Indonesia Juara di Kompetisi Telemedicine Asia

Indonesia Juara di Kompetisi Telemedicine Asia

Indonesia Juara di Kompetisi Telemedicine Asia

Tim perwakilan Indonesia, yakni Tim Pulse dari Fakultas Teknik Informatika Telkom University (TelU) berhasil menyabet juara dua Telemedicine Innovation Challenge (TIC).

Kejuaraan dunia khusus inovasi dan digitalisasi kesehatan tersebut diselenggarakan Monash Universitydi Swan Convention Centre-Sunway Medical Centre, Malaysiabulan lalu.

Tim yang disokong Indigo Creative Nation ini berhasil menyisihkan banyak pesaing dari berbagai belahan dunia berkat riset aplikasi berbasis Android bernama Jantung. Ini aplikasi untuk membantu penggunanya dalam mendeteksi kelainan jantung serta memberikanalert kepada orang-orang terdekat terkait kondisi pengguna saat itu.

Prosesi penyerahan hadiah juara dua kepada Tim Teknik Informatika TelU dengan aplikasi Jantung dalam Telemedicine Innovation Challenge di Malaysia (Sumber: Istimewa)f
Prosesi penyerahan hadiah juara dua kepada Tim Teknik Informatika TelU dengan aplikasi Jantung dalam Telemedicine Innovation Challenge di Malaysia (Sumber: Istimewa)f


Hal ini bertujuan meminimalkan risiko kematian pengguna akibat serangan jantung tiba-tiba. Metodenya adalah sinkronisasi aplikasi Jantung dengan Pulse Wristband (Gelang Pulse) buatan mereka yang digunakan pengguna sebagai media monitoring, sehingga data yang dihasilkan akan ditampilkan pada aplikasi Jantung.

Menurut Maman Abdurahman, Dekan Fakultas Teknik Informatika TelU, tim dipimpin dosen/mentor Satria Mandala dengan lima mahasiswa yakni M. Alif Akbar, Dede Kiswanto, Faida E. Pambudi, Shamila, dan Masyithah Nur Aulia.

"Ini menggembirakan kami. Dan sudah seharusnya mahasiswa dan dosen kami memimpin, minimal di Asia Pasifik. Semoga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya di TelU khususnya maupun Indonesia pada umumnya," katanya.

Shalima, anggota tim menambahkan, juara pertama diraih perwakilan India namun mereka berhasil menyisihkan perwakilan Malaysia ke urutan ketiga.

Menurut dia, kompetisi berlangsung ketat karena prosesnya sendiri sudah berlangsung sejak Maret 2016. Para peserta diminta mengirim proposal sekaligus membuat prototipenya. Juga video yang diunggah di media sosial guna memperoleh dukunganvoting.

Selepas itu, sambung Shalima, peserta yang terseleksi dari sisi proposal maupun votingdiminta mengikuti kegiatan guna mempresentasikan risetnya di hadapan sejumlah ahlitelemedicine dunia.

(Liputan6)

Gambar utama : Solixinc.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Si Putih, Puspa Bangsa Yang Punya Banyak Manfaat Sebelummnya

Si Putih, Puspa Bangsa Yang Punya Banyak Manfaat

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu Selanjutnya

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.