Karya - karya seniman Indonesia mulai dilirik mancanegara. Dalam pameran Digital Design Weekend (DDW), sebuah karya seni dari Albert Siagian ditampilkan dalam acara yang diselenggarakan di yang diadakan di Museum Victoria and Albert (V&A), sebuah gedung bergenggi di kota London, Inggris.

     Seniman lintas disiplin dengan latar belakang pendidikan Teknik Sipil dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta ini memanfaatkan tape recorder usang sebagai media untuk menciptakan sebuah desain digital yang dapat menciptakan mikrocontroler.

     Desain digital yang dibuat oleh Andreas menggunakan bahasa digital 8-bit Mixtape yang dikembangkan dengan sumber terbuka. Dalam program yang diinisiasi oleh British Council ini, Andres berkesempatan untuk membagikan info kepada para pengunjung yang mencapai 30 ribu orang ini.  

     Digital Design Weekend sendiri merupakan sebuah pameran karya yang menggabungkan unsur teknologi dan seni. Dalam pameran itu, para pengunjung juga berkesempatan untuk ikut serta dalam instalasi interaktif dan laboratorium  serta berdiksusi bersama dengan ratusan seniman lintas negara dan karya - karya mereka, termasuk berdiskusi dengan Andreas.

      Andreas dan komunitas Lifepatch menampilkan 8-Bit Mixtape dan Biosynth yang adalah sebuah synthesizer kecil, diciptakan Andreas bersama Marc Dusseiller dan Budi Prakosa.  Biosynth adalah sebuah modul lokakarya yang digunakan untuk memperkenalkan elektronika dan biologi kepada para peserta.

    Secara terpisah, Hastin Dumadi, Pejabat KBRI London mengatakan bahwa partisipasi dari para seniman Indonesia dalam program Digital Design Weekend merupakan bukti bahwa karya – karya seniman Indonesia sudah mulai mendapat perhatian dan penghargaan dari luar negeri.



Sumber : antaranews.com, britishcouncil.id 
Sumber Gambar Sampul :beritasatu.com 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu