Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Suku Boti di Pulau Timor, Punggawa Tradisi Lokal di Tengah Modernitas

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Suku Boti di Pulau Timor, Punggawa Tradisi Lokal di Tengah Modernitas
Suku Boti di Pulau Timor, Punggawa Tradisi Lokal di Tengah Modernitas

Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan beragam suku bangsa. Bisa dikatakan bahwa setiap pulau yang membentuk negara ini memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri, termasuk para manusia yang mendiami pulau – pulau tersebut. Salah satunya adalah pulau Timor, yang terletak di provinsi paling selatan Indonesia, Nusa Tenggara Timur. Suku Boti, adalah salah satu kelompok masyarakat adat yang hingga saat ini masih kental mempertahankan tradisi asli dari leluhur Timor.

Bisa dikatakan bahwa Suku Boti adalah mereka yang masih tertutup dengan  hal – hal yang berbau modernitas. Masyarakat di sana masih menganut Halaik, yaitu kepercayaan asli Timor. Para pria yang sudah menikah dilarang untuk memotong rambutnya, melainkan harus menggelung hingga berbentuk seperti konde.  Yang menjadi ciri khas dari keberadaan Suku Boti adalah sistem pemerintahan di suku tersebut yang berbentuk kerajaan dengan Usif (Raja) bermarga Benu.  Usif adalah pemimpin pemerintahan, adat, sekaligus pemimpin spiritual masyarakat Boti.

Sesuai dengan falsafah hidup Suku Boti bahwa kesejahteraan dan kemaslahatan hidup hanya bisa didapat dengan menjaga dan merawat alam, Suku Boti sangat menghargai dan menghormati alam. Mereka menyadari bahwa kehidupan mereka sangat bergantung pada alam.  Salah satu contohnya adalah kain tenun, salah satu fabrikasi masyarakat dimana benang dan pewarna untuk membuat kain tenun masih menggunakan benang yang diolah dari tanaman kapas serta perwarnaan yang menggunakan daun – daunan dari alam yang diproses secara tradisional.

Tenun, salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Boti (source: tourism.nttprov.go.id)
Tenun, salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Boti (source: tourism.nttprov.go.id)

Salah satu yang menarik dari masyarakat Suku Boti adalah keteguhan mereka dalam menjalankan aturan adat. Hingga saat ini, tidak pernah ada yang namanya pencurian terjadi di dalam masyarakat Boti, bahkan untuk hal sekecil apapun. Masyarakat Boti percaya bahwa mengambil hak milik orang lain, entah apapun itu adalah sebuah perbuatan yang akan mendatangkan kutuk dan bahaya bagi diri mereka sendiri. tidak mengherankan bahwa di kampung Boti anda dengan gampang melihat hewan – hewan bebas berkeliaran serta kebun warga yang tidak pernah kehilangan satu isinya hingga dipanen oleh sang pemilik. Masyarakat Suku Boti pun sangat menjunjung tinggi monogami. Satu laki – laki hanya boleh menikahi satu perempuan hingga akhir hayat.  

Baca Juga

Masyarakat Suku Boti hingga saat ini masih menggunakan Bahasa Dawan (bahasa daerah masyarakat Timor) sebagai bahasa sehari – hari. Namun, hal itu bukan menjadi penghalang bagi siapapun yang ingin berkunjung ke sana. Meskipun terhilat seperti suku yang tertutup, masyarakat Boti sangat menerima siapapun yangingin berkunjung dan menikmati kehidupan ala Boti yang sederhana dan tradisional. Suku Boti sudah sangat terbiasa menerima wisatawan yang berkunjung, baik dari dalam maupun luar negeri.   

Masyarakat Boti di depan rumah adat (source : floresexotictour.info)
Masyarakat Boti di depan rumah adat (source : floresexotictour.info)

Mendiami daerah Boti, sekotar 40 kilometer dari pusat Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Suku Boti merupakan benteng utama dari pertahanan tradisi masyarakat pulau Timor pada saat ini. Upacara – upacara adat masih dilakukan hingga saat ini, serta berbagai macam hal yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat masih bergantung kepada alam. Keberadaan Suku Boti yang masih mempertahankan, menjalankan, dan melestarikan nilai – nilai dan budaya asli yang diwariskan oleh nenek moyang masyarakat Timor menjadi sebuah catatan tersendiri di tengah modernitas dunia yang terus menerus bergerak. Suku Boti, sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya Timor dengan kesederhanaan dan kebersahajaan masyarakatnya merupakan bukti nyata bagaimana teguhnya suatu masyarakat mengejawantahkan nilai – nilai luhur dari para pendahulu kedalam hidup mereka sehari hari.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya dalam budaya. Kita semua patut bangga.




Sumber :
Sumber Gambar Sampul :tourism.nttprov.go.id 

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata