Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Bahas 7 Rencana Aksi, Perhimpunan Pelajar Indonesia Audiensi Dengan Komisi X DPR

PPI Dunia
PPI Dunia
0 Komentar
Bahas 7 Rencana Aksi, Perhimpunan Pelajar Indonesia Audiensi Dengan Komisi X DPR
Bahas 7 Rencana Aksi, Perhimpunan Pelajar Indonesia Audiensi Dengan Komisi X DPR

Liputan Jakarta, satu langkah baru yang dilakukan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Dunia adalah berdiskusi dengan perwakilan Komisi X DPR RI pada Selasa, 11 Oktober 2016 lalu. Representasi PPI Dunia diwakili oleh Koordinator PPI Dunia Intan Irani, Aulia Rifada alumni PPI Pakistan, Devi Rizal alumni PPI Finlandia, Ary Bolu alumni PPI Jerman, Pitut Pramuji Ketua PPI Taiwan, dan Ayub Anggadireja PPI Taiwan.

Mereka diterima oleh Wakil Ketua Komisi X Ferdiansyah. Lingkup Komisi X sendiri meliputi bidang pendidikan, olahraga, dan sejarah dengan rekan kerja di enam kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Perpustakaan Nasional, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Bidang Pendidikan Tinggi), serta Badan Ekonomi Kreatif. Intan sendiri menyampaikan rencana aksi PPI Dunia selama setahun ke depan. ’’Berdasarkan hasil diskusi sidang komisi pada simposium Internasional Kairo tahun ini, kami membaginya dalam tujuh rencana aksi PPI Dunia,’’ ujar Intan.

Baca Juga
PPI saat audiensi dengan Komisi X DPR (Foto: dok. PPI Dunia)
PPI saat audiensi dengan Komisi X DPR (Foto: dok. PPI Dunia)

Tujuh aksi tersebut dibagi dalam empat komisi yang akan mengkoordinir berjalannya aksi itu. Pertama adalah Komisi Pendidikan yang di-breakdown dalam empat isu, yakni revitalisasi pembangunan 100 Sekolah Dasar (SD) di Indonesia akan bekerja sama dengan sebuah LSM di Indonesia, donasi pengumpulan koin dari seluruh PPI Dunia untuk guru di Indonesia, gerakan kelas inspirasi, dan gerakan literasi (perpustakaan) yang akan bekerja sama dengan Indonesia Mengajar (IM). Kedua dalam Komisi Ekonomi, programnya adalah peningkatan perekonomian

masyarakat Indonesia di level grass root, wujudnya melalui Desa Binaan untuk petani. Saat ini masih tahap survei lokasi yang akan dijadikan desa binaan, dan nantinya akan mengajarkan e-commerce kepada para petani.

Ketiga adalah Komisi Politik yang bertahan dengan Tim kajian Papua Barat sejak 2015. ’’Proses rekrutmen anggota tambahan untuk Tim Kajian Papua Barat ini baru saja ditutup,’’ imbuhnya. Keempat adalah Komisi Agama yang menarget kajian strategis mengenai isu ekstrimisme dan radikalisme yang sedang marak terjadi di Indonesia dan juga pembentukkan tim media kerohanian dari para mahasiswa dari Timur Tengah dan Afrika Selatan. Intan juga menambahkan rencana simposium PPI Dunia setahun ke depan. ’’Ada empat simposium utama, yaitu di Taiwan untuk kawasan Asia dan Oseania, di Jeddah untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Selatan, dan di Italia untuk kawasan Amerika Eropa,’’ ucap Intan.

Satu lagi yang menjadi puncak dari kepengurusannya nanti adalah Simposium Internasional PPI Dunia yang akan digelar di Inggris tahun depan. Dalam kesempatan face to face dengan perwakilan Komisi X DPR RI ini, PPI Dunia berharap pemerintah bisa mendukung rencana aksi PPI Dunia tersebut dan juga kerjasama dengan perwakilan diaspora yang tersebar di seluruh dunia. Sebab sejauh ini, PPI kerap mengalami kendala dalam bekerja sama dengan lembaga-lembaga pemerintah atau kementerian karena minimnya akses.

Ferdiansyah sendiri menyampaikan beberapa saran berkaitan dengan rencana aksi PPI Dunia. Misalnya, dalam simposium 2017 nanti PPI memasukkan unsur Asean Promotion agar mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata. Selain itu, untuk pembangunan 100 SD sebaiknya dijelaskan lebih detail mengenai peran PPI. “Nanti kita masukkan rencana aksi kalian dalam rapat POKSI dibantu Pak Bambang Sutrisno selaku sekretaris kelompok fraksi di FPG,” ujar Ferdiansyah.

Sumber : PPI Dunia
Sumber Gambar Sampul : dok. PPI Dunia

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG PPI DUNIA

Kontribusi untuk Indonesia dan Dunia ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie