NOKAS, Film Dokumenter Karya anak Indonesia Siap berlaga di ajang Internasional

NOKAS, Film Dokumenter Karya anak Indonesia Siap berlaga di ajang Internasional

NOKAS, Film Dokumenter Karya anak Indonesia Siap berlaga di ajang Internasional

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Poster NOKAS, dokumenter asal Indonesia yang siap tayang di Eurasia Internatonal Film Festival 2016
Poster NOKAS, dokumenter asal Indonesia yang siap tayang di Eurasia Internatonal Film Festival 2016

NOKAS, sebuah film dokumenter karya Manuel Alberto Maia, sutradara muda asal Nusa Tenggara Timur didapuk untuk tampil perdana dalam Eurasia International Film Festival 2016 di Kazakhstan. Dalam festival yang sedianya akan berlangsung pada 24 – 30 September 2016 di Astana, Ibukota Kazakhstan tersebut, Nokas merupakan film asal Indonesia yang bersanding dengan puluhan film dari berbagai negara di Eropa maupun Asia. Film ini dijadwalkan untuk tayang pada 26 September 2016 waktu setempat.

Mengambil tema tentang pernikahan dan kehidupan keluarga dalam budaya Dawan di Nusa Tenggara Timur, film ini mengisahkan tentang Nokas, seorang pemuda yang ingin menikahi kekasihnya Ci, seorang perempuan yang bekerja di rumah pemotongan hewan di desa Sumlili, Kupang. Namun upaya untuk mewujudkan pernikahan tersebut tidaklah gampang, ditengarai permasalahan mengenai belis yang harus dibayarkan oleh Nokas kepada keluarga Ci sebagai salah satu prasyarat untuk menikahi Ci. Dalam budaya masyarakat Timor, belis adalah sebuah kewajiban yang mesti dipenuhi seorang laki – laki ketika ingin menikahi seorang perempuan, dan umumnya belis yang ditetapkan oleh keluarga sang perempuan sangatlah tinggi. Hal ini menyebabkan pernikahan terkesan sebagai sebuah sistem tukar menukar, dimana perempuan menjadi objek yang dipertukarkan dengan uang dan barang.

Sebagai tambahan, Nokas harus mengumpulkan uang yang banyak untuk mengadakan dua kali pesta pernikahan pada dua tempat yang berbeda. Hal ini menyebabkan Nokas mengalami begitu banyak kesulitan, sebab ia tumbuh dari keluarga yang kurang berada. Secara keseluruhan, documenter ini menggambarkan tentang bagaimana Nokas berjuang untuk memenuhi segala kebutuhan pernikahan yang harus ia lalui, mulai dari memenuhi belis, biaya pesta hingga permasalahan gaun pernikahan yang akan dipakai.

Selain disutradarai oleh Manuel Alberto Maia yang bergiat dalam Komunitas Film Kupang, film ini juga diperankan oleh artis – artis lokal serta diproduseri oleh Salahudin Siregar. Dipantau dari laman facebook, Film yang didistribusikan oleh PT. Raketti films ini sedang dalam tahap finalisasi sebelum akhirnya tayang untuk pertama kalinya pada ajang internasional.

Eurasia International Film Festival merupakan sebuah festival film internasional yang digagas oleh National Academy of Cinema Arts and Science, dibawah koordinasi dari Kementerian Kebudayaan dan Olahraga Republik Kazakhstan. Festival ini merupakan salah satu festival film yang terbesar di Kazakhstan dan Asia Tengah. Tahun ini, tidak kurang dari 80 judul film dari berbagai negara Eropa dan Asia lolos dalam seleksi yang dilakukan oleh penitia, dan terbagi dalam beberapa kategori seperti Feature Films Competition, Short Films Competition, Special Screenings, Panorama, Eurasia Docs, Eurasia Kids, serta Eurasia Retro. NOKAS sendiri lolos dalam seleksi untuk kategori film dokumenter, dengan total durasi 76 menit.



Sumber : http://eurasiaiff.com/nokas/ https://www.facebook.com/NOKAS-1566751550289224/
Sumber Gambar Sampul : http://eurasiaiff.com/nokas/

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga83%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi17%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Lapis Legit Dibanderol dengan Harga 900.000, Apa Keistimewaannya? Sebelummnya

Lapis Legit Dibanderol dengan Harga 900.000, Apa Keistimewaannya?

Akses Video Streaming Terbaik Ada di Papua Selanjutnya

Akses Video Streaming Terbaik Ada di Papua

Thomas Benmetan
@thomasbenmetan

Thomas Benmetan

http://benmetan.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.