Akan Makin Banyak Orang Rusia ke Indonesia. Ini Alasannya

Akan Makin Banyak Orang Rusia ke Indonesia. Ini Alasannya
info gambar utama

Rencana salah satu maskapai swasta Rusia untuk membuka rute penerbangan langsung Vladivostok-Bali diyakini akan meningkatkan jumlah wisatawan asal Timur Jauh, tak hanya ke Pulau Dewata, tapi juga ke seluruh Indonesia. Demikian hal tersebut diungkapkan Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi kepada Pemangku Jabatan Walikota Vladivostok Konstantin Loboda awal bulan ini.

Wacana membuka rute penerbangan langsung antara Rusia dan Indonesia kerap dibahas dalam berbagai pertemuan delegasi kedua negara. Sebelumnya, Dubes Wahid mengaku sedang membujukmaskapai Garuda Indonesia untuk membuka penerbangan langsung ke Moskow. Menurut Wahid, tersedianya rute penerbangan langsung Jakarta-Moskow akan mempermudah pengiriman kargo dari Indonesia ke Rusia.

"Pihak kedutaan sudah memetakan wilayah-wilayah potensial bagi pengusaha Indonesia, terutama daerah Rusia yang memiliki penduduk muslim. Terdapat lebih dari 24 juta penduduk beragama Islam di Rusia, dan produk Indonesia dicari-cari di sana," kata Wahid.
Maskapai nasional Rusia, Aeroflot | aeroflot.ru
info gambar

Kebutuhan dibukanya rute penerbangan Rusia-Indonesia juga dikonfirmasi oleh pihak Rusia. Dalam Forum Bisnis Rusia-Indonesia pada akhir tahun lalu, Direktur Dewan Bisnis Rusia-Indonesia Mikhail Kuritsyn menekankan pentingnya membuka penerbangan langsung antara Indonesia dan Rusia. Ia pun mengungkapkan kesiapan Rusia untuk berinvestasi dalam pembangunan hotel di Indonesia.

Kerja Sama Kota Kembar

Selain membahas mengenai rencana dibukanya rute penerbangan langsung Vladivostok-Bali, Dubes Wahid juga mengusulkan agar kota Vladivostok dapat menjalin kerja sama ‘kota kembar’ (sister city) dengan Surabaya. Kerja sama ini, menurut dubes, nantinya akan didahului dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Vladivostok dengan Kadin Surabaya. Loboda menyambut usulan tersebut dan berjanji untuk menindaklanjutinya, demikian yang ditulis situs resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Kota kembar atau kota bersaudara adalah konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik dengan tujuan menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antarpenduduk. Konsep kota kembar bisa diumpamakan sebagai sahabat pena antara dua kota. Hubungan kota kembar sangat bermanfaat bagi program pertukaran pelajar dan kerjasama di bidang budaya dan perdagangan.

Sebelumnya pada Juli lalu, Dubes Wahid juga menyampaikan alasannyaterkait kerja sama sister city antara Republik Tatarstan dengan Daerah Istimewa Aceh kepada Presiden Republik Tatarstan Rustam Minnikhanov di ibu kota Tatarstan, Kazan.

RBTH.com

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini