Lupa Sandi?

Dari NTT ke Pasar Luar Negeri, Tas Mewah ini Jadi Incaran Sosialita Jepang

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Dari NTT ke Pasar Luar Negeri, Tas Mewah ini Jadi Incaran Sosialita Jepang

Robita merupakan suatu merek tas kulit di Jepang yang terkenal sangat eksklusif. Dibanderol dengan harga fantastis, tas ini menjadi incaran para sosialita di Jepang.  Mengusung label sebagai brand tas handmade (buatan tangan), Robita sukses mendulang nama besar pasar tas ekslusif di Jepang. Bahkan, tas mewah ini pernah muncul halaman utama Yahoo Jepang  selama 24 jam secara cuma – cuma. Siapa yang menyangka bahwa dibalik keistimewaan Robita, ada tangan dingin seorang pria Indonesia asal Nusa Tenggara Timur yang menjadi titik kunci suksesnya Robita di tanah Jepang. Sunny Kamengmau, namanya.

Awal mula Sunny menjejakkan kaki dalam dunia bisnis tas ini bukanlah sesuatu yang mudah. Pria kelahiran Alor, 12 September 1975 ini mengawali kariernya dengan merantau ke Bali. Berbekal ijazah SMP, Sunny bekerja secara serabutan mulai dari operator cuci mobil hingga buruh renovasi hotel. Saat itu usianya masih 18 tahun.  Hingga akhirnya, ia menetap dan bekerja di Un’s Hotel yang terletak di Legian, Kuta.

Di Un’s Hotel Sunny bekerja sebagai tukang kebun, lalu diangkat sebagai security. Sembari menjalani pekerjaannya, Sunny menyempatkan diri untuk belajar bahasa asing, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Semuanya ia jalani secara otodidak, demi keinginannya untuk meningkatkan kualitas pelayanannya kepada para tamu yang mayoritas merupakan wisatawan asing. Dari sanalah petualangan Sunny dimulai.

Sunny dan Nobuyuki (sumber : infotrading.com)
Sunny Kamengmau dan Nobuyuki (sumber : infotrading.com)

Di Un’s Hotel, Sunny bertemu dengan Nobuyuki Kakizaki, seorang warga negara Jepang yang merupakan pemilik usaha Real Point Inc. Kemahirannya berbahasa Jepang membuat Nobuyuki menjadi temannya. Hingga akhirnya, Nobuyuki mengajak Sunny untuk bekerja sama. Nobuyuki menawarkan Sunny untuk menjadi pemasok tas kulit untuknya, karena perusahaan yang ia kelola akan melebarkan bisnis baru di Jepang. Merki belum memiliki pengalaman yang kuat dalam bisnis, Sunny pun mengiyakan tawaran tersebut. 

Baca Juga

Sunny diajari oleh Nobuyuki bagaimana cara memilih barang berkualitas, hingga bagaimana cara mengirimkan produknya ke Jepang. Lebih jauh lagi, mereka akhirnya mulai memproduksi tas kulit di awla tahun 2000. Saat itu, tas mereka belum diberi merek apapun. Tahun demi tahun, Sunny dan Nobuyuki menjajal peruntungan dengan memasarkan tas kulit tersebut, namun omzetnya belum menentu. Sejak awal, pemasaran tas tersebut memang sudah mengincar tanah Jepang.

Singkat cerita, bisnisnya pun berkembang hingga pada tahun 2003 Sunny dan Nobuyuki membentuk CV Realisu dengan brand tas “Robita.” Bukan kebetulan, nama tersebut dipilih karena Nobuyuki Kakizaki adalah seorang penggemar karakter Nobita dalam serial kartun Doraemon. Semakin hari, bisnis mereka pun semakin berkembang. Karakter brand yang kuat sebagai tas kulit buatan tangan rupanya menjadi senjata ampuh untuk menaklukan pasar Jepang dikarenakan warga Jepang sendiri lebih menyukai benda – benda buatan tangan. Sejak tahun 2007, produksi tas Robita mencapai lima ribu buah setiap bulan, yang dikerjakan oleh 300 orang karyawan. Semua produksi dilakukan di Bali, lalu diekspor ke Jepang dengan koneksi dari Nobuyuki.

Tas Handmade dengan standar dan kualitas tinggi menjadi citra tersendiri dari Robita (sumber : instagram.com/robita_bag)
Tas Handmade dengan standar dan kualitas tinggi menjadi citra tersendiri dari Robita (sumber : instagram.com/robita_bag)

Pemasaran di Jepang ditangani langsung oleh Nobuyuki. Sesekali Sunny berangkat ke Jepang untuk mencari tahu kebutuhan dan minat pasar Jepang. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas mulai dari pemilihan bahan baku hingga produksi. Standar dan kualitas yang tinggi menjadi titik fokus utama dari Sunny dalam memproduksi tas kulit Robita. Karena itu, tidak mengherankan bahwa tas ini dibanderol dengan harga berkitar Rp 4 – 5 juta untuk ukuran besar dan Rp 2 – 3 juta untuk tas ukuran kecil. Jika dihitung lebih jauh, rata – rata penjualan tas milik Sunny ini berkisar Rp 25 – 30 miliar dalam setahun.

Terkenal sebagai brand tas mewah di Jepang, Robita kini mengincar pasar dalam negeri. Beberapa butiknya di Bali sudah mulai memasok Robita untuk dijual kepada pelanggan, tentunya dengan kualitas dan standar yang sama. Satu keuntungannya, harga tas yang dijual di Indonesia akan lebih murah dibandingkan dengan harga pasar Jepang.


Sumber :undercover.co.id, indotrading.com

Pilih BanggaBangga57%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang10%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi19%
Pilih TerpukauTerpukau14%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie