Setelah Satu Dekade Berapa Jumlah Usaha di Indonesia? Temukan Jawabannya

Setelah Satu Dekade Berapa Jumlah Usaha di Indonesia? Temukan Jawabannya

Setelah Satu Dekade Berapa Jumlah Usaha di Indonesia? Temukan Jawabannya

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kekuatan ekonomi sebuah negara sangat bergantung pada kegiatan perekonomian seperti jumlah usaha di dalamnya. Sebab tanpa adanya usaha yang cukup, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi akan sulit tercapai. Oleh sebab itu setiap 10 tahun sekali, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan Sensus Ekonomi (SE) di seluruh Indonesia. Bila pada tahun 2006 yang lalu jumlah usaha di Indonesia berjumlah 22,7 juta berapakah kira-kira jumlah usaha di Tanah Air saat ini?

Berdasarkan hasil perhitungan sementara SE yang telah dilakukan pada bulan Mei yang lalu tersebut tercatat pada tahun 2016 terjadi kenaikan sebesar 17,6 persen dari periode sebelumnya. Kenaikan tersebut berarti telah menambahkan sekitar 4 juta usaha di Indonesia dengan total jumlahnya sebesar 26,7 juta usaha non-pertanian. Bila dihitung dalam angka satu tahunan berarti kira-kira terdapat 400 ribu usaha muncul setiap tahun.

Seperti diberitakan oleh CNN Indonesia, Suryamin selaku Kepala BPS mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah usaha terjadi karena adanya dinamika perkembangan dunia bisnis dalam satu dekade terakhir. Utamanya di pulau luar jawa yang memiliki pertumbuhan jumlah usaha yang signifikan.

"Percepatan perkembangan usaha di luar Jawa terjadi karena belum ketatnya persaingan usaha di luar Jawa. Semakin ke Timur, percepatannya semakin melesat," jelasnya.

Sedangkan melihat dari segi pertumbuhan jumlah usaha berdasarkan wilayah, Pulau Maluku dan Papua menempati posisi pertama sebagai wilayah dengan pertumbuhan usaha tertinggi, yakni sebesar 51,7 persen. Kemudian diikuti Pulau Sulawesi dengan pertumbuhan usaha sebesar 36,3 persen, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 26,6 persen, Pulau Kalimantan sebesar 25,1 persen, Pulau Sumatera sebesar 23,3 persen, dan Pulau Jawa 11,9 persen.

BPS menjelaskan bahwa jumlah usaha di Pulau Jawa pada tahun 2006 sebanyak 14,5 juta. Jumlah tersebut naik menjadi 16,2 juta pada tahun 2016, artinya telah terjadi kenaikan sebanyak 1,7 juta usaha.

Untuk jumlah usaha di Pulau Sumatera, data BPS menunjukkan bahwa terjadi kenaikan kira-kira 1 juta usaha dari tahun 2006 hingga 2016. Kenaikan ini cukup tinggi mengingat Sumatera memiliki jumlah usaha sebesar 4 juta usaha pada sensus ekonomi sepuluh tahun lalu.

Di Pulau Sulawesi, peningkatan jumlah usaha naik dari 1,6 juta usaha menjadi 2,2 juta usaha. Kalimantan mengalami pula peningkatan usaha dari 1,1 juta usaha menjadi 1,4 juta. Selanjutnya Bali dan Nusa Tenggara yang didapati terjadi kenaikan sebesar 300 ribu usaha dari angka 1,2 juta usaha menjadi 1,5 juta usaha.

Sedangkan Pulau Maluku dan Papua, jumlah pertambahan usaha merupakan yang terendah yakni hanya naik 200 ribu usaha meski secara prosentase angkanya tertinggi secara nasional. Pertambahan tersebut membuat jumlah usaha di kedua wilayah tersebut naik menjadi 500 ribu usaha di tahun 2016 ini.

Terkait dengan sumbangsih usaha pada pertumbuhan ekonomi, BPS mengungkapkan bahwa pertumbuhan jumlah usaha ini belum signifikan kontribusinya terhadap perumbuhan ekonomi nasional.

"Kami melihat pertumbuhan jumlah usaha cukup baik. Tinggal kita melihat bagaimana potensi atau kontribusinya pada pertumbuhan ekonomi dimana pemerintah menargetkan di angka 5,2 persen," kata Suryamin.

Data lain yang juga dilansir oleh BPS adalah dari total 26,7 juta usaha SE 2016, sebanyak 7,8 juta usaha menempati bangunan khusus untuk tempat usaha. Sedangkan sebanyak 18,9 juta usaha tidak menempati bangunan khusus usaha, seperti pedagang keliling, usaha di dalam rumah tempat tinggal, usaha kaki lima, dan lain sebagainya.

“Dan untuk jumlah usaha di sektor pertanian mencapai 26,14 juta. Sehingga, totalnya sekarang kita memiliki 52,84 juta usaha pertanian dan non pertanian yang bisa mengerakkan ekonomi,” imbuhnya.

Sensus Ekonomi yang dilakukan BPS pada Mei lalu tersebut dilakukan dengan mengunjungi setiap bangunan di suatu wilayah kerja dan mewawancarai pemilik atau pengelola usaha atau penanggung jawab usaha untuk mendapatkan data usaha. BPS menargetkan pada akhir tahun nanti hasil Sensus Ekonomi sudah dapat dipublikasikan secara resmi.

Sumber : CNN Indonesia
Sumber Gambar Sampul : bali.bisnis.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Berkumpul Bangga di Simpul Sumatera Sebelummnya

Berkumpul Bangga di Simpul Sumatera

Ekonomi Stabil, Lembaga Pemeringkat Fitch Pertahankan Investment Grade Indonesia Selanjutnya

Ekonomi Stabil, Lembaga Pemeringkat Fitch Pertahankan Investment Grade Indonesia

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.