Lupa Sandi?

Keren! Mahasiswa Malang Ciptakan Energi Listrik dari Kulit Pisang

Arifina Budi
Arifina Budi
0 Komentar
Keren! Mahasiswa Malang Ciptakan Energi Listrik dari Kulit Pisang

Tiga mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang punya inovasi kreatif pada pemanfaatan kulit pisang untuk memproduksi energi listrik. Mereka memanfaatkan bakteri aerob dari pembusukan kulit pisang yag dapat menghasilkan energi listrik.

Chrisma Virginia, salah satu anggota tim menyebutkan kalau konsep ini masih jarang. "Biasanya yang diolah kan limbah cair, tapi kami olah limbah padat. Kulit pisang mudah didapat, mulai dari penjual pisang goreng hingga di daerah industri keripik pisang," ujarnya.

Chrisma bersama kedua rekannya Muhammad Errel Prasetyo dan Sang Aji Arif Setyawan memilih kulit pisang karena potensinya sangat besar dan bisa didapatkan kapan saja. Idenya pun berawal dari makin berkurangnya sumber daya alam minyak bumi sebagai sumber energi utama sehingga perlu ada pengganti energi yang bisa diperbarui dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan cara kerja alat tersebut, pertama adalah menghancurkan kulit pisang dengan cara ditumbuk, namun tidak boleh ditambah air karena nanti berkurang substratnya. Selanjutnya, kulit yang sudah halus seperti bubur dimasukkan dalam kotak reaktor atau bio chamber.

Kotak reaktor dibagi dua, yakni kotak anoda dan katoda. Pada setiap kompartemen terdapat elektroda. Pada anoda, diisi kulit pisang yang halus, sedangkan kotak katoda diisi aquades. Prinsip kerjanya cukup mudah, yakni kulit pisang akan difermentasi mikroba dan menghasilkan elektron yang dialirkan dari anoda ke katoda.

Kedua kotak tersebut akan menghasilkan listrik sebesar 1,5 volt dan mampu menghidupkan lampu LED merah. Saat ini, tim tersebut masih mencari cara agar alatnya bisa menghasilkan 5 volt listrik, sehingga bisa menyalakan lampu dan mengisi powerbank.

"Kami akan mengembangkan jenis elektrodanya. Rencananya akan kami ganti grafit, tetapi dari isi pensil karena alat ini sifatnya recycle," ungkap Chrisma.


Sumber : liputan6.com | ANTARA

Pilih BanggaBangga89%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau11%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ARIFINA BUDI

Pencerita hal-hal baik untuk dunia. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara