Indonesia Jadi Tuan Rumah Pameran Bahan Makanan Terbesar di Asia

Indonesia Jadi Tuan Rumah Pameran Bahan Makanan Terbesar di Asia

Indonesia Jadi Tuan Rumah Pameran Bahan Makanan Terbesar di Asia

Food ingredients Asia (Fi Asia) diadakan untuk pertama kalinya di Singapura pada tahun 1997. Tahun ini, untuk keempat kalinya Fi Asia kembali digelar di Indonesia pada 21-23 September 2016 mendatang tepatnya di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Fi Asia 2016 merupakan titik temu bagi ribuan pelaku industri bahan baku makanan dan minuman untuk memperkenalkan produk-produknya. Event ini menjadi arena untuk menampilkan inovasi terkini sekaligus menggali informasi terbaru seputar industri bahan baku makanan dan minuman.

foto: asiafoodbeverage.com
foto: asiafoodbeverage.com

Business Director UBM Asia Co Ltd, Rungphech Rose Chitanuwat mengatakan, Fi Asia tahun ini akan menjadi yang terbesar di Asia. Hal ini didukung oleh hadirnya sekitar 700 perusahaan pemasok bahan baku baik lokal, regional, maupun internasional yang bergabung dalam pameran. Selain itu UBM Asia ikut mengundang top buyer dari 5 negara yang banyak membeli bahan ekspor Indonesia. Targetnya, akan ada 15.000 profesional industri yang berkunjung ke Fi Asia 2016.

Fi Asia 2016 akan menghadirkan bahan baku (ingredient) baru untuk mengganti sumber daya alam yang dapat digunakan secara lebih efisien. Diantaranya adalah perisa, buah-buahan kering, bubuk buah, pati, bubuk rasa susu, minyak kedelai, pemanis, pewarna makanan, protein kedelai, ekstrak ragu, dan stabilizer. Produk-produk rendah garam, rendah gula, dan bahan pengganti lemak juga bisa dilihat di pameran.

foto: detik.com
foto: detik.com

Tidak hanya pameran, beberapa program lainnya juga diadakan selama Fi Asia 2016 berlangsung, yaitu Business Matching Service, Innovation Tour, Innovation Zone, Food Product Development Competition, serta juga akan ada lebih dari 60 seminar dari para peserta pameran yang berfokus pada tren makanan dan minuman di Asia Tenggara.

Dalam Business Matching Service, pengunjung dapat mengembangkan bisnis mereka dan bisa mencari supplier yang sesuai. Program Innovation Tour bertujuan mengedukasi pengunjung seputar serba serbi bahan baku. Program Innovation Zone, pengunjung dapat melihat inovasi-inovasi terbaru seputar bahan baku makanan dan minuman. Sedangkan program Food Product Development Competition ini diikuti oleh mahasiswa dari Indonesia maupun ASEAN. Mereka berkompetisi mengembangkan produk pangan menggunakan sumber daya lokal. Produk dari 15 semifinalis akan ditampilkan saat kegiatan nanti.

Selain pameran dan program-program di atas, akan ada International Conference yang bertemakan “Food Innovations – ASEAN Economic Community Challenges”. Konferensi ini menjabarkan perkembangan dalam riset dan inovasi di ilmu dan teknologi pangan dari Asia Tenggara ke seluruh dunia. Peserta konferensi ini kebanyakan akademisi, peneliti, dan industri pangan. Di sini juga ada pembahasan tentang isu, regulasi, inovasi bahan baku, gizi dan kesehatan, hingga keamanan dan kualitas pangan.

konferensi pers Fi Asia 2016. foto: infomoneter.com
konferensi pers Fi Asia 2016. foto: infomoneter.com

Pasar Asia Tenggara saat ini tengah menjadi sorotan profesional industri makanan dan minuman di penjuru dunia. Karena itu, Fi Asia menjadi platform sempurna dan komprehensif untuk berbagai skala bisnis dalam meningkatkan dan memperkuat keberadaan mereka di kawasan ASEAN guna mendorong kesuksesan bisnis. Selain itu, Fi Asia 2016 diharapkan dapat memacu para pebisnis untuk menghasilkan inovasi produk yang lebih kreatif lagi sehingga memiliki daya saing tinggi, agar setara bahkan melampaui produk lain di pasar global.




Sumber : detik.com infomoneter.com
Sumber Gambar : pssvnadar.com

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Bendera Perusahaan Indonesia ini Berkibar secara penuh di Gurun Sahara, 16.000 km dari Indonesia Sebelummnya

Bendera Perusahaan Indonesia ini Berkibar secara penuh di Gurun Sahara, 16.000 km dari Indonesia

Jelang 55 Tahun Perkembangan Teknologi Material Indonesia Selanjutnya

Jelang 55 Tahun Perkembangan Teknologi Material Indonesia

Widya LestariN
@widyaalenta

Widya LestariN

i am happy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.