Lupa Sandi?

Teknologi Digital Diprediksi Mampu Lejitkan GDP Indonesia, Seberapa Tinggi?

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Teknologi Digital Diprediksi Mampu Lejitkan GDP Indonesia, Seberapa Tinggi?

Teknologi digital tidak hanya mampu menyelesaikan masalah di masyarakat tetapi juga mampu untuk memaksimalkan potensi ekonom. Berdasarkan prediksi McKinsey and Company, Gross Domestic Product (GDP) Indonesia akan mampu mencapai nilai US$150 milyar atau setara dengan Rp 1.938 triiun pada tahun 2025 berkat teknologi digital.

"Transisi menuju era serba digital mampu mendongkrak PDB Indonesia di angka US$150 miliar di tahun 2025. Angka itu setara dengan 10 persen PDB pada tahun tersebut," jelas Khoon Tee Tan, Partner McKinsey South East Asia, seperti dikutip dari CNN Indonesia

McKinsey juga menjelaskan analisisnya bahwa terdapat tiga tren besar di Indonesia yang akan melibatkan teknologi.

Pertama adalah pembangunan teknologi komunikasi dan informasi (ICT) dari sisi infrastruktur yang membuat harga bandwidth Indonesia menjadi salah satu yang termudah di dunia. Namun soal kecepatan masih terlalu rendah.

Baca Juga


"Jika dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, bandwidth mereka 100 kali lipat dibanding Indonesia. Pun begitu dengan Thailand yang kecepatannya 10 kali lipat," lanjut Tan.

Berdasarkan fakta tersebut McKinsey meyakini bahwa Indonesia masih punya peluang besar untuk meningkatkan aspek infrastruktur ICT dalam negeri.

Kemudian yang kedua, kebiasaan konsumen Indonesia dalam memanfaatkan teknologi seperti koneksi internet terbilan sangat masif.

Meski bila dihitung dari total populasi Indonesia, hanya 30 sampai 40 persen orang yang telah memiliki akses internet. Namun hal tersebut akan berubah. McKinsey memprediksi, sekitar empat sampai lima tahun ke depan, akan terjadi pertumbuhan 50 hingga 60 juta orang yang menerima akses internet.

"Dilihat dari waktu penggunaan internet hingga aktivitasnya seperti transaksi online, transformasi digital ke depannya juga akan didukung oleh adopsi dari konsumen Indonesia sendiri," jelas Tan.

Dan tren yang ketiga, dilihat dari sisi bisnis digital. Meski negara barat sudah lebih dulu maju, Indonesia diramalkan akan dipenuhi oleh startup potensial.

Bahkan menurut analsis McKinsey, Indonesia saat ini telah ada lebih dari 250 startup yang mendapat pendanaan sebesar US$1,7 juta. Pertumbuhan startup dipercaya menjadi peluang besar bagi Indonesia dalam meningkatkan ekonomi digitalnya.

Penggunaan teknologi digital di Indonesia memang masih belum merata. Sebagian besar akses digital hanya terpusat di kota-kota besar dan mayoritas ada di Pulau Jawa. Tren ini harus berubah bila ingin adanya maksimalisasi potensi ekonomi untuk peningkatan GDP secara signifikan. 

Sumber : CNN Indonesia
Sumber Gambar Sampul : businessfirstmagazine.com.au

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Seorang copywriter dan penulis konten yang bermimpi mampu menebar inspirasi dan semangat lewat konten-konten berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie