Lupa Sandi?

Film Adaptasi Novel Eka Kurniawan Juara di Korsel  

Agustina  Suminar
Agustina Suminar
0 Komentar
Film Adaptasi Novel Eka Kurniawan Juara di Korsel   
Film Adaptasi Novel Eka Kurniawan Juara di Korsel  

Film besutan Edwin, Love and Vengeance, beberapa saat yang lalu berhasil memenangkan Asian Project Market di Busan, Korea Selatan. Mengadaptasi dari novel Eka Kurniawan berjudul Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, film ini disutradarai langsung oleh Edwin dimana Eka terlibat langsung dalam penulisan skenario.

Bercerita mengenai seorang pria yang memiliki masalah ereksi, film Love and Vengeance mendapat banyak dukungan baik dalam maupun luar negeri. Dikutip dari Variety, sebagai sutradara Edwin meraih penghargaan Busan Award yang disponsori Busan Metropolitan City, dengan hadiah senilai US$ 15,000 untuk naskah filmnya.

Film adaptasi novel Seperti Rindu, Dendam Harus Dibayar Tuntas menjuarai Asian Project Market di Busan, Korsel. (cnnindonesia)
Film adaptasi novel Seperti Rindu, Dendam Harus Dibayar Tuntas menjuarai Asian Project Market di Busan, Korsel. (cnnindonesia)

Pihak Palari Films mengaku pihaknya lah yang membawa Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash (judul internasional) ke Asian Project Market. APM sendiri telah 19 tahun secara konsisten menyeleksi dan mempertemukan proyek film berkualitas kepada pendana, investor film, dan pembeli film dari berbagai negara.

Tidak heran jika penentuan pemenang yang akhirnya diumumkan pada malam resepsi penutupan festival di Westin Chosun, kamis lalu berlangsung ketat. Meskipun begitu, pihaknya menyadari semua itu berawal dari proses seleksi yang tepat dan tanggung jawab untuk menjamin kualitas artistik dalam film.

Baca Juga

Dalam seleksi ini, mau tidak mau Love and Vengeance, harus bersaing ketat dengan Lockbuster seperti Snowpiercer karya Bong Joon-ho, maupun film-film unik seperti Stray Dogs yang telah memenangkan Grand Jury Prize di Venice Film Festival.

Novel ketiga Eka Kurniawan diadopsi menjadi film. (ekakurniawan.com)
Novel ketiga Eka Kurniawan diadopsi menjadi film. (ekakurniawan.com)

Film ini merupakan proyek kolaborasi pertama Edwin dan Eka Kurniawan. Sebelumnya, Edwin melalui film terakhirnya berjudul Postcards From The Zoo, menjadi film Indonesia pertama yang terseleksi dan dinominasikan sebagai film panjang terbaik oleh Berlin International Film Festival tahun 2012. Selain campur tangan Edwin dan Eka, Muhammad Zaidy, Meiske Taurisia dan Lorna Tee juga terlibat sebagai produser.

Sebenarnya, novel ketiga Eka ini juga terbit dalam banyak versi. Berbagai versi tersebut antara lain versi bahasa Inggris, yakni novel dengan judul Love and Vengeance, di Amerika Serikat dan Kanada (New Directions), Inggris (Pushkin Press), serta Australia dan Selandia Baru (Text Publishing).

Sedangkan Asian Project Market sendiri adalah pasar film setengah jadi yang ditawarkan dalam tahap produksi atau penulisan skenario. Acara yang diikuti 27 judul film dari 16 negara ini berlangsung mulai tanggal 9-11 Oktober 2016 lalu.




Sumber :

cnnindonesia


Sumber Gambar : tmpo.co

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AGUSTINA SUMINAR

We write to taste life twice. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara