Universitas Batik Berhasil Budidayakan Ulat Sutera Pemakan Daun Singkong

Universitas Batik Berhasil Budidayakan Ulat Sutera Pemakan Daun Singkong

Universitas Batik Berhasil Budidayakan Ulat Sutera Pemakan Daun Singkong

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kain Sutera dikenal sebagai kain yang memiliki nilai tinggi. Penyebabnya adalah selain kualitasnya yang tinggi, proses pembuatannya pun ternyata tidak mudah. Sebab kain sutera membutuhkan benang sutera yang dipanen dari ulat sutera. Padahal biaya budidaya ulat sutera sendiri sudah terbilang mahal akibat pakannya yang harus berupa daun murbei. Menyadari kendala pakan tersebut, tim riset Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta kemudian mencoba membudidayakn Ulat Sutera yang bisa memakan daun singkong.

Seperti dilansir Okezone.com, tim riset Uniba dilaporkan telah berhasil membudidayakan Ulat Sutera dengan pakan daun singkong yang hasil seratnya sama baiknya seperti Ulat Sutera pemakan daun murbei. Riset tersebut dilakuakn di Desa Jeblok, Karangtengah, Wonogiri. Tim yang terdiri dari beberapa ahli dari pertanian, Entomologiest (serangga), pakar pertanian, dan kewirausahaan tersebut telah melakukan uji coba dan penelitian sejak tahun 2014 hingga 2016.

Ketua tim riset, Dra. Tri Murti, MM menjelaskan bahwa penerapan Iptek berbasis riset dalam pengembangan budidaya ulat sutra (samia chyntia richini boisduval) pemakan daun singkong secara terpadu tersebut merupakan program Hi-Link Dit Litabmas Dikti yang juga mendapat dana dari Kemenristekdikti.

"Tim ini bekerja sama melakukan penelitian budidaya ulat sutra pemakan daun singkong dari awal pembibitan sampai produksi tenun," jelas perempuan yang juga Dosen Ilmu Ekonomi di Uniba Surakarta itu.

Tujuan dari inisiatif penelitian tersebut antara lain adalah untuk meningkatkan potensi ekonomi masyarakat di wilayah Wonogiri. Selain itu, penelitian ini juga merupakan upaya mengembangkan model kerjasama penerapan teknologi berbasis penelitian antara Uniba, Pemda Wonogiri dan Kagosi sebagai industri mitra.

Seorang ahli serangga yang juga anggota tim riset, Sulistyo Winarno juga menjelaskan bahwa sejatinya ulat sutra pemakan daun singkong pertama kali dibawa dari China oleh Prof.Solahudin dari UNS Surakarta.

"Rencananya bibit ulat sutra tersebut sebenarnya akan diteliti di kampus UNS, namun batal dilakukan," ungkap Sulistyo Winarno.

Pembatalan tersebut kemudian membuat penelitian dialihkan pada peneliti Uniba. Hasilnya sangat bagus sekali sebab saat Ulat Sutera pemakan daun singkong dibudidayakan di daerah bersuhu dingin, hasil kokon ulat sutra tidak akan cepat diserang jamur.

Sumber : Okezone.com
Sumber Gambar Sampul : takepart.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Wuih, Produk Organik Indonesia Kebanjiran Order dari Jerman Sebelummnya

Wuih, Produk Organik Indonesia Kebanjiran Order dari Jerman

Hobbit dan Mata Menge, ‘’Manusia Purba’’ Flores yang Menyulut Perdebatan Arkeolog Dunia Selanjutnya

Hobbit dan Mata Menge, ‘’Manusia Purba’’ Flores yang Menyulut Perdebatan Arkeolog Dunia

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.