Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Membimbing Generasi Muda dengan Berkarya di Mari Blajar Gallery

Arif B Setyanto
Arif B Setyanto
0 Komentar
Membimbing Generasi Muda dengan Berkarya di Mari Blajar Gallery
Membimbing Generasi Muda dengan Berkarya di Mari Blajar Gallery

Ruang belajar atau wadah bagi para pelajar diluar sekolah sangat dibutuhkan untuk menggembangkan minat serta bakat mereka. Selain berjumpa dengan orang-orang baru mereka bisa diskusi , tukar ide ataupun berbagi pengalaman.

Mari Blajar Gallery merupakan gerakan atau ruang bagi para pemuda untuk menciptakan karya, diskusi, dan berkumpul. Gerakan ini di inisiasi oleh Anja seorang street art kendal. Dia menginisiasi gerakan ini karena memiliki motivasi untuk anak muda Kendal khususnya para pelajar sekarang yang mengikuti kurikulum baru yaitu berangkat pagi sampai sore. Hal itu disiasatinya dengan edukasi ringan. Filosofi Mari Blajar Gallery sendiri ialah Mari Blajar Bersama-sama dari yang Sederhana bisa menjadikan Apa-apa. Membudidayakan tepo seliro, menanamkan remaja muda untuk sadar akan etika sopan santun dengan cara simpel, diawali dengan salam.

Kegiatan di Mari Blajar Galeri (dokumentasi Mari Blajar Galeri)
Kegiatan di Mari Blajar Galeri (dokumentasi Mari Blajar Gallery)

Gerakan ini tidak membatasi siapa saja yang akan bergabung untuk datang berkumpul , diskusi, membuat karya seperti film, fotografi, ataupun karya yang lain. Anja mengajak para pelajar disekitar kendal untuk membaur, bersatu bikin karya, selain untuk melakukan aktivitas yang senggang hal itu dilakukan agar merangsang daya kreativitas serta sikap kritis.

Baca Juga
Suasana diskusi di Mari Blajar Gallery (Dokumentasi Mari Blajar Gallery)
Suasana diskusi di Mari Blajar Gallery (Dokumentasi Mari Blajar Gallery)

Mari Blajar Gallery didesain artistik, jadi itu sangat cocok bagi para pelajar. Desain yang dibuat merupakan karya kolektiv Anja dengan teman teman. Dari edukasi ringan yang diberikan, menghasilkan karya karya tersebut. Karya disini ini terhitung unik, sebab bahannya berasal dari material sederhana bekas seperti botol, barang antik yang disulap jadi karya yang nyentrik. Selain itu , banyak kalimat yang persuasif seperti “Stay With Me”, “Kamu Terlibat” yang seakan menyihir teman teman yang datang ke gallery. Anja sendiri bilang, jika kalimat stay with me itu kata-kata ngepop yang memiliki artian khususnya, Siapa saja yang sudah datang dan masuk ke dalam sudah terlibat dalam mendukung terciptanya Mari Blajar Gallery. Ditambah gambar gambar mural yang merespon tembok gallery, menjadi fotoable bagi anak muda.

Semua Ruangan direspon untuk dijadikan sebuah karya (Dokumentasi Mari Blajar Gallery)
Semua Ruangan direspon untuk dijadikan sebuah karya (Dokumentasi Mari Blajar Gallery)

Dari situ strategi yang dipakai Anja untuk menarik perhatian pemuda di Kendal. Biasanya anak anak datang untuk berfoto dan berkespresi sebebas mungkin. Setelah itu Anja masuk untuk memberikan edukasi ringan atau rangsangan bagi para pemuda untuk tetap mengajak berkarya, diskusi, serta melakukan kegiatan positif lainnya.

Proses membuat karya (Dokumentasi Mari Blajar Gallery)
Proses membuat karya (Dokumentasi Mari Blajar Gallery)

Tak hanya itu, Mari Blajar Gallery juga membuat perpustakaan mini untuk memperkaya wawasan para pelajar. Akan tetapi, koleksi bukunya masih sedikit karena memang koleksinya berasal dari sumbangan atau donatur saja. Bagi teman teman yang ingin berkunjung ke Mari Blajar Gallery silahkan datang Jalan Waluyo, No.4, Kendal, Jawa Tengah, jangan malu atau sungkan karena semuanya bebas dipersilahkan disini.

Sumber Gambar Sampul : Dokumentasi Mari Blajar Gallery

Muda Bergerak - Apalah Indonesia Tanpamu ?
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ARIF B SETYANTO

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara