Batik merupakan warisan budaya Indonesia untuk dunia. Sejak diresmikan oleh UNESCO sebagai World Heritage pada tahun 2009 yang lalu, popularitas Batik terus meningkat. Terbukti kini kota batik dunia pun berada di Indonesia. Penobatan tersebut sejatinya telah dilakukan oleh World Craft Council di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di tahun 2014. 

Predikat kota batik dunia yang disandang oleh Yogyakarta membuktikan bahwa kota budaya ini memiliki beberapa kriteria yang pantas. Menjelang Jogja International Batik Biennale 2016 (JIBB) yang berlangsung pada 12-14 Oktober 2016,  kawan GNFI perlu tahu mengapa DIY yang ditunjuk sebagai kota batik dunia. 

Sebagaimana diberitakan Viva.co.id, Kriteria-kriteria tersebut antara lain adalah pertama, Yogyakarta memiliki nilai sejarah yang cukup dikenal lewat peninggalan-peninggalan sejarah seperti Borobudur.

"Yogyakarta memiliki potensi yang cukup panjang untuk menjadi kota pusat batik dunia. Hal itu dilihat dari beberapa kriteria yang dimiliki, seperti salah satunya nilai sejarah," ujar Laretna T. Adishakti selaku Dewan Pakar Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad.

Jogja International Batik Biennale
Jogja International Batik Biennale

Kemudian menurut Laretna kriterita yang kedua adalah kota yang memiliki julukan Yogya Istimewa tersebut tetap memertahankan nilai keaslian meski modernitas telah banyak berkembang di masyarakat. Ketiga, nilai pelestarian yang dianggap sebagai bagian dari akar budaya Yogyakarta masih dijaga dengan baik.

Sedangkan kriteria keempat, Yogyakarta memiliki nilai ekonomi yang mampu meningkatkan penghasilan negara lewat batik. Lalu yang kelima, kota ini dianggap memiliki perhatian pada isu ramah lingkungan mengingat setiap karya yang diciptakan mudah diolah kembali oleh para pengrajin sehingga tak meninggalkan banyak limbah. Dan yang keenam, Yogyakarta dipandang memiliki nilai global yang dapat memengaruhi suatu proses peradaban. Sementara kriteria yang terakhir, Yogyakarta dinilai memiliki perhatian pada prinsip-prinsip keberlanjutan.

Seluruh predikat tersebut merupakan alasan yang kuat untuk menobatkan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia. Penobatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat para pengrajin untuk lebih produktif menciptakan karya-karya batik berkualitas dunia.

Sumber : Viva.co.id
Sumber Gambar Sampul : Almi Photography

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu