Teknologi transportasi berbasis listrik saat ini menjadi kebutuhan yang penting sebab penggunaan transportasi berbasis bahan bakar fosil dianggap mencemari lingkungan. Inovasi-inovasi transportasi berbasis listrik pun bermunculan, seperti yang dibuat oleh tim peneliti dari Universitas Sebelas Maret (UNS) yang berhasil memroduksi sepeda listrik bernama BikUNS. Sepeda ini kabarnya juga tidak lama lagi akan dikomersilkan. 

Sepeda BikUNS yang diklaim sebagai sepeda listrik pertama yang dibuat di Indonesia terbilang cukup mampu untuk menggeser penggunaaan sepeda motor sejak inovasi tersebut dirilis secara terbatas bulan April yang lalu. Sebab di lingkungan UNS sejak BikUNS hadir para Caraka (pengantar surat) tidak lagi menggunakan sepeda motor. 

Caraka yang mengendarai BikUNS (Foto: uns.ac.id)
Caraka yang mengendarai BikUNS (Foto: uns.ac.id)

Sang inisiator BikUNS Prof Dr. Kuncoro dari Fakultas Teknik UNS mengungkapkan bahwa riset pembuatan sepeda ini telah dilakukan sejak tahun 2015. Seluruh proses penelitian dan pembuatanya dilakukan oleh anak-anak bangsa. Meski baterai lithium 36 volt dengan kapasitas 10 Ampere yang digunakan masih diimpor. Baterai tersebut mampu mendayai sepeda listrik itu menempuh jarak 25-30 kilometer.

"Pasalnya, baterai lithium yang menjadi salah satu riset FT-UNS, saat ini belum bisa digunakan karena belum mendapat standar nasional Indonesia (SNI). FT-UNS memproduksi rangka besi beserta boks dari bahan serat," jelas Prof. Kuncoro sebagaimana dikutip dari Okezone.com.

Sepeda listrik karya anak bangsa ini semakin mendapatkan momentum ketika Kemenristekdikti menjadikan BikUNS sebagai hibah untuk beberapa universitas terkemuka lainnya di Indonesia. Universitas yang menerima sepeda ini antara lain Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Jember.

Kesiapan BikUNS untuk menjadi produk masal juga tengah dipersiapkan. Desain industrinya telah dipatenkan. Hal itu diungkapkan Yohannes Daud, Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Teknik UNS pada Gapey Sandy, penulis Kompasiana. 

“Ini bukan sekadar sepeda biasa, karena rangka sepedanya kita buat sendiri, desain industrinya semua sudah dipatenkan. Kalau disebut sepeda biasa, ya enggak juga, karena kita sudah mengubah chassis sepedanya. Chassis adalah rangka yang fungsinya menopang berat dan beban kendaraan, mesin serta penumpang. Chassisnya kita buat sendiri. Tapi memang, untuk komponen-komponen lain sama dengan sepeda biasa semua. Artinya, untuk masalah pengereman, rem depan, rem belakang, ban, velg, jari-jari, baut segala macam, bisa dicari di pasaran,” kata Yohannes.

Sepeda listrik Bike UNS alias BikUNS (Foto: uns.ac.id)
Sepeda listrik Bike UNS alias BikUNS (Foto: uns.ac.id)

Meski belum secara resmi dijual bebas, BikUNS dipasarkan secara terbatas dan dikerjakan berdasarkan pesanan. Proses pembuatannya membutuhkan waktu 2 hingga 3 bulan dan dikerjakan oleh CV Intek Unsindo di Karanganyar. 

Pihak yang telah membeli BikUNS antara lain adalah Fakultas Teknik UI dan PT Pembangunan Perumahan. Di UNS sendiri, Rektor juga telah memperbanyak permintaan untuk menyediakan kendaraan dinas bagi para Dekan saat bekerja di lingkungan kampus. 

BikUNS adalah bukti bahwa anak-anak bangsa mampu menciptakan kreasi inovatif yang memiliki daya guna. Mungkin tinggal menunggu waktu saja kita akan melihat sepeda-sepeda listrik berseliweran di kampus-kampus atau bahkan di perkotaan tempat kawan tinggal. Maju terus karya Indonesia.

Sumber : okezone.com;kompasiana.com
Sumber Gambar Sampul : uns.ac.id

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu