Tongseng Juga Punya Cerita Masa Lalu yang Menarik

Tongseng Juga Punya Cerita Masa Lalu yang Menarik

Tongseng Juga Punya Cerita Masa Lalu yang Menarik

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Potongan-potongan daging kambing yang tebal dan empuk dengan disiram kuah bersantan dengan aroma bumbu rempah yang kuat menjadi ciri utama makanan kebanggaan masyarakat Jawa Tengah, Tongseng. Kuliner satu ini merupakah salah satu kuliner khas Indonesia yang cocok di lidah siapa saja.

Bila melancong ke Jawa Tengah, lebih tepatnya lagi di Boyolali, kita akan menjumpai banyak warung-warung tongseng di pinggir jalan. Daerah yang dipercaya menjadi tempat muasal tongseng ini bahkan memiliki patung sate tongseng di Kecamatan Klego sebagai bentuk kebanggaan masyarakatnya terhadap kuliner sedap satu ini.

Kenikmatan tongseng ternyata memiliki cerita masa lalu yang menarik. Awal mula masakan tongseng di Indonesia dimulai pada abad ke-18 hingga 19 Masehi ketika bangsa Arab dan India berdatangan ke Indonesia untuk berdagang.

Monumen Sate dan Tongseng di Boyolali (sumber: desakublog.wordpress.com)
Monumen Sate dan Tongseng di Boyolali (sumber: desakublog.wordpress.com)

Sebagaimana kita tahu, pada zaman dahulu Indonesia belum familiar dengan hidangan kambing. Setelah para pedagang dari Arab dan India masuk, mereka lantas memperkenalkan ragam hidangan kambing dan domba yang memang menjadi makanan favorit mereka.

Pertama-tama, daging-daging kambing dan domba diolah menjadi sate, yakni daging berbumbu yang dibakar di atas arang. Dari sini terdapat perbedaan ciri sate Indonedia dan negara Timur Tengah. Sate Indonesia adalah jenis sate seperti yang sekarang ini dikenal, yaitu memiliki tambahan bumbu. Sedangkan sate di Arab tergolong sate kering. Hanya saja, dalam pembuatan sate membutuhkan beberapa bagian tertentu saja, seperti daging dan hati.

Sementara itu, bagian-bagian kambing lainnya yang tidak disate seperti jeroan dan tulang diolah dengan tambahan bumbu rempah dan santan. Hidangan ini yang kemudian kita kenal dengan nama gulai.

Hidangan sate dan gule pada akhirnya membumi dengan masyarakat Indonesia khususnya di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Seiring dengan perkembangannya, masyarakat pun berinovasi membuat hidangan daging kambing yang lain. Mereka menumis aneka bumbu, daging kambing, dan kuah gule menjadi satu serta ditambah dengan kecap manis. Perpaduan sate dan gule ini kemudian disebut dengan tongseng karena caranya dimasak dengan dioseng.

Masakan tongseng ini mulai populer sejak Mbah Jumiran yang merupakan warga asli Klego berjualan sate dan tongseng pada tahun 60-an. Ia pula yang menjadi perintis rumah makan tongseng di Jakarta.

Hidangan yang dulunya hanya sebagai hidangan rumahan kini menjadi makanan yang dapat dinikmati oleh semua orang bahkan menjadi salah satu makanan yang masuk daftar wajib wisata kuliner di Jawa Tengah.



Sumber : CNN Indonesia, Otonomi.id
Sumber Gambar : danducahyo.co

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga45%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang18%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi27%
Pilih TerpukauTerpukau9%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
10 Provinsi di Indonesia yang Dilintasi Gerhana Matahari Cincin 1 September 2016 Sebelummnya

10 Provinsi di Indonesia yang Dilintasi Gerhana Matahari Cincin 1 September 2016

AI Vision Karya ITB, Kecerdasan Buatan untuk Menghadapi Kenormalan Baru Selanjutnya

AI Vision Karya ITB, Kecerdasan Buatan untuk Menghadapi Kenormalan Baru

Arifina Budi
@arifinabudi

Arifina Budi

http://wetanngulon.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.