Indonesia terkenal memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Tidak hanya yang biota darat, tetapi juga biota laut. Bahkan di Papua terdapat wilayah yang disebut dengan segitiga keanekaragaman biota laut terkaya di dunia. Di lokasi tersebut dapat ditemukan hewan-hewan laut eksotis seperti Hiu Paus dan Pari Manta yang keduanya merupakan makhluk laut terbesar di dunia.

Berdasarkan siaran pers yang diterima GNFI, Conservation International (CI) mengungkapkan bahwa Hiu Paus (Rhincodon Typus) memiliki potensi wisata bahari yang nilainya sangat besar. Namun Hiu Paus saat ini mendapat ancaman akibat masih maraknya perburuan liar.

Nilai wisata bahari yang dimaksud berasal dari aktifitas atraksi wisata seperti selam ataupun senorkeling di wilayah tempat Hiu Paus kerap muncul. Hal tersebut sangat berpotensi untuk dilakukan di Teluk Cendrawasih yang memang selama ini dikenal sebagai "rumah" dari ikan terbesar di dunia itu. CI mengambil contoh dari negara Maladewa yang berhasil meraup pemasukan sebesar 7,6 juta US$ (2012) dan 9,4 juta US$ (2013) dari pembelanjaan langsung wisatawan di Kawasan Konservasi Laut South Ari.

“Hiu paus merupakan satu dari jenis ikan yang informasi biologis, perilaku, dan kehidupannya sangat sedikit diketahui. Oleh karena itu, untuk mengembangkan pengetahuan ilmiah spesies kharismarik ini, kami melakukan beberapa hal antara lain: pemasangan tag satelit untuk mengamati pergerakan hiu paus di kawasan Bentang Laut Kepala Burung (BLKB) Papua Barat, pembuatan database photo ID di website BLKB untuk mendukung monitoring populasi hiu paus di BLKB, serta kerjasama dengan Akuarium Georgia di Atlanta, Amerika Serikat dalam pengembangan pengetahuan ilmiah tentang hiu paus di Indonesia, khususnya untuk mengkaji

tingkat gangguan dari aktivitas pariwisata terhadap kesehatan hiu paus”, ujar Marine Program Directore, CI Indonesia, Victor Nikijuluw.

Baca juga: Indonesia Rumah Bagi Ikan Terbesar di Dunia

Sejak Desember 2015 yang lalu, CI Indonesia telah mendokumentasikan pergerakan mengagumkan dari Hiu Paus

di kawasan BLKB, satu di antaranya melewati Pulau Yap ke selatan Palung Mariana yang merupakan palung terdalam di dunia (10.994 meter). Pergerakan-pergerakan hiu paus tersebut dapat diamati di Aplikasi Pelacak Hiu Paus yang  diluncurkan CI pada bulan Juni 2016.

CI Indonesia juga mengatakan bahwa Hiu Paus di Indonesia yang berkumpul di perairan dangkal didominasi oleh jenis kelamin jantan yang belum dewasa. Salah satu lokasi kemunculan Hiu Paus adalah di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Lokasi-lokasi ini kemudian dimanfaatkan para wisatawan yang mencari kesempatan untuk berenang bersama hiu paus. Lokasi itulah yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi ekowisata Hiu Paus. 

Namun, CI menghimbau bahwa tata cara pariwisata berbasis Hiu Paus harus terus perlu diperhatikan untuk memastikan kegiatan pariwisata yang tidak mengganggu perilaku Hiu Paus sehingga mampu memberi manfaat berkelanjutan.

Sumber : CI Indonesia
Sumber Gambar Sampul : ksmtour.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu