Pesona Karnaval 1000 Topeng Tuping Lampung

Pesona Karnaval 1000 Topeng Tuping Lampung
info gambar utama

Pada puncak Festival Krakatau 2016 beberapa saat lalu, seni topeng asal Lampung ini berhasil meraih rekor dari Museum RI (MURI). Bagaimana tidak, dalam karnaval yang bertajuk Karnaval 1000 topeng ini mempersembahkan lebih dari 18.000 topeng.

Rekor diserahkan langsung dari Perwakilan dari MURI kepada Gubernur Lampung M Ridho Ficardo.Penggunaan topeng yang ditampilkan dalam festival Krakatau memang sengaja dilakukan secara massal untuk mememecahan rekor tersebut.

Tuping tampil dalam Festival Krakatau (indonesiakaya)
info gambar

Festival yang dibuka pada 24 Agustus lalu ini melibatkan peserta yang berasal dari kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung. Selain seni Tupping, dalam acara ini juga menampilkan tarian adat di Tugu Adipura.

Festival Krakatau menjadi salah satu festival yang tersukses di Indonesia tahun ini. Tak heran jika pertunjukkan Tuping sengaja ditampilkan sekaligus sebagai upaya memperkenalkan seni Lampung kepada turis domestik maupun turis asing.

(maricari.com)
info gambar

Menurut Syamsul Lussa, Staf Ahli Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Syamsul Lussa, Lampung mampu membangun pariwisata dengan baik dan menarik para wisatawan, baik lokal, nasional, maupun internasional melalui Festival Krakatau 2016. Syamsul juga berpesan kepada masyarakat Lampung, agar mau membantu pemerintah provinsi untuk terus mengembangkan sektor pariwisata.

Bagi masyarakat Lampung, topeng merupakan salah satu objek seni yang sangat ekspresif. Seni topeng di Lampung tersebar khsususnya di dataran Sekala Brak Lampung Barat, Taggamus dan Lampung Barat.

Di daerah Lampung sendiri terdapat dua jenis seni topeng, yaitu Topeng Sekura di Lampung Barat dan seni Tuping di Lampung Selatan. Topeng Sakura identik dengan ekspresi kemenangan, kebebasan dan kebahagiaan jiwa manusia untuk berekspresi dan berkreasi . Sedangkan seni tuping memiliki latar belakang lebih patriotisme, yang bercerita tentang pengawal dan pasukan tempur.

(maricari)
info gambar

Tuping memiliki beragam karakter, seperti ksatria yang sakti, tetua yang bijaksana, kesatria berwatak kasar, ksatria berwibawa, putri yang lemah gemulai, anak-anak yang sedang bersedih, dan tokoh jenaka sesuai dengan pertunjukkan yang akan ditampilkan.



Sumber :

duajari

indonesiakaya


Sumber Gambar : indonesiakaya

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini