Saat Warga Amerika Penasaran dengan Budaya Indonesia

Saat Warga Amerika Penasaran dengan Budaya Indonesia
info gambar utama

Belasan warga Amerika Serikat yang tergabung dalam klub Friendship Force Columbia Cascade USA sedang menghabiskan waktunya selama 3 minggu di Indonesia. Anggota kelompok ini memilih Indonesia sebagai daerah destinasi wisata karena sangat ingin mengetahui langsung kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Indonesia. Awalnya masing-masing anggota menominasikan tiga negara yang ingin dikunjungi, dan Indonesia keluar sebagai pilihan terbaik.

Daerah yang dikunjungi adalah Solo, Surabaya, Banyuwangi, dan Bali. Di Solo, rombongan ini untuk pertama kalinya mencoba pisang goreng. Mereka antusias untuk belajar membuat pisang goreng sendiri dan tak hentinya memuji bahwa makanan Indonesia enak dan orangnya ramah.

warga amerika bersama warga masyarakat kampung using Banyuwangi. foto: detik.com
info gambar

Di Banyuwangi, mereka dipandu oleh Aekanu Hariyono dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. Mereka mengawali rangkaian kegiatan dengan mengunjungi Sanggar Genjah Arum di Desa Kemiren. Disini, kedatangan mereka disambut dengan arak-arakan Barong Kemiren. Tak hanya menyaksikan, para turis ini juga diajak menari gandrung.

saat turis amerika diajak menari gandrung. foto: detik.com
info gambar

Setelah acara penyambutan, makanan khas masyarakat Using di Desa Kemiren seperti pecel pithik dan tumpeng srakad (tumpeng yang berisi sayur-mayur rebus) disediakan sebagai menu makan siang mereka. Untuk menunjukkan salah satu tradisi orang Indonesia, warga banyuwangi memperlihatkan bagaimana minum langsung dari kendi dan makan dengan tangan.

Puas menikmati kampung Using, rombongan ini menuju Pantai Boom. Disaksikan perwakilan BKSDA Jatim area Banyuwangi, belasan warga AS itu melepasliarkan 30 ekor tukik (anak penyu) ke laut. Ini adalah pengalaman pertama mereka untuk melepas bayi-bayi penyu ke laut. Tak hanya melepas penyu, relawan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) juga memberi penjelasan seputar kehidupan penyu.

saat turis amerika melepas penyu di pantai boom. foto: kabarbanyuwangi.info
info gambar

Berbagai jenis dan keunikan satwa langka itu berhasil memukau para turis. Ditambah lagi setelah mereka tahu kegiatan konservasi dan penyelamatan satwa lindung yang dilakukan para relawan BSTF. Selanjutnya, relawan BSTF mengajak mereka melihat langsung lokasi penangkaran telur penyu di sebelah utara amphitheater Pantai Boom.

Salah satu turis bernama Wayne Potter, Producer and Host Keeping Kurrent Radio App mengaku ingin melakukan wawancara dengan relawan BSTF suatu saat nanti. Wawancara itu rencananya akan disiarkan melalui Radio Apps.

Di Banyuwangi, selain ke Desa Adat Using Kemiren dan Pantai Boom, kelompok ini sempat berkunjung ke Museum Blambangan dan Klenteng Hoo Tong Bio. Sementara itu, agenda kegiatan akan terus berlanjut ke destinasi terakhir yaitu pulau Bali, sebelum mereka kembali ke Amerika pada tanggal 6 September nanti.




Sumber : kabarbanyuwangi.infodetik.com
Sumber Gambar : banyuwangi.asia

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini