Kongres Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia ke-18 telah sukses diselenggarakan di Sarawak. Sebanyak 13 universitas di seluruh Malaysia mengirimkan delegasi menghadiri Kongres PPI tersebut di Universiti Malaysia Serawak (Unimas) yang dibuka oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof. Ari Purbayanto, pada Sabtu

(29/10) malam. PPI Sarawak menjadi tuan rumah digelarnya Kongres PPIM ke-XVIII.

“Sebagai pelajar yang belajar di luar Tanah Air sudah menjadi tugasnya menjalankan visi misi kebangsaan dengan baik, PPI mewakili pelajar Indonesia di Malaysia harus mampu menjadi duta bangsa guna menjalankan misi ini,” ujar Ari didampingi Konsul Jenderal RI SerawakJahar Gultom dan Prof. Mohd Fadzil Abdurrahman sebagai Naib Concelor Hal Ehwal Pelajar Unimas.

Prof. Ari meminta para pelajar Indonesia di Malaysia dapat bersatu membangun solidaritas yang kuat guna menghasilkan kekuatan yang besar dalam memberikan kontribusi yang lebih berarti untuk bangsa. “Pelajar Indonesia ribuan jumlahnya. Dengan bersatu diharapkan pelajar dapat memberikan kontribusi yang lebih pasti untuk bangsa,” katanya.

Konjen Jahar Gultom meminta para pemuda Indonesia di Malaysia yang tergabung dalam PPI dapat menguatkan kembali semangat Sumpah Pemuda yang telah dideklarasikan sebelum Indonesia merdeka. “Semangat kebangsaan harus terus dijaga, sebagaimana yang telah diperjuangkan Ki Hajar Dewantara,” ujar Konjen.

Sementara itu Ketua PPI Malaysia 2015-2016, Akita Arum Verselita, berharap jalannya kongres dapat melahirkan hasil rekomendasi yang berarti untuk melanjutkan estafet perjuangan organisasi PPIM kedepannya. “Berharap dengan semangat persatuan akan terbangun solidaritas yang kuat untuk PPIM lebih baik lagi ke depannya,” ungkap Akita dalam sambutannya.

Di malam harinya, diselenggarakan juga Gala Dinner dan malam solidaritas yang dihadiri oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Malaysia, Marsekal TNI (Purn) Herman Prayitno yang juga menyampaikan kata sambutannya.

Herman Prayitno dalam sambutannya meminta pelajar Indonesia menguatkan semangat kebangsaan guna melahirkan generasi muda Indonesia yang lebih siap untuk melanjutkan pembangunan bangsa. “Sebagai duta bangsa di Malaysia pelajar memiliki tugas penting untuk meraih prestasi akademik dan non akademik yang baik untuk bekal melanjutkan pembangunan Indonesia dimasa yang akan datang,” ujar Herman.

Di hari kedua Kongres PPI Malaysia ke-18, diadakan juga seminar mengenai bahaya Narkoba yang diisi oleh Atase POLRI, Atase Riset, Atase Hukum KBRI Kuala Lumpur dan Agensi Anti Narkoba Malaysia. Atase Polisi KBRI Kuala Lumpur, Kombes Pol Abi Nursetyanto, SIK mengatakan angka penyalahgunaan narkoba selama dua tahun terakhir mencapai di Indonesia mencapai lima juta Jiwa di Indonesia. Ia mengemukakan hal itu saat menghadiri Kongres Persatuan Pelajar Indonesia se-Malaysia (PPIM) di Serawak, Malaysia, Minggu.

Abi mengatakan fakta ini sangat mengancam nasib generasi penerus bangsa pada masa depan karena itu sangat penting membangun semangat kebangsaan yang tinggi dan ditunjang dengan prestasi akademis yang baik. “Pelajar adalah generasi penerus bangsa, penanaman rasa kebangsaan yang tinggi diharapkan akan menghasilkan generasi yang lebih siap membangun bangsa ini,” ujar Abi di Universiti Malaysia Serawak (UNIMAS).

Sementara itu Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI KL Prof. Ari Purbayanto meminta agar pelajar Indonesia di Malaysia dapat bersatu membangun solidaritas yang kuat guna menghasilkan kekuatan yang besar dalam memberikan kontribusi yang lebih berarti untuk bangsa. “Pelajar Indonesia ribuan jumlahnya, dengan bersatu diharapkan pelajar dapat memberikan kontribusi yang berarti untuk bangsa,” jelas Atdikbud.

Di akhir sidang pleno, diadakan juga pemilihan Ketua Umum PPI Malaysia yang diikuti oleh dua kandidat calon ketua umum yaitu, Zulfadli dan Rizki Amrillah. Berdasarkan hasil keputusan sidang, maka Zulfadli terpilih menjadi Ketua Umum PPI Malaysia 2016-2017 menggantikan Akita Arum Verselita yang telah demisioner.

Sumber : Akita Arum Verselita/ PPI Dunia

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu