Lupa Sandi?

Siapa Sangka Persahabatan Jakarta - Tokyo Terjadi Karena Ponsel Hilang di KRL

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Siapa Sangka Persahabatan Jakarta - Tokyo Terjadi Karena Ponsel Hilang di KRL

Tokyo dikenal sebagai kota yang telah menggunakan kereta dengan sistem mass rapid transit sebagai transportasi masal sejak bertahun-tahun lamanya. Indonesia, khususnya Jakarta yang mulai menerapkan metode yang sama ternyata tidak hanya mengadaptasi sistem tersebut tetapi juga membeli kereta dari Jepang untuk digunakan di Indonesia. Mungkin pembelian ini adalah hal yang biasa, namun ada yang tidak biasa saat kereta dari Jepang tersebut sampai ke Indonesia akhir tahun lalu. Tanpa disangka lewat kereta itu, persahabatan orang Jakarta dengan orang Tokyo akhirnya terjalin.

Seperti diberitakan The Japan News cerita persahabatan tersebut bermula ketika Syahri Rochmat seorang pegawai PT KAI Commuter Jabodetabek yang sedang melakukan inspeksi kereta yang baru datang dari Jepang di pelabuhan Tanjung Priok. Di kereta yang nantinya digunakan untuk Kereta Rel Listrik (KRL) tersebut, Rochmat kemudian menemukan sebuah ponsel pintar bersamaan dengan kartu mahasiswa yang terselip di bawah tempat duduk penumpang. Rochmat yang berkeinginan untuk mengembalikan ponsel itu kemudian menemui kesulitan sebab identitas yang dia temukan tersebut berbahasa Jepang.

Baca Juga

Pada The Jakarta Post Rochmat mengatakan bahwa mulanya, seorang temannya menyarankan untuk membuang ponsel tersebut karena tidak akan bisa digunakan di Indonesia. Tetapi pria yang akrab dipanggil Omat itu tidak menyerah, dirinya kemudian menanyakan pada temannya tentang siapa yang tertera dalam kartu mahasiswa itu. Omat akhirnya mendapatkan sebuah nama, Shota Noda dan mencarinya via sosial media.

Sekitar bulan Januari 2016, Omat menemukan lama Facebook Shota Noda dan mengirimkan foto ponsel dan kartu mahasiswa beserta pesan berbahasa Inggris ke pria yang ternyata seorang mahasiswa senior Yokohama National University asal Zama, perfektur Kanagawa. Noda langsung menyadari apa maksudnya. Dia tidak menyangka ternyata ponsel dan kartu mahasiswanya tersebut ditemukan di Indonesia.

Noda ingat, bahwa dirinya kehilangan ponsel dan kartu mahasiswanya di kereta Nanbu Line pada tanggal 5 Desember 2015. Dia telah menanyakannya kepada petugas selama beberapa hari dan bahkan membuat laporan kehilangan di kantor polisi. Namun tidak ada hasil dan dia akhirnya menyerah. Noda terpaksa harus mengajukan penerbitan kembali kartu mahasiswanya dan menggunakan ponsel lama miliknya.

Sejak menerima pesan di Facebooknya itu, Noda kemudian meminta Rochmat untuk mengirim ponsel miliknya itu lewat pos internasional. Namun niat itu diurungkan karena adanya kesulitan bahasa saat berkomunikasi dengan Omat, bahkan mesin translasi daring juga tidak banyak membantu. Dia akhirnya memutuskan untuk terbang ke Jakarta untuk mengambil ponselnya itu secrara langsung di bulan Juni.

Pertemuan pertama kali antara Rochmat dan Noda akhirnya terjadi di sebuah stasiun di Jakarta. Ponsel dan kartu mahasiswa secara resmi berpindah tangan dan keduanya mengambil foto selfie menggunakan ponsel "ajaib" itu untuk mengenang pertemuan mereka. Mulanya, Noda menanyakan mengapa Omat tidak menjual ponsel itu? Omat mengatakan bahwa harga jualnya tidak tinggi dan ponsel itu sendiri tidak bisa digunakan di Indonesia.

Noda, untuk menunjukkan rasa terima kasihnya dirinya memberikan foto anggota AKB48 favoritnya, Mayu Watanabe kepada Omat. Sedangkan Omat memberi Noda, sebuah kaos bergambar kereta yang dia desain sendiri. Seusainya, Noda pun kemudian kembali ke negeri asalnya.

Di bulan Agustus, Omat kemudian mengunjungi Tokyo dan Noda mendampinginya berkeliling kota. Seakan takdir berulang, kali ini Omat yang kehilangan tas berisi oleh-olehnya di sebuah jalur kereta di Tokyo. Namun tas itu ditemukan dan dikembalikan ke kantor petugas stasiun terdekat.

Persahabatan antara Rochmat dan Noda entah bagaimana mulanya, kemudian menjadi perbincangan di internet dan menjadi berita di Jepang maupun di Indonesia. Noda bahkan mendapatkan permintaan pertemanan dari beberapa penggemar kereta asal Indonesia di laman Facebooknya.

Noda pun kemudian mengatakan pada The Japan News, "ponsel dan pertemanan baru ini sangat berharga bagi saya."

Kisah inspiratif yang membuktikan bahwa kejujuran dan niat baik akan berbalas dengan sesuatu berharga yang mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Bahkan bila itu berawal dari sebuah kereta impor dari Jepang.

Sumber : The Jakarta Post
Sumber Gambar Sampul : dok.syahrirochmat

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Pencerita yang tiada habisnya. Mencari makna untuk cipta karya. Pembelajar yang kerap lapar. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas