dalam lawakan. Pekerjaannya bisa berubah ubah, itu sebabnya setiap orang bisa membuat intrepretasinya masing-masing dan Pak Yoyo sendiri tak berniat mengomersialkan banyolannya. Hanya saja kisah Mukidi telah dibukukan Pak Yoyo pada tahun 2010 silam. Buku komedi itu dia menerbitkan secara independen dengan jumlah cetak sebanyak 40-50 ribu eksemplar.

"Sekarang sudah habis, belum cetak ulang. Takitung-itung, mahal e," ujarnya.

Kisah Mukidi sangat beragam seperti Mukidi yang sedang mencari pekerjaan. Dalam episode lain, diceritakan Mukidi sedang terlambat masuk kerja. Kadang dia bisa menjadi ayah yang bandel, anak yang bertanggung jawab pada orang tua, bahkan kadang-kadang sebagai orang yang inspiratif.

Keluwesan karakter yang dimiliki Mukidi inilah kemudian banyak netizen yang mulai mencoba memberikan tafsiran jenaka lain tentang Mukidi. Gambar-gambar dan cerita-cerita Mukidi pun akhirnya viral di jejaring sosial. Di Instagram tagar Mukidi (#mukidi) setidaknya telah mencapai angka 2300 entry.

 

?????? ini hanya humor tentang Mukidi, dibawa santai saja bosque ?? #jarintojahat #mukidi

A photo posted by BAPERMAN (@jarinto) on

 

A photo posted by MUKIDI HITS (@mukidi_hits) on

 

A photo posted by Mukidi (@mukidi.indonesia) on

Bagi yang penasaran seperti apa guyonan karya Pak Yoyo, ini salah satu kisah Mukidi yang dibuat Pak Yoyo saat diwawancara oleh Jawa Pos.

Markonah pulang ke rumah melihat Mukidi, suaminya, serius membaca koran. Markonah pun merasa cemburu.

Markonah: Mas, andaikata aku sebagai istri seperti koran yang kamu pegang.

Mukidi: Iya, Dik. Aku juga berharap begitu. Tiap hari ganti yang baru.

Markonah: $&@!@!!

Sumber : Republika.co.id, JPNN.com
Sumber Gambar Sampul : halloapakabar.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Seorang copywriter dan penulis konten yang bermimpi mampu menebar inspirasi dan semangat lewat konten-konten berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata