Gunungkidul sudah sangat terkenal dengan keindahan wisata pantai-pantainya yang menakjubkan. Akan tetapi, bukan hanya pwisata pantainya yang bisa membius para wisatawan. Desa Nglanggeran yang dinobatkan sebagai desa wisata terbaik ASEAN tahun 2016 juga menjadi destinasi wisatawan saat berkunjung ke Gunungkidul, Daerah Istemewa Yogyakarta.

Terletak di Kecamatan Pathuk, desa ini tidak begitu jauh dari kota Yogyakarta. Hanya butuh waktu kurang lenih 30 menit kita akan disuguhkan keindahan landscape desa Nglanggeran yang hijau dan asri. Desa ini mempunyai 2 unggulan destinasi yaitu Ekowisata Gunung Api Purba dan Embung Nglanggeran.

Gunung api purba merupakan gunung batu dari karst atau kapur. Puncak gunung tersebut adalah Gunung Gedhe di ketinggian sekitar 700 meter dari permukaan laut, dengan luas kawasan pegunungan mencapai 48 hektar. Gunung itu berupa jajaran gunung batu yang unik. Untuk mencapai puncak dibutuhkan 1,5- 2 jam.

Panorama Gunung Api Purba (http://jogjacultureandtourism.blogspot.co.id/)
Panorama Gunung Api Purba (http://jogjacultureandtourism.blogspot.co.id/)

Sedangkan Embung Nglanggeran adalah bangunan berupa kolam yang diperuntukkan menampung air hujan serta menampung air dari sumber Sumurup yang terletak di Gunung Api Purba. Selain menjadi destinasi wisata, embung ini berguna bagi masyarakat untuk mengairi lahan kebun atau sawah. Disini juga adalah salah satu spot terbaik unutk menyaksikan sunset di daerah Yogyakarta.

Embung Langgeran yang biasanya dijadikan spot sunset (http://www.njogja.co.id/)
Embung Nglanggeran yang biasanya dijadikan spot sunset (http://www.njogja.co.id/)

Selain itu di Desa wisata ini mempunyai program "live in" yaitu kegiatan menginap serta melakukan aktivitas di Desa Nglaggeran. Lewat Progam ini wisatawan bisa berinteraksi dengan penduduk dan belajar budaya desa Nglanggeran seperti membatik Topeng, membuat kerajinan dari janur, belajar tari Jathilan, menanam padi di sawah, rock climbing, dan trekking.

Melihat potensi wisata yang ada, para pemuda dan pemudi yang tergabung dlam karang taruna beserta masyararakat mengelola secara mandiri desa wisata ini. Selain itu pemanfaatan internet juga dilakukan dan di pelopori oleh Sugeng Handoko yang berusaha menampilkan informasi selengkap mungkin tentang desa Nglanggeran.

Belajar menanam padi yang merupakan program
Belajar menanam padi yang merupakan program "Live In" (http://gunungapipurba.com/)

Dengan kemandirian masyarakatnya pengembangan Desa Wisata Nglanggeran ini menjadi CBT (Community Based Tourism). CBT yaitu memberikan akses dan kesempatan bagi masyarakat, tentunya memaksimalkan peran serta masyarakat dalam berbagai aspek pembangunan objek wisata yang berkelanjutan. Artinya mayarakat terlibat dalam skema perencanaan dan pelaksanaan pembangunan potensi desa. Dari sini lah desa Nglanggeran menjadi desa wisata terbaik dalam pengelolaan pariwisata berbasis Ccommunity Based Tourism. Desa wisata Nglanggeran akan menerima ASEAN CBT Award akan mewakii Indonesia dalam Asean Tourism Forum di Singapura awal tahun depan.


Sumber : Humas Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu