Makin Eksis di Timor Leste

Makin Eksis di Timor Leste
info gambar utama

Timor Leste adalah salah satu tetangga terdekat Indonesia, pun sahabat Indonesia. Dukungan Indonesia agar negeri di sebelum Provinsi NTT ini makin berkembang, terus dilakukan. Salah satunya di bidang telekomunikasi.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom/TLKM) melalui PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) memperkuat ekspansinya di Timor Leste. Aksi ini dilakukan oleh anak perusahaan Telin, Telkomcel, yang menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan lima perusahaan.

Lima perusahaan tersebut adalah Telemor, Banco Nacional de Comercio de Timor Leste (BNCTL), Bank Mandiri, Grupo de Media Nacional (GMN) Holding, dan Sriwijaya Group. MoU diteken pada 25 Agustus 2016.

Direktur Wholesale & International Service Telkom Honesti Basyir mengatakan, upaya kolaborasi ini merupakan strategi perseroan membesarkan bisnis Telkomcel, yang telah beroperasi sejak 7 Januari 2013. “Karena tergolong pemain baru di sana, Telkomcel perlu menggandeng mitra lokal untuk berkompetisi dan meraih pelanggan. Dalam hal ini, Telkomcel ingin memperluas basis pelanggan korporasi,” jelas dia kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (30/8).

Kerja sama Telkomcel dengan Telemor yang merupakan operator telekomunikasi terkait penggunaan bandwidth, voice hubbing, serta infrastructure sharing. Sementara dengan BNCTL, yang merupakan satu-satunya Bank Nasional Pemerintah Timor Leste, Telkomcel akan mengembangkan remitansi internasional, penggunaan data center, dan layanan data.

Adapun kerja sama Telkomcel dengan Bank Mandiri terkait mobile services, internet services, data center, dan managed services. Selanjutnya, dengan GMN Holding sebagai perusahaan nasional holding pertama di Timor Leste, Telkomcel akan menawarkan layanan di bidang mobile services, data services, dan data center.

Indonesia perlu terus mendukung pertumbuhan ekonomi Timor Leste | visiteasttimor.com
info gambar

Selain itu, perseroan juga menyediakan TV uplink untuk stasiun TV swasta pertama milik GMN yang segera beroperasi, serta layanan nilai tambah lainnya. Untuk Sriwijaya Group, Telkomcel akan berkolaborasi dengan maskapai Sriwijaya Air dan Nam Air di bidang mobile services, internet services, serta joint marketing.

Honesti menambahkan, perseroan terus membuka peluang untuk berkolaborasi dengan para operator telekomunikasi utama di Timor Leste pada masa mendatang. Pihaknya mengaku, ada beberapa pihak yang menawarkan menjadi mitra strategis atau ingin memiliki saham di Telkomcel. Namun, diskusi tersebut belum pada tahap yang signifikan.

“Sejauh ini kami tetap mempertahankan kepemilikan 100% di Telkomcel. Tapi, kita juga selalu mempelajari peluang kemitraan,” kata dia.

Tetap Agresif
Nota kesepahaman Telkom Grup di Timor Leste itu menambah daftar kolaborasi perseroan dengan pihak asing. Awal Agustus lalu, Telkom melalui PT Metra Digital Investama (MDI) menandatangani nota kesepaham dengan Telstra Ventures untuk mengucurkan investasi di sektor perusahaan teknologi start-up yang berkembang pesat di Asia Tenggara.

MDI merupakan anak usaha Telkom yang berperan sebagai corporate venture capital. Dalam MoU, Telkom dan Telstra akan membangun komite penanaman modal bersama untuk menjajaki kesempatan investasi dalam perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tinggi.

Salah satu anak kandung Telkom Indonesia | Telkomcel.tl
info gambar

Direktur Innovation & Strategic Portofolio Telkom Indra Utoyo mengatakan, perjanjian nota kesepahaman ini memberikan akses kepada Telkom mempelajari pengalaman dan hubungan dengan pusat start-up global di Silicon Valley AS, Tiongkok dan negara lain.

“Selama dua tahun terakhir kerjasama, Telkom dan Telstra berhasil membangun hubungan yang baik, antara lain membawa aplikasi jaringan dan jasa ke bisnis-bisnis di Indonesia,” ujar dia belum lama ini.

Sebagai informasi, selama lima tahun terakhir, Telstra Ventures telah menginvestasikan sebanyak US$ 200 juta kepada lebih dari 30 perusahaan teknologi yang berbeda secara global. Telstra melihat berbagai potensi dalam sektor e-commerce, aplikasi internet, dan solusi mobilitas.

Sementara itu, Telkom melalui PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) telah menyelesaikan konstruksi data center ketiga di Singapura. Telin baru saja melakukan topping-out pada gedung lima lantai seluas 20.000 meter persegi tersebut. Data center ini ditargetkan beroperasi pada kuartal III-2016.

Menurut Indra, investasi pembangunan data center sekitar US$ 120 juta. Data center Telin-3 merupakan salah investasi terbesar Telkom di Singapura. “Tahap pertama, kami tawarkan data center yang akan mengisi dua lantai bangunan ini, dan itu akan ditingkatkan hingga mengisi lima lantai, disesuai permintaan pasar,” jelas dia.

Adapun data center Telin-3 berlokasi di kawasan Singapore Data Centre Park. Lokasi tersebut merupakan inisiatif dari Singapore Infocomm Development Authority (IDA), Economic Development Board (EDB), dan Jurong Town Corporation.

(Berita Satu)

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini