Lupa Sandi?

Perusahaan Perbankan dari Jawa ini Pernah Menguasai Daerah New York

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Perusahaan Perbankan dari Jawa ini Pernah Menguasai Daerah New York

Pada zaman penjajahan Belanda, didirikan sebuah perusahaan perbankan dengan nama De Javasche Bank. Bertugas sebagai lembaga yang mengatur sirkulasi keuangan yang ada, bank ini berkembang secara luar biasa, bahkan membuka cabang di berbagai kota di Indonesia dan di luar negeri, termasuk Amsterdam dan New York. Sekarang, kita mengenalnya dengan nama Bank Indonesia.

 De Javasche Bank didirikan pada tahun 1828 atas perintah Raja Willem I, dengan bentuk perseroan terbatas lalu mendapatkan nasionalisasi sebagai bank sirkulasi. Pada hakekatnya, De Javasche Bank diberi kewenangan tidak hanya untuk mencetak uang, namun juga untuk menyimpan aset dan menyediakan kredit bagi perusahaan – perusahaan.  

Kantor pertama De Javasche Bank berada di Jakarta (Batavia pada waktu itu) dengan Mr. C. de Haan sebagai Presiden De Javasche Bank dan C.J Smulders sebagai sekretaris. Lalu pada selang satu tahun kemudian bank ini membuka cabang di Semarang dan Surabaya. Di dua kota ini, Belanda makin mengembangkan hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Sumatra, Kalimantan, Suawesi, hingga ke luar negeri yaitu Amsterdam dan New York. Dalam 125 tahun perjalanannya, De Javasche Bank telah membuka 23 kantor cabang.

Kantor De Javasche Bank di Batavia pada 1930-an (sumber : abualbanie.wordpress.com
Kantor De Javasche Bank di Batavia pada 1930-an (sumber : abualbanie.wordpress.com

De Javasche Bank sejak pertama kali berdiri terus dibanjiri oleh nasabah, termasuk di New York. Bank ini bahkan mampu membeli berbagai macam aset, termasuk tanah di New York yang bealkangan mulai dilirik oleh taipan – taipan kaya raya Amerika, salah satunya Donald Trump untuk kegiatan bisnisnya. Di Indonesia, banyak anggota kerajaan yang menyimpan uang dan harta – hartanya dalam bentuk emas serta aset – aset lain. walaupun pada saat itu De Javasche Bank didirikan dan dikelola oleh Belanda, bisa dikatakan bahwa sebagian besar asetnya dikeruk dari tanah Indonesia.

Baca Juga

Status De Javasche Bank pada saat kemerdekaan Indonesia masih tetap menjadi milik Belanda, karena itu pemerintah Indonesia cukup kesulitan dalam pengelolaan De Javasche Bank, terutama mengenai kebijakan moneter yang selalu sulit dan terganjal banyak hal sebab harus dikonsultasikan dengan orang – orang Kerajaan Belanda. Akhirnya pada 1951, Bank ini dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia dengan membayar segala saham yang ada hingga 120% dari harga normal. UU No.24 tahun 1951 berisikan tentang nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia yang berfungsi sebagai bank sentral.

Salah satu pecahan mata uang yang diterbitkan De Javasche Bank (sumber : abualbanie.wordpress.com)
Salah satu pecahan mata uang yang diterbitkan De Javasche Bank (sumber : abualbanie.wordpress.com)

Dengan peran sebagai bank sentral, segala kebijakan moneter, perbankan dan sistem pembayaran mulai dikelola oleh Bank Indonesia. Di samping itu, Bank Indonesia juga diberi tugas penting untuk dalam hubungannya dengan pemerintah untuk melanjutkan fungsi bank komersial yang dilakukan oleh De Javasche Bank. Dan hingga saat ini, Bank Indonesia menjadi lembaga negara yang independen dalam fungsi dan tugasnya  dengan tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Inilah sekelupas sejarah mengenai bank yang didirikan Belanda di tanah Indonesia, yang dengan sebagian besar aset dari tanah Indonesia berhasil menguasai daerah – daerah di luar negeri hingga akhirnya kembali dikelola oleh anak negeri sebagai bank sentral di tanah ini. Semoga, kejayaan yang dulu kala kembali berkobar di masa sekarang.   


Sumber : berbagai sumber 

Pilih BanggaBangga32%
Pilih SedihSedih5%
Pilih SenangSenang11%
Pilih Tak PeduliTak Peduli5%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi5%
Pilih TerpukauTerpukau42%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas