Teknologi Milik UGM ini Kini Jadi Rujukan Dunia

Teknologi Milik UGM ini Kini Jadi Rujukan Dunia
info gambar utama

Teknologi dan Sistem Pemantauan serta Peringatan Dini Longsor (Landslide Early Warning System) yang dikembangkan Universitas Gajah Mada (UGM) ditetapkan sebagai rujukan dunia.

Hasil ini diputuskan dalam sidang Organisasi Standard Internasional (ISO) yg dilaksanakan di Edinburgh, Inggris pada 5-6 September 2016. Teknologi ini diuji secara intensif oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Standard Internasional (ISO) di Edinburgh, Inggris. "Ada 44 negara tergabung dalam ISO yang melakukan pengujian di Edinburgh, Inggris," ujar Rektor UGM Dwikorita Karnawati dalam pers rilis Humas UGM, Sabtu (10/9/2016).

Rektor UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D membuka acara Konferesi Big Data Indonesia 2014, Rabu (3/12/2014) yang digelar di Yogyakarta.
info gambar

Para peneliti yang dipimpin oleh Dwikorita merebut kepercayaan dan mendapat persetujuan untuk dijadikan sebagai rujukan dunia. Indonesia dimotori oleh UGM, lanjutnya, adalah negara pertama dari "middle income country" yang berani mengusulkan produknya menjadi rujukan internasional.

Tanpa keberanian ini Indonesia hanya akan menjadi ISO "taker" (pengguna ISO). "Menjadi ISO taker artinya kita akan membayar biaya mahal apabila ingin produk atau sisten diakui berkualitas sesuai standar internasional sebagai syarat untuk diterima di pasar global. Kita harus berani mengusulkan," tegasnya.

Menurut Dwikorita, dengan telah diuji intensif dan lolos menjadi rujukan dunia berarti nantinya seluruh produk industri internasional untuk Landslide Early Warning System harus merujuk ke sistem dan teknologi karya UGM ini. “Keberhasilan ini akan berdampak penting pada kepeloporan dan kedaulatan Indonesia dalam industri kebencanaan di dunia,“ ucapnya.

Keberhasilan dalam merebut peluang menjadi rujukan standar internasional selama ISO ini, imbuhnya, diharapkan dapat mendorong dan menggalakkan proses hilirisasi riset di Indonesia sehingga menjadikan posisi Indonesia melompat menandingi negara-negara yang lebih dulu maju dan lebih tangguh teknologinya.

“Masih cukup banyak karya riset UGM yang dapat diproses lanjut menjadi standar internasional sehingga dapat memperkuat posisi riset UGM dalam proses hilirisasi ke industri,” pungkasnya.

(Sumber: Kompas.comgambar utama: Weatherwizkids.com)

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini