Pernah dengar batu Satam? Warga Belitung menyebut batu ini "batu meteor". Konon tujuh ratus ribu tahun lalu meteor pernah jatuh ke bumi. Salah satu pecahannya jatuh di Kelapa Kampit, Belitung.

Menurut para ahli, batu Satam merupakan jenis batu tektit. Batu tektit terbentuk dari tubrukan meteor dengan bumi. Saat meteor jatuh ke bumi, panasnya melelehkan batuan di bumi. Batuan tersebut lama-lama membeku dan terbentuk seperti kaca.

Kata Satam sebenarnya berasal dari bahasa Cina. "Sa" artinya "pasir" dan "tam" artinya empedu. Batu ini juga disebut billitonite, artinya batu dari Belitung.

Ya, sesuai namanya batu Satam adalah batu yang menjadi ciri khas Belitung. Karakternya kasar pada bagian permukaan tapi sangat halus di bagian dalam. Warnanya didominasi oleh hitam.

Batu Satam hanya bisa ditemukan di daerah-daerah yang bersinggungan dengan meteor, seperti Belitung dan Australia. Jadi jangan heran jika bebatuan di Belitung sangat indah.


Sumber : kidnesia, kompas.com
Sumber Gambar Sampul : i.ytimg.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu