Keren! Mahasiswa Malang Ciptakan Energi Listrik dari Kulit Pisang

Keren! Mahasiswa Malang Ciptakan Energi Listrik dari Kulit Pisang

Keterangan Gambar Utama © 123mamanet

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Tiga mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang punya inovasi kreatif pada pemanfaatan kulit pisang untuk memproduksi energi listrik. Mereka memanfaatkan bakteri aerob dari pembusukan kulit pisang yag dapat menghasilkan energi listrik.

Chrisma Virginia, salah satu anggota tim menyebutkan kalau konsep ini masih jarang. "Biasanya yang diolah kan limbah cair, tapi kami olah limbah padat. Kulit pisang mudah didapat, mulai dari penjual pisang goreng hingga di daerah industri keripik pisang," ujarnya.

Chrisma bersama kedua rekannya Muhammad Errel Prasetyo dan Sang Aji Arif Setyawan memilih kulit pisang karena potensinya sangat besar dan bisa didapatkan kapan saja. Idenya pun berawal dari makin berkurangnya sumber daya alam minyak bumi sebagai sumber energi utama sehingga perlu ada pengganti energi yang bisa diperbarui dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan cara kerja alat tersebut, pertama adalah menghancurkan kulit pisang dengan cara ditumbuk, namun tidak boleh ditambah air karena nanti berkurang substratnya. Selanjutnya, kulit yang sudah halus seperti bubur dimasukkan dalam kotak reaktor atau bio chamber.

Kotak reaktor dibagi dua, yakni kotak anoda dan katoda. Pada setiap kompartemen terdapat elektroda. Pada anoda, diisi kulit pisang yang halus, sedangkan kotak katoda diisi aquades. Prinsip kerjanya cukup mudah, yakni kulit pisang akan difermentasi mikroba dan menghasilkan elektron yang dialirkan dari anoda ke katoda.

Kedua kotak tersebut akan menghasilkan listrik sebesar 1,5 volt dan mampu menghidupkan lampu LED merah. Saat ini, tim tersebut masih mencari cara agar alatnya bisa menghasilkan 5 volt listrik, sehingga bisa menyalakan lampu dan mengisi powerbank.

"Kami akan mengembangkan jenis elektrodanya. Rencananya akan kami ganti grafit, tetapi dari isi pensil karena alat ini sifatnya recycle," ungkap Chrisma.


Sumber : liputan6.com | ANTARA

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga90%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau10%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Senjata Jenius Para Pejuang yang Sanggup Membuat Pasukan Penjajah Kelimpungan  Sebelummnya

Senjata Jenius Para Pejuang yang Sanggup Membuat Pasukan Penjajah Kelimpungan

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan Selanjutnya

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan

Arifina Budi
@arifinabudi

Arifina Budi

http://wetanngulon.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.