Lupa Sandi?

Bahasa Indonesia, Gamelan Jawa, dan Misi Interstellar

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Bahasa Indonesia, Gamelan Jawa, dan Misi Interstellar

Pada suatu siang di musim panas, tepatnya tanggal 5 September tahun 1977, sebuah roket membawa wahana luar angkasa dari Cape Canaveral di Florida, AS. Wahana bernama Voyager I itu terus meluncur menjauhi planet bumi, untuk mengeksplorasi planet-planet luar termasuk 'mengunjungi' planet Saturnus dan Jupiter. Inilah misi Interstellar, perjalanan antar bintang. 

Ada pengumuman mengejutkan dari NASA. Jet Propulsion Laboratory NASA pada 20 Maret 2013 mengkonfirmasi satelit penjelajah Voyager 1 sudah berada di Intestellar Medium atau sudah di luar sistem tata surya matahari setelah sebelumnya pada Desember 2012 berada di batas terluar wilayah tata surya.

Ini berarti butuh sekitar 36 tahun dari bumi untuk tiba di penghujung sistem tata surya kita sejak Voyager 1 diluncurkan pada 5 Juli 1977. Menyusul kemudian Voyager 2 diluncurkan pada 20 Agustus 1977 untuk melengkapi misi jelajah antar bintang (interstellar) jadi bukan lagi antar planet di tata surya.Voyager 1 dan Voyager 2 keduanya mencatat sejarah sebagai pesawat luar angkasa yang terjauh penerbangannya di luar angkasa yang pernah dibuat manusia. Anda bisa ikut memantau perkembangan perjalanan kedua satelit tersebut secara live di situs http://voyager.jpl.nasa.gov/where/

Apa yang unik dari kedua satelit penjelajah ini adalah keduanya dibekali dengan Voyager Golden Record, yaitu cakram emas yang berisi informasi tentang bumi, berharap dapat menjadi media “perkenalan” perdana dari bumi bila memang ada kehidupan di angkasa sana yang kebetulan menangkap dua pesawat ini.

Baca Juga

Informasi perkenalan ini berupa koleksi 116 gambar, koleksi audio ucapan salam dalam 59 bahasa, lagu-lagu internasional, pesan tertulis Sekjen PBB saat itu, Kurt Waldheim serta Presiden AS saat itu, Jimmy Carter. Item-item dalam cakram emas tersebut merupakan hasil seleksi dari Komite NASA yang dipimpin oleh Carl Sagan dari Cornell University.


 Indonesia sangat beruntung mendapat kehormatan sebagai perwakilan bangsa Asia Tenggara untuk ikut dalam “bersapa” dengan mahluk luar angkasa. Ada tiga item Indonesia yang masuk dalam cakram emas tersebut:PERTAMA, sebuah audio rekaman berdurasi 54 detik yang berbunyi “Selamat malam hadirin sekalian, selamat berpisah dan sampai bertemu lagi di lain waktu.”

KEDUA, alunan musik “Puspawarna” gubahan Sultan Mangkunegara IV yang berdurasi 4 menit 43 detik, berada di urutan kedua setelah alunan Brandenburg Concerto No. 2 karya Johann Sebastian Bach dari keseluruhan 90 menit track musik. Ikut pula di dalamnya lagu rock’n roll “Johnny B Goode” dari Chuck Berry.   



Piringan emas yang berisi rekaman

KETIGA, berupa potongan gambar Penari Bali di urutan 64 dari 116 gambar.Adapun pesan universal tertulis dari Presiden Jimmy Carter berbunyi:“Kami siarkan pesan ini ke seantero kosmik… dari 200 miliar bintang di galaksi Bima Sakti, ada – atau beberapa – yang mungkin pada planet dan angkasanya terdapat habitat peradaban.

Bila salah satu peradaban menangkap Voyager dan dapat memahami isi dari rekaman cakram ini, inilah pesan kami: Kami sedang berusaha menjaga waktu kami agar bisa hidup dengan anda. Kami berharap suatu hari nanti, bisa menyelesaikan permasalahan yang kami hadapi, untuk bergabung dengan komunitas Peradaban Galaktik. Rekaman ini merepresentasikan harapan kami dan ketetapan hati kami dan niat baik kami pada jagad raya yang sangat luas dan mengagumkan.”

Duplikat cakram emas Voyager hingga kini dipamerkan di Udvar-Hazy Center, Washington Dulles International Airport.Daftar selengkapnya dari isi cakram emas yang diboyong satelit Voyager bisa anda simak di

http://en.wikipedia.org/wiki/Contents_of_the_Voyager_Golden_Record

Oleh : dr. H.Hanny Rono Sulistyo, SP.og (K),MM

Pilih BanggaBangga73%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau13%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas