Inilah Kapal Pengganti KRI Dewaruci, Sang Legenda

Inilah Kapal Pengganti KRI Dewaruci, Sang Legenda

Inilah Kapal Pengganti KRI Dewaruci, Sang Legenda

KRI Dewaruci adalah sebuah kapal latih bagi taruna/kadet Akademi Angkatan Laut yang berbasis di Surabaya dan diresmikan pada tahun 1953. KRI Dewaruci bahkan pernah menjalani misi keliling dunia selama 2 kali.

Selama ini, setiap tahunnya kadet AAL berlayar dengan Dewaruci ke berbagai belahan dunia dengan tujuan utama adalah latihan pelayaran bintang atau disebut Kartika Jala Krida. Misi terbaru KRI Dewaruci adalah mengikuti ASEAN Cadet Sail 2016 yang berlayar dari Surabaya–Mataram–Bali–Makassar –Balikpapan–Semarang–Surabaya selama kurang lebih sebulan.

Akan Digatikan KRI Bimasuci

Untuk memperharui kapal latih ini, saat ini Angkatan Laut telah mempersiapkan kapal KRI Bimasuci yang telah memulai tahap pemotongan perdana baja (steel cutting) pada medio November 2015.

KRI Bimasuci diproyeksikan menggantikan peran kapal layar legendaris KRI Dewaruci yang sudah lebih dari enam dasawarsa “membidani” lahirnya perwira alumnus Akademi Angkatan Laut.

KRI Bima Suci | Beitamiliter.blogspot.com
KRI Bima Suci | Beitamiliter.blogspot.com

Kapal latih ini dibangun di galangan Contrucion Navales Freire Shipyard, Kota Vigo, Spanyol. Kemudian proses peletakan lunas (keel laying) pada 27 Januari 2016. Tahapan itu sebagai tanda dimulainya pembangunan KRI Bimasuci.

KRI Bimasuci merupakan kapal layar kelas barque. Yakni, kapal layar yang memiliki dua tiang dengan layar persegi. Kapal layar tiang tinggi ini memiliki panjang 110 meter dan lebar 13,5.

Bandingkan dengan KRI Dewaruci berdimensi panjang 58 meter dan lebar 8 meter yang pernah dipimpin mantan Komandan Lanal Yogyakarta itu.Dengan ketinggian mencapai 50 meter, KRI Bimasuci jauh lebih menjulang dibanding KRI Dewaruci dengan tiang tertinggi 35 meter.

Perbandingan KRI Dewaruci dan KRI Bima Suci | defense-studies.blogspot.com
Perbandingan KRI Dewaruci dan KRI Bima Suci | defense-studies.blogspot.com

Selain itu perbadaan Dewaruci dan Bimasuci adalah jumlah layar. Pada KRI Bimasuci terdapat 26 buah, sedangkan KRI Dewaruci 16 buah.

Selain itu di KRI Dewaruci tidak terdapat ruang kelas, maka KRI Bimasuci menyediakan ruang kelas secara khusus sebagai tempat belajar para taruna AAL saat berlatih dalam operasi Kartika Jala Krida. Ruang kelas yang tersedia mampu memuat 100 orang taruna.

KRI Bimasuci juga memiliki ruang rekreasi dalam sebuah ballroom berukuran 11 x 10,5 meter persegi yang dilengkapi perangkat multimedia.

Kapal tipe tall ship ini memiliki panjang 110 meter, kapasitas 200 personil, luas layar 3.500 sqm, dilengkapi MAN 6L21/31 buatan MAN Diesel sebagai mesin penggerak saat tidak menggunakan tenaga angin.

KRI Bimasuci memiliki kecepatan maksimal mencapai 12 knot jika menggunakan daya dorong mesin dan 15 knot jika menggunakan layar. Sementara itu untuk tingkat endurance (ketahanan berlayar tanpa mengisi BBM) dapat mencapai 30 hari. Kapal layar tiang tinggi ini pun dilengkapi dengan 5 dek, 7 kompartemen, dan 48 blok.

(Aktualita.com)

Pilih BanggaBangga76%
Pilih SedihSedih3%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli1%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi3%
Pilih TerpukauTerpukau12%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DILO Mewujudkan Masyarakat Digital yang Mandiri dan Makin Kreatif Sebelummnya

DILO Mewujudkan Masyarakat Digital yang Mandiri dan Makin Kreatif

Sepak Terjang Perjalanan Cukur Rambut Asgar Selanjutnya

Sepak Terjang Perjalanan Cukur Rambut Asgar

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.