Lupa Sandi?

Foto : Bisakah New T3 Soekarno-Hatta Menjadi Bandara Terbaik Dunia?

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Foto : Bisakah New T3 Soekarno-Hatta Menjadi Bandara Terbaik Dunia?

Saya baru saja selesai menjelajahi New Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, terminal baru di bandara Cengkareng yang belum lama ini dioperasikan. Terminal ini memang belum selesai sepenuhnya, dan direncanakan baru akan beroperasi penuh di paruh pertama tahun depan. 

Karena belum sepenuhnya selesai inilah, kita masih mendengar beberapa komentar yang menyatakan bahwa bandara ini belum sehebat Changi, atau mungkin takkan pernah sehebat Changi, bandara keren Singapura yang tak terhitung berapa kali menyabet penghargaan sebagai bandara terbaik dunia. 

Hmmm.

Sebenarnya, apa rasanya berada di bandara terbaik dunia? Saya beberapa kali singgah, atau mendarat, atau bahkan 'menjelajahi' bandara Changi. Menurut saya, secara arsitektur, bandara ini tak 'sangat' megah seperti terminal Beijing’s international terminal (didesain oleh Norman Foster), ataupun Bandara Barajas, Madrid,  Terminal 4 (didesain oleh Richard Rogers). Lalu mengapa bandara ini dinobatkan (lagi) sebagai bandara terbaik dunia? 

Baca Juga

Efisiensi tentu berada di daftar pertama. Semua item di bandara berfungsi optimal, termasuk para pekerjanya. Proses check-in harus smooth, prosedur keamanan harus cepat dan terorganisir dengan baik, mudah bernavigasi di dalamnya (menemukan pintu keberangkatan, kedatangan), proses bagasi yang cepat dan nyaman, dan sebagainya. Namun, semua hal di atas sebenarnya adalah ...hal-hal mendasar sebuah bandara. Secara teori, semua bandara harus bisa mencapai hal tersebut. 

Jadi...untuk menjadi bandara terbaik..tingkat dunia, perlu sesuatu di luar itu. Menurut Bill Hooper, seorang ahli kebandaraan, terminal udara terbaik adalah mereka yang mampu  “anticipating what your needs are when you need them.” "Needs" itu bisa berbentuk macam-macam, karena memang pengguna jasa bandara adalah puluhan juta manusia yang punya banyak 'needs'. Misalnya cahaya matahari siang hari yang menembus terminal, tempat duduk ruang tunggu yang nyaman, wifi gratis yang kencang, tempat makan yang terjangkau, bersih, dan enak.

Namun sekali lagi,...itupun bisa dilakukan oleh semua bandara bukan?

Nah, mungkin ini yang mungkin tak bisa diraih semua bandara. Bagaimanapun, kita perlu akui bahwa bandara Changi adalah cerminan karakter dan mentalitas Singapura. Melihat Changi dan area sekitarnya, kita disuguhi kawasan yang hijau, urban, sangat rapi dan terorganisir. Dari mulai pepohonan besar yang tertata rapi, area parkir yang sangat rapi, alur kendaraan dari dan ke bandara yang mengalir rapi, ditambah lagi dengan pemandangan kawasan-kawasan pemukiman Singapura di kejauhan sana. Inilah 'aura' Changi, yang tak semua bandara bisa mencapainya. Bandara ini menjadi terbaik bukan karena apa yang terlihat oleh mata, namun apa yang kita rasakan. Not how the place looks, but how it feels. 

 

Pengelola bandara Changi mampu menanamkan budaya dan humanisme teknokratis Singapura, ke dalam fasilitas transportasi udara yang efisien, nyaman, dan memuaskan. 

Bandara Changi bukan juga bandara yang futuristis seperti Incheon (Seoul), tapi bandara ini menyediakan apa yang kita mau sebagai pengguna jasa bandara. Dan semuanya dipersiapkan secara sangat baik, hati-hati, dan kualitas tinggi. 

Dan, yang tak kalah penting adalah bagaimana bandara ini menjadi salah satu bandara yang (saat ini) paling nyaman untuk berlama-lama transit, dan bahkan menjadi tempat bermain bahkan bagi warga Singapura. Banyak teman saya yang 'menyesal' hanya transit sebentar di bandara itu. 

Lalu...kembali ke New Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, bisakah menjadi bandara terbaik dunia? 

Saya melihat potensi besar di bandara ini. Dengan biaya pembangunan yang sebenarnya tidak sangat besar, terminal besar  ini mampu menampilkan space-space besar yang nyaman. Saya cukup terkesima dengan besarnya terminal ini, dan pengunjung memang sengaja disuguhi 'kebesaran' ini, mulai dari ruang checkin yang terbuka, ruang tunggu yang begitu besar terlihat dari dock atas, lounge dan walkways yang modern. 

Waktu saya ke sana akhir pekan lalu, saya melihat bahwa coffee-shops dan tempat-tempat makan mulai menampakkan wujudnya (belum selesai dan belum dibuka), modern, cozy, dan nyaman. Juga outlet-outlet perbankan yang terlihat lebih mirip 'apple store' yang chic dan keren. 

Dan menurut saya, yang paling penting adalah..para petugas bandara yang terlihat happy, dan sepenuh hati melakukan tugasnya, bahkan menjemput bola jika melihat ada penumpang yang memerlukan bantuan. Pun terlihat ada petugas-petugas yang memastikan bahwa fungsi-fungsi dasar dari terminal tersebut berfungsi optimal. Keren sekali. Ada kesadaran kolektif dari Angkasa Pura II untuk menjadikan bandara ini menjadi kebanggaan Indonesia, sejajar dengan bandara-bandara lain di dunia yang lebih dulu established. 

Saat ini, pekerjaan menyelesaikan New T3 ini berlangsung siang dan malam, dan saya yakin jika terus menerus dilakukan monitoring, evaluasi, perbaikan dan pengembangan, T3 bisa menjadi salah satu terminal bandara terbaik dunia. 

Dan untuk itu, sepertinya kita tak menunggu terlalu lama. 

(all photos by Akhyari Hananto):

Drop-off
Drop-off
Lounge check in
Lounge check in
Kaunter check in premium
Kaunter check in premium
Ruang tunggu yang besar dan luas
Ruang tunggu yang besar dan luas
Ruang tunggu
Ruang tunggu
Kaunter check in
Kaunter check in
T3
T3
Taman kecil yang membuat perbedaan
Taman kecil yang membuat perbedaan
Petugas yang rapi, ramah, dan capable
Petugas yang rapi, ramah, dan capable
Ruang kedatangan yang cukup nyaman
Ruang kedatangan yang cukup nyaman
waiting lounge
waiting lounge

 

Sumber dan referensi: 

Syktrax.com

Travelandleisure.com

worldairportsaward.com

 

Pilih BanggaBangga91%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau9%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara