Lupa Sandi?

“Potensi Kopi Indonesia Bisa Bertumbuh Tak Berbatas,” kata Duta Besar Australia

Athaya P. Belia
Athaya P. Belia
0 Komentar
“Potensi Kopi Indonesia Bisa Bertumbuh Tak Berbatas,” kata Duta Besar Australia

Paul Grigson, Duta Besar Australia untuk Indonesa dan juga penikmat kopi, memaparkan bahwa potensi kopi memaparkan bahwa potensi kopi Indonesia mampu bertumbuh tak berbatas baik dari agrikultur dan industrinya. Ia juga memaparkan bahwa Indonesia, sebagai produser kopi dan eksportir terbesar ketiga di dunia, Indonesia merupakan surga untuk para penikmat kopi, setelah Brazil dan Vietnam.

Ia juga telah menambahkan fakta bahwa Australian Rural Development Program (PRISMA) yang merupakan bagian dari Australia Indonesia Partnership for Rural Economic Development (AIP-Rural) – Kemitraan Australia-Indonesia untuk Pengembangan Ekonomi Pedesaan - yang telah menolong lebih dari 2.200 petani dan telah diharapkan untuk mencapai 10,000 produser kopi di tahun 2018.

Paul Grigson juga mengatakan bahwa dirinya terkesima dengan budaya kopi dimana kopi bisa menjadi cold fusion yang bisa dicampur diatasnya atau dijadikan tubruk. Selama ia tinggal di Indonesia, nyaris semua kopi tumbuh di negara ini telah dicicipinya, seperti kopi Gayo dari Aceh, Toraja dari Sulawesi Selatan, dan Bajawa Flores dari Nusa Tenggara Timur.

Provinsi Jawa Timur telah diperkirakan memiliki 54,300 petani kopi, dan area tanah produksi kopi hingga 8,1 persen dari area produksi negara. Sementara, Nusa Tenggara Timur memiliki 51, 752 petani kopi dan area produksi kopi mencapai hingga 57 persen dari area produksi nasional.

Sumber : ANTARANews
Sumber Gambar Sampul : ANTARA/Didik Suhartono

Baca Juga
Pilih BanggaBangga40%
Pilih SedihSedih20%
Pilih SenangSenang20%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi20%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ATHAYA P. BELIA

Menulis untuk mengingat dan diingat. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara