Di Jerman, 100 Mangkuk Soto Ayam Indonesia Habis dalam Sekejap

Di Jerman, 100 Mangkuk Soto Ayam Indonesia Habis dalam Sekejap

Soto Ayam © pondokibu.com

Soto menjadi makanan khas Indonesia yang ingin dijadikan identitas bangsa. Seperti ramen dari Jepang atau tomyam dari Thailand, soto berpeluang menjadi makanan yang "Indonesia banget".

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berupaya memasarkan soto di berbagai ajang internasional. Salah satunya, akhir Oktober 2016 lalu, Bekraf memasarkan soto di Frankfurt Book Fair, Jerman.

Deputi IV Bidang Pemasaran Bekraf Joshua Simandjuntak mengatakan, soto menjadi makanan yang ingin dipasarkan ke luar karena khas. Soto, bukan sup, merupakan makanan asli Indonesia, dengan berbagai jenis yang ada di setiap daerah di Indonesia.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berupaya memasarkan soto di berbagai event internasional. Sumber: Bekraf/Joshua Simandjuntak
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berupaya memasarkan soto di berbagai event internasional. Sumber: Bekraf/Joshua Simandjuntak

"Kami sengaja membawa soto ayam yang paling mudah dan banyak ditemui di semua daerah di Indonesia. Jadi kalau soto ya Soto ayam. Soto ayam juga rasanya paling mudah diterima oleh orang luar negeri," kata Joshua.

Di Frankfurt Book Fair, soto ayam sangat laris disantap oleh pengunjung. Setiap hari, Bekraf menyediakan 100 mangkuk soto ayam dan habis dalam hitungan menit.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berupaya memasarkan soto di berbagai event internasional. Sumber: Bekraf/Joshua Simandjuntak
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berupaya memasarkan soto di berbagai event internasional. Sumber: Bekraf/Joshua Simandjuntak

"Cepat sekali habisnya, ternyata cocok untuk lidah mereka. Saat cuaca dingin, juga pas makan Soto," ujarnya.

Selanjutnya, Bekraf akan terus memasarkan Soto di berbagai kegiatan internasional. Terdekat, Bekraf akan membawa soto ayam Indonesia ke Seoul, Korea Selatan.


Sumber : liputan6.com

Pilih BanggaBangga71%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang14%
Pilih Tak PeduliTak Peduli2%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi2%
Pilih TerpukauTerpukau10%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

ASEAN - Korea trade blooms Sebelummnya

ASEAN - Korea trade blooms

Inilah Lele Berwarna Pink Dari Jepara Selanjutnya

Inilah Lele Berwarna Pink Dari Jepara

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of Indonesia in 2014, with two exchange programs in Political Science at National University of Singapore and New Media in Journalism at Ball State University, USA. She was awarded Diplomacy Award at Harvard World Model United Nations and named as Indonesian Gifted Researcher by Australian National University. She is an Editor at Bening Communication, previously worked at the Commonwealth Parliament Association UK and a diplomacy consulting firm Best Delegate LLC in USA.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.