Pulau Terbarat Indonesia, ternyata Bukan Pulau Weh (Kota Sabang)

Pulau Terbarat Indonesia, ternyata Bukan Pulau Weh (Kota Sabang)

Pulau Terbarat Indonesia, ternyata Bukan Pulau Weh (Kota Sabang)

Bukannya pulau paling barat itu Pulau Weh dengan Kota Sabang-nya? Begitu kira-kira yang seringkali kita dengar. Selama ini memang banyak dari kita yang mengetahu bahwa Pulau Weh adalah pulau paling barat di Indonesia. Tidak terlalu tepat.

Kota Sabang, yang terdapat di Pulau Weh memang lah kota paling barat, tetapi pulau yang terletak di ujung paling barat Indonesia bukanlah pulau Weh melainkan pulau Benggala. Karena terletak di paling barat, pulau ini menjadi salah satu pulau terluar di Indonesia yang berbatasan langsung dengan perairan India.

Pulau Weh terletak di koordinat 5° 55? Lintang Utara, dan 95° 0? Bujur Timur. Lokasi tersebut masih kalah jauh dengan Pulau Benggala yang terletak di koordinat 5° 47? Lintang Utara, dan 94° 58? Bujur Timur. Secara administratif pulau terluar Indonesia ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Letaknya berada di Selat Benggala yang berbatasan langsung dengan perairan Laut Andaman dan Samudera Hindia. Posisinya dibanding dengan pulau-pulau lainnya adalah terletak di sebelah barat laut dari Pulau Breueh dan di sebelah barat Pulau Weh.

Lokasi Pulau Benggala

Pulau Benggala disebut juga sebagai Batutigabelas oleh masyarakat sekitar. Mungkin karena pulau ini terdiri atas beberapa gundukan batu yang membentuk gugusan pulau. Pulau yang tidak berpenghuni ini memang merupakan pulau batu yang terdiri atas batuan-batuan vulkanik. Luasnya hanya sekitar 4 hektare dengan titik tertinggi di pulau ini yang hanya 14 meter di atas permukaan laut.

Perairan di sekitar Pulau Benggala memiliki berbagai jenis terumbu karang dengan tutupan sekitar 43%. Kondisi terumbu karang ini lumayan tidak mengalami kerusakan, karena memang kurangnya aktivitas manusia di sekitarnya. Di terumbu karang tersebut dijumpai berbagai biota seperti bulu babi, teripang, kerang, dan siput. Juga berbagai jenis ikan seperti ikan hias, ikan tuna, tenggiri, cakalang, kembung, kerapu, kakap, dan teri. Pada waktu-waktu tertentu di perairan Pulau Benggala juga dijumpai hiu. Untuk menuju pulau paling barat di Indonesia ini dengan perahu boat dari Banda Aceh dengan lama perjalanan sekitar 7 jam. Atau dari pulau Weh dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.

Lagu Dari Sabang sampai Merauke, tidak keliru. Karena yang dimaksud adalah kota yang paling barat dan paling timur di Indonesia. Namun jika kemudian menganggap pulau Weh (We), tempat kota Sabang berada, sebagai pulau paling barat di Indonesia adalah sesuatu yang kurang tepat. Karena di sebelah barat pulau Weh ternyata masih terdapat beberapa pulau lain. Pulau paling barat di Indonesia bukan lah Pulau Weh tapi Pulau Benggala. Pulau Benggala sebagai daratan paling barat di Indonesia, sekaligus pulau paling barat di Indonesia memang hanya sebuah pulau kecil tidak berpenghuni. Namun dari titik ini lah luas wilayah Indonesia ditetapkan. Tidak mengenal Pulau Benggala sehingga tidak mengetahui atau salah dengan pulau yang terletak di paling barat Indonesia menjadi sebuah kesalahan yang konyol. Masa kita tidak tahu batas terluar tanah air sendiri?

Referensi dan gambar:www.ppk-kp3k.kkp.go.id/direktori-pulau/index.php/public_c/pulau_info/451id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Benggalaalamendah.org/2010/04/21/daftar-pulau-terluar-indonesia/id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Weh
Goalam.blogspot.com

Pilih BanggaBangga63%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang9%
Pilih Tak PeduliTak Peduli4%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi10%
Pilih TerpukauTerpukau12%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Brand Fashion Lokal Usung Kreativitas Desain Pakaian Dalam Sebelummnya

Brand Fashion Lokal Usung Kreativitas Desain Pakaian Dalam

Inilah Tradisi Adat untuk Anak Muda Selanjutnya

Inilah Tradisi Adat untuk Anak Muda

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.